Ramai diperbincangkan oleh warganet tentang cara penyemprotan desinfeksi ke warga negara Indonesia (WNI), yang baru dipulangkan dari China. Banyak sekali pertanyaan yang muncul, efektifkah disinfeksi dilakukan dengan semprotan?
Menanggapi hal ini, ahli penyakit tropis dan infeksi, dari RS Metropolitan Medical Center, Jakarta Selatan, Dr dr Erni Juwita Nelwan, SpPD-KPTI, mengatakan proses penyemprotan desinfeksi itu bertujuan untuk menghilangkan bakteri atau virus yang menempel di tubuh atau barang-barang yang dibawa oleh para WNI yang baru dipulangkan dari China.
Namun dr Erni meragukan apa penyemprotan seperti itu akan efektif untuk membunuh virus atau tidak.
"Saya sih takutnya nggak efektif ya dan nggak ada manfaat yang jelas, bajunya itu mungkin berlapis-lapis pakai jaket, dan ada pakaian di dalam, dan ada macam-macam lainnya, disemprotinnya cuma ada kaya yang di gambar itu, kalau seperti itu kan kelihatannya tidak bisa mencapai ke seluruh tempat yang diharapkan," ucap dr Erni kepada detikcom, Senin (3/2/2020).
Menurutnya prosedur penyemprotan seperti itu tidak akan bisa membunuh virus secara keseluruhan. Sebab desinfeksi akan lebih efektif bila dilakukan di dalam ruangan.
"Kalau untuk sisi tujuannya untuk melakukan desinfeksi saya rasa ada tempatnya ya, hanya saja kurang tepat cara pelaksanaannya, sebaiknya disediakan ruangan ya sehingga proses pengerjaannya itu bisa lebih sesuai tidak saat turun pesawat lalu disemprotkan begitu," jelasnya.
Soal bahan yang digunakan untuk disinfeksi, dr Erni meyakini aman untuk manusia. Hal ini juga ditegaskan oleh Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto.
"Fungsinya mematikan bakteri dan virus yang menempel. Itu memang dibuat untuk manusia, untuk disemprotkan ke orang," kata dr Yuri.
Soal Kondisi Tempat Karantina WNI di Wuhan, Kemenkes Jawab Cibiran Netizen
Beredar foto gambaran lokasi yang dijadikan tempat evakuasi WNI dari Wuhan. Foto tersebut ramai jadi perbincangan netizen. Sebagian menanyakan mengapa lokasi karantina tak dilakukan di Rumah Sakit.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto, menjelaskan alasan mengapa mereka tidak dikarantina dalam Rumah Sakit.
"Ya bukan Rumah Sakit, kalau orang sakit masukan RS, kalau orang sehat ya masukan rumah sehat, ini semua orang sehat kok," tegasnya saat dihubungi detikcom, Senin (3/2/2020).
Kondisi karantina WNI dari Wuhan tersebut dilengkapi dengan sejumlah alat tidur, dan peralatan mandi.
Terlihat pula beberapa WNI tengah melakukan aktivitas makan bersama, sambil mengobrol. Beberapa WNI lain terlihat masih mengenakan masker.
Sebelumnya dari 245 WNI yang direncanakan akan dievakuasi, sebanyak 241 yang berhasil dievakuasi dari Wuhan, China.
"Alhamdullillah... sampai saat ini...241 WNI yg akan kembali semua dalam kondisi sehat..dan protokol kesehatan akan terus diterapkan secara disiplin," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam posting-an di akun Instagram, Sabtu (1/2/2020) malam.
https://nonton08.com/the-sinister-surrogate/