Rabu, 26 Agustus 2020

Uji Coba Sudah Berjalan, Kapan Vaksinasi COVID-19 akan Dilakukan?

Beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia, saat ini tengah berusaha mengembangkan vaksin untuk mengatasi pandemi virus Corona. Lalu, kapan vaksinasi bisa mulai dilakukan untuk mengatasi pandemi ini?
"Vaksinasi bisa dilakukan apabila vaksin itu sudah lulus uji komplet," kata juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8/2020).

Prof Wiku menjabarkan berbagai tahapan sampai vaksin tersebut bisa dipakai. Pengembangan ini berawal dari pengembangan di laboratorium.

Tahap kedua, vaksin tersebut akan menjalani uji pra-klinis. Sampai tahap terakhir atau ketiga, vaksin ini akan menjalani uji klinis yang ada tiga fase, yaitu I,II, dan III.

"Dan tentunya memberikan hasil yang baik, dalam arti aman, mempunyai efektivitas, dan memberikan kekebalan yang baik pada manusia," jelas Prof Wiku.

3 Kandidat Vaksin Corona China yang Bakal Dipakai di Indonesia

Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan saat ini pemerintah Indonesia tengah berupaya keras untuk mendapatkan akses vaksin Corona di samping mengembangkan vaksin lokal buatan dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi untuk melindungi rakyat Indonesia.
"Kami berusaha mendapatkan akses vaksin tentunya tetap memperhatikan kualitas uji klinis dan nanti akan dilakukan vaksinasi apabila seluruh hasilnya selesai dengan baik," kata Prof Wiku dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8/2020).

Disampaikan Prof Wiku, ada beberapa kandidat vaksin Corona yang dikembangkan di China yang nantinya diharapkan bisa digunakan di Indonesia.

1. Sinovac
Seperti yang telah diketahui, Indonesia telah mendapatkan komitmen terkait akses vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Sinovac. Saat ini sudah dilakukan uji klinis vaksin Corona Sinovac di Bandung, Jawa Barat, yang melibatkan sekitar 1.620 partisipan.

Selain itu, ke depannya Sinovac juga akan terlibat dalam pengembangan vaksin lokal 'Merah Putih' dari LBME Eijkman yang bekerja sama dengan PT Bio Farma.

2. Sinopharm
Disampaikan oleh Prof Wiku, Indonesia juga tengah menjajaki kerja sama dengan Sinopharm yang saat ini telah melakukan uji klinis fase 3 yang dilakukan oleh China National Biotech Group (CNBG). Uji ini diadakan dengan aliansi Uni Emirat Arat yang berbasis di Abu Dhabi

"Sinopharm memilih UEA untuk uji klinis Sinopharm karena di sana ada 85 kebangsaan sehingga diharapkan keterwakilan dari etnis bangsa dapat terwakili di situ," jelasnya.

3. CanSino
Pemerintah Indonesia juga tengah berdiskusi dengan CanSino, perusahaan pertama yang menerima paten pembuatan vaksin COVID-19 di China. Vaksin Corona yang dikembangkan oleh CanSino dibuat dari protein virus COVID-19 dengan cara vektor virus yang sudah dilemahkan.

"Pihak CanSino kini tengah bernegosiasi lebih lanjut untuk uji klinis di negara lain termasuk di Indonesia," ucapnya.

Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung Akan Dikebut, Ini Alasannya

 Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac akan dikebut dengan menambah frekuensi pemeriksaan. Harapannya, vaksin yang nantinya akan diproduksi Biofarma itu siap dibuat pada akhir tahun ini.
Ketua Tim Riset Vaksin dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Kusnandi Rusmil mengatakan, jumlah relawan yang diperiksa akan ditambah dua kali lipat dari satu titik penelitian.

"Jadi umpamanya dalam satu tempat penelitian itu dimulai jam 11, nah nanti kita minta dua kali dari jam 11 sampai jam 3 misalnya. Jadi dua kali lpat, surveinya lebih cepat, jadi misal dari sepuluh (calon relawan vaksin) perhari menjadi dua puluh perhari gitu ya," ujar Kusnandi di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Selasa (25/8/2020).

"Jadi nanti kita Oktober sudah bisa bikin laporan, sehingga pada akhir tahun ini kita bisa siap produksi vaksin," imbuh guru besar UNPAD itu.

Kusnandi membeberkan, alasan uji klinis ini dikebut karena sampai saat ini belum ditemukan obat yang secara ilmiah dan efektif bisa menyembuhkan pasien yang terpapar virus Corona.

"Kita belum punya obat, orang sudah bergelimpangan, jadi saya butuh subjek yang cukup, jadi ditambah saja subjeknya. Jadi sudah memenuhi kriteria daripada statistik," ucapnya.

Kendati begitu, proses pemantauan akan tetap dilaksanakan untuk melihat kemungkinan adanya efek samping. Sejauh ini, ucap Kusnandi, belum ada keluhan yang dirasakan oleh subjek yang telah disuntikkan kandidat vaksin tersebut.

"Happy-happy saja mereka, bisa jalan kemana-kemana. Malah saat kita telepon bagaimana reaksinya, biasa saja. Dia bilang, 'saya lagi jalan-jalan' ke mana gitu, tetap kita pantau semuanya," katanya.
https://kamumovie28.com/the-fk-it-list/

Selasa, 25 Agustus 2020

Haru, Ayah Rela Tempuh 105 Km dengan Sepeda Demi Antar Anaknya ke Sekolah

Rasa sayang orangtua kepada anak-anaknya memang tidak terhingga. Mereka bahkan rela melakukan apapun demi memastikan bahwa anak-anaknya bisa hidup dengan layak dan memiliki masa depan yang cerah. Hal itu yang juga dilakukan oleh seorang ayah yang berasal dari India.
Seperti dikutip dari India Times, karena tidak tersedianya transportasi umum selama pandemi Corona, seorang ayah rela mengayuh sepedanya dan melakukan perjalanan 105 km jauhnya demi mengantar putranya ke sekolah. Ayah yang bernama Shobhram itu sendiri bukanlah orang yang berpendidikan tinggi, namun dirinya menyadari dan paham seberapa besar pentingnya pendidikan.

Itulah mengapa Shobhram rela menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda demi mengantar putranya yang duduk di kelas 10 agar tetap bisa mengikuti ujian tambahan di sekolahnya. Shobhram ingin putranya itu bisa belajar dengan giat dan tidak menyia-nyiakan setahun penuh sekolahnya hanya dengan melewatkan ujian tambahan tersebut.

Semenjak pandemi Corona, pria berusia 30 tahun itu memang mengaku mengalami kesulitan untuk memperoleh penghasilan. Oleh karena itu dirinya lebih memilih untuk menggunakan sepeda untuk mengantar anaknya.

"Tidak ada sarana transportasi, termasuk bus, yang tersedia karena situasi virus corona yang ada. Tetapi jika saya melewatkan kesempatan ini, maka satu tahun putra saya akan sia-sia. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk membawanya untuk mengikuti ujian dengan sepeda. Lagipula, kami tidak punya uang atau bahkan sepeda motor. Tidak ada yang membantu. Tetapi untuk meningkatkan kehidupan anak saya, saya membawanya ke Dhar untuk hadir dalam ujian dengan sepeda," jelas Shobhram.

Tidak hanya itu saja, Shobhram bersama anaknya juga membawa makanan dan barang-barang lain yang diperlukan selama dua atau tiga hari berada di Dhar. Shobhram menjelaskan, "Kami mulai pada hari Senin dan setelah menghabiskan beberapa jam malam di kota Manawar, kami mencapai Dhar pada hari Selasa pagi tepat sebelum ujian dimulai."

Dedikasi dari ayah yang satu ini sangat patut diacungi jempol. Walaupun mendapat lebih banyak rintangan saat pandemi Corona melanda, dirinya tetap gigih mengantarkan sang anak demi bisa mendapatkan pendidikan yang tinggi. Bagaimana menurutmu?

Sering Dapat Stigma, Profesi Astrologer Ternyata Cukup Menjanjikan

 Astrologi atau ramalan zodiak kerap kali dipandang sebelah mata. Tak sedikit yang mengaitkan ramalan atau membaca kepribadian seseorang lewat zodiak dengan hal-hal klenik.
Profesi astrologer pun tak luput dari stigma itu. Seperti yang pernah dialami Godvin Triastama Simamora, astrologer bersertifikasi, asal Indonesia. Dia pun mengakui kalau pandangan skeptis dari sejumlah orang merupakan salah satu tantangan dari profesi seorang astrologer.

"Ilmu astrologi ini sudah ada sejak 2.000 tahun yang lalu di era Babylonia, Yunani Kuno, tentang ras bintang. Kenapa masih eksis sampai sekarang? Berarti ada sesuatu. Astrologi sendiri terbagi menjadi tiga yaitu versi western, India verdic dan astrologi China yang kita kenal dengan shio," tutur Godvin yang menekuni dunia astrologi dan zodiak sejak 2018, saat berbincang dengan Wolipop.

Dijelaskan Godvin, membaca ramalan zodiak seseorang pun tidak hanya cukup hanya dengan mengetahui tanggal lahir atau zodiaknya. Tapi harus dilihat juga posisi waktu, arah hadap langit saat orang itu lahir, derajat, dan sebagainya.

Dia menyebutkan di Amerika Serikat ada pendidikan formal yang khusus mempelajari tentang astrologi bernama Kepler College Astrological Education. Kampus ini mengajarkan berbagai teori tentang ilmu perbintangan yang dikombinasikan dengan ilmu astronomi.
https://cinemamovie28.com/obscene-whores-2/