Selasa, 25 Agustus 2020

Kemungkinan Penyebab Banyak Ditemukan Kasus Corona di Perkantoran

 Meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia, terutama di DKI Jakarta, masih terkait dengan adanya kluster di perkantoran. Sebenarnya, apa yang menyebabkan kasus COVID-19 banyak ditemukan di kantor?
"Kenapa banyak ditemukan di kantor, karena kegiatan aktivitas di kantor sudah meningkat," ujar Plt Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI, drg Kartini Rustandi, MKes, dalam siaran talkshow di YouTube BNPB, Selasa (25/8/2020).

"Kalau kita bicara klaster kantor, kita harus tahu duluklaster itu apa. Kalau dalam satu ruangan ada satu (positifCOVID-19), kemudian menular ke yang lain, oke ituklaster," jelasnya.

Kartini mengatakan, penularan virus ini juga bisa disebabkan karena adanya kemungkinan lain, salah satunya saat di perjalanan menuju ke kantor.

"Pada saat dia berjalan ke kantor, apakah dia menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Kalau misalnya kendaraan pribadi, berdua dengan sopir atau dengan teman, apakah kemungkinan bisa terjadi penularan? Mungkin, sehingga risiko itu ada di mana-mana," kata Kartini.

"Akibatnya taunya saat pulang dari kantor atau saat di kantor ada demam," lanjutnya.

Saran dr Reisa Agar Rapat di Kantor Bisa Bebas Corona

 dr Reisa Broto Asmoro melalui BNPB pada Selasa (25/08/2020), menyarankan agar pelaksanaan rapat di kantor hanya dilaksanakan saat mendesak dan terpaksa. Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan teknologi masa kini, seperti mengadakan rapat secara virtual tanpa mengurangi esensi rapat itu sendiri.
Apabila terpaksa mengadakan rapat di kantor, dr Reisa menyampaikan untuk memastikan ruangan rapat benar-benar dilakukan jaga jarak dan semua peserta rapat dalam kondisi sehat.

Saat ini disebut masih banyak masyarakat yang lengah, menganggap orang-orang di kantor sebagai teman dekat sehingga mengabaikan dan melakukan kesalahan yang berisiko terhadap penularan virus Corona COVID-19. Contohnya, seperti ngobrol tanpa memakai masker dan makan serta minum saat rapat berlangsung.

"Hindari penyediaan makan dan minuman saat rapat karena memungkinkan para peserta untuk membuka masker," jelas dr Reisa.

Selain itu, pastikan juga sirkulasi udara di ruangan rapat terjaga dengan baik. Jangan sampai Air Conditioner (AC) maupun kipas angin langsung terarah ke peserta rapat.

"Rapat dilakukan dalam waktu singkat. Maksimal 30 menit saja," pungkasnya.

Seberapa Efektif Alkohol untuk Melawan Virus?

Produk-produk hand sanitizer biasanya menawarkan kandungan alkohol yang bisa membunuh kuman. Namun apakah benar alkohol bisa menjadi pembunuh virus? Lalu seberapa efektif alkohol dalam membunuh kuman dan virus tersebut?
Medical Manager Kalbe Consumer Health dr Helmin Agustina mengatakan alkohol secara in vitro efektif melawan bakteri gram positif dan bakteri vegetatif gram negatif (termasuk MRSA & MRSE), Herpes Simplex Virus, HIV, influenza virus, RSV dan vaccinia virus. Efektivitas dari alkohol tersebut tergantung porsi alkohol yang digunakan.

"Larutan alkohol yang mengandung 60-80% adalah alkohol yang paling efektif (untuk membunuh virus dan kuman)," ujar dr Helmin kepada detikHealth baru-baru ini.

Secara lebih jelas, dilansir dari laman cdc.gov, alkohol dengan jumlah rendah belum bisa untuk membunuh kuman maupun virus. Namun alkohol dengan jumlah yang tepat yaitu di antara 60% hingga 80% bisa dengan efektif untuk membasmi virus.

Kemudian dikutip dari situs indianexpress, virus dalam strukturnya mempunyai protein sebagai lapisan pelindung luar. Lapisan perlindungan itulah yang didenaturasi oleh alkohol 60% -80% sehingga bagian dalam dari virus terekspos, dan akhirnya membuat virus tersebut dapat mati.

"Aktivitas antimikroba alkohol dihasilkan dari kemampuannya untuk mendenaturasi protein dari kuman sehingga kuman tidak dapat bertahan hidup," jelas dr Helmin.

Jadi dapat disimpulkan alkohol dapat dengan efektif digunakan untuk melawan virus. Namun hal tersebut tergantung dari produk yang digunakan dan kandungan alkohol yang tepat.
https://cinemamovie28.com/sara/

Senin, 24 Agustus 2020

Kisah Sedih Remaja Bunuh Diri Karena Takut Hilang Kebebasan Selama Lockdown

Hingga kini, pandemi Corona masih menimbulkan keresahan bahkan bagi mereka yang tidak terpapar atau terpengaruh virus. Seorang remaja pun dikabarkan melakukan percobaan bunuh diri karena kekhawatirannya akan hidup dengan COVID-19. Sayangnya setelah berusaha diselamatkan paramedis, gadis 19 tahun tersebut tidak bisa bertahan. Orang-orang terdekat kini mengenang gadis yang dikenal cantik dalam luar itu dengan melakukan penggalangan dana.
Emily Owen asal Inggris meninggal setelah keluarga memutuskan untuk menghentikan alat-alat untuk menunjang hidupnya. Emily diketahui melakukan percobaan bunuh diri beberapa hari sebelumnya setelah meninggalkan pesan bernada depresif di Facebook. Sebelumnya Emily memang tengah menjalani isolasi mandiri karena salah satu saudarinya mengalami batuk.

Ayah Emily, Timothy Owen, menjelaskan di pengadilan bahwa Emily pernah sempat mengaku ingin jalan-jalan di sekitar daerah tempat tinggal mereka sebelum pindah rumah. Namun orangtuanya melarang karena keluarga sedang menjalani lockdown. Tampaknya Emily tidak bisa mengatasi perasaan terkenannya karena adanya batasan untuk hidup bebas dan mandiri lalu memutuskan mengakhiri hidup.

"Pandemi COVID-19 dimulai dan ini menyebabkan Emily punya banyak keresahan dan tekanan. Dia khawatir tidak akan bisa keluar, tidak akan punya kebebasan dan kemandirian,"

"Dia tidak bisa mengatasi dunia yang jadi tertutup dan rencana-rencana yang tertunda, dan terjebak di dalam. Itu menakutkan bagi dia," kata pihak keluarga dilansir Dailymail.

Dalam sebuah unggahan di Facebook, keluarga menggambarkan Emily sebagai gadis yang cantik, lucu, berbakat, dan sedikit gila untuk orangtua dan saudari-saudarinya. Mereka juga mengungkap bahwa empat tahun lalu Emily didiagnosa autisme dan memang sering kesulitan berbaur dan merasa nyaman dengan norma-norma di sekitarnya.

"Dia tidak ingin orang tahu tentang itu tapi sekarang dia sudah tidak ada kami ingin orang-orang tahu bahwa autisme datang dengan berbagai bentuk dan ukuran. Walaupun dia bisa menyelesaikan sekolah, pergi kuliah, menyelesaikan magang dan mulai bekerja di King's Arms. Tolong kalian saling menjaga, jadilah orang yang baik karena kamu tidak pernah tahu apa yang ada dalam hidup orang," tulis keluarga.

Emily yang telah mendaftarkan diri untuk organ donor sejak berusia 12 tahun itu pun tak hanya dikenang keluarga tapi tempatnya bekerja. Sebagai tribut kepada Emily, mereka melakukan penggalangan dana untuk sebuah klinik kesehatan mental lokal.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikologi, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Ladyboy Populer Chi Chi DeVayne Meninggal Dunia

Ladyboy populer Amerika Serikat Chi Chi DeVayne meninggal dunia pada Kamis (20/8/2020). Chi Chi meninggal di rumah sakit di Shreveport, Louisiana, AS di usia 34 tahun.
Chi Chi populer setelah mengikuti kontes drag queen RuPaul' Drag Race. Chi Chi yang punya nama asli Zavion Davenport itu mengikuti reality show drg queen itu sebanyak dua kali di tahun 2016 dan 2018.

Dari kontes tersebut namanya pria 34 tahun itu populer. Ketika sudah menggunakan baju ala ladyboy, penampilan Chi Chi tampak sangat glamour.

Chi Chi DeVayne dirawat di rumah sakit karena sakit pneumonia. Sebelum meninggal, Chi Chi sempat mengabarkan ke penggemarnya bahwa dia sakit dan meminta doa.

"Terus doakan aku, aku akan segera kembali," ucap Chi Chi di Instagramnya pada Sabtu (15/8/2020).

Pada Februari, Chi Chi didiagnosa scleroderma. Penyakit tersebut adalah autoimun yang menyerang jaringan ikat.

Pembuat kontes drag queen, RuPaul menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Chi Chi. RuPaul mengungkapkan kesedihan dan patah hatinya atas kepergian Chi Chi, salah satu ladyboy kreatif.

"I am heartbroken to learn of the passing of Chi Chi DeVayne. I am so grateful that we got to experience her kind and beautiful soul," tulis RuPaul di Twitter.
https://indomovie28.net/mothers-revenge/