China menyiapkan rumah sakit baru di kota pusat wabah novel coronavirus, karena jumlah orang yang terinfeksi terus bertambah. Sampai saat ini sudah lebih dari 17.000 kasus yang terkonfirmasi, dan angka kematian mencapai 361 orang. Salah satu kasus kematian juga ditemukan di luar China, yaitu di Filipina.
Sebelumnya, China sudah membangun Rumah Sakit Huoshenshan yang menyiapkan 1.000 tempat tidur untuk pasien, dan rumah sakit tersebut dibangun hanya dalam delapan hari.
Namun sayangnya karena pasien terus bertambah, para petugas kewalahan dalam menangani pasiennya. Bahkan beberapa diantaranya rela menggunakan popok, karena tak sempat untuk buang air kecil ke kamar mandi.
Mengutip dari BBC, sebanyak 1.400 staf medis tentara Cina yang disiapkan untuk membantu pasien di rumah sakit baru. Beberapa diantaranya sudah berpengalaman dalam menangani novel coronavirus (2019-nCoV).
Rumah sakit kedua di Leishenshan dijadwalkan selesai pada hari Rabu.
Juru bicara Komisi Kesehatan Nasional, Jiao Yahui, mengatakan kepada Reuters bahwa dengan dua rumah sakit baru ini kota Wuhan akan mampu menampung 10.000 pasien, cukup untuk menangani kasus-kasus yang saat ini dicurigai maupun telah dikonfirmasi.
WNI dari Wuhan Disemprot Disinfektan Saat Turun Pesawat, Efektifkah?
Ramai diperbincangkan oleh warganet tentang cara penyemprotan desinfeksi ke warga negara Indonesia (WNI), yang baru dipulangkan dari China. Banyak sekali pertanyaan yang muncul, efektifkah disinfeksi dilakukan dengan semprotan?
Menanggapi hal ini, ahli penyakit tropis dan infeksi, dari RS Metropolitan Medical Center, Jakarta Selatan, Dr dr Erni Juwita Nelwan, SpPD-KPTI, mengatakan proses penyemprotan desinfeksi itu bertujuan untuk menghilangkan bakteri atau virus yang menempel di tubuh atau barang-barang yang dibawa oleh para WNI yang baru dipulangkan dari China.
Namun dr Erni meragukan apa penyemprotan seperti itu akan efektif untuk membunuh virus atau tidak.
"Saya sih takutnya nggak efektif ya dan nggak ada manfaat yang jelas, bajunya itu mungkin berlapis-lapis pakai jaket, dan ada pakaian di dalam, dan ada macam-macam lainnya, disemprotinnya cuma ada kaya yang di gambar itu, kalau seperti itu kan kelihatannya tidak bisa mencapai ke seluruh tempat yang diharapkan," ucap dr Erni kepada detikcom, Senin (3/2/2020).
Menurutnya prosedur penyemprotan seperti itu tidak akan bisa membunuh virus secara keseluruhan. Sebab desinfeksi akan lebih efektif bila dilakukan di dalam ruangan.
"Kalau untuk sisi tujuannya untuk melakukan desinfeksi saya rasa ada tempatnya ya, hanya saja kurang tepat cara pelaksanaannya, sebaiknya disediakan ruangan ya sehingga proses pengerjaannya itu bisa lebih sesuai tidak saat turun pesawat lalu disemprotkan begitu," jelasnya.
Soal bahan yang digunakan untuk disinfeksi, dr Erni meyakini aman untuk manusia. Hal ini juga ditegaskan oleh Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto.
"Fungsinya mematikan bakteri dan virus yang menempel. Itu memang dibuat untuk manusia, untuk disemprotkan ke orang," kata dr Yuri.
https://nonton08.com/scary-movie/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar