Selasa, 08 September 2020

Jokowi Bentuk Tim Percepatan Vaksin Corona, Ini Susunannya

Presiden Jokowi membentuk Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Corona. Tim ini dibentuk untuk mewujudkan ketahanan nasional dalam pengembangan vaksin COVID-19.
Tim yang dibentuk itu tertuang Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin COVID-19.

"Tim Pengembangan Vaksin COVID-19 bertujuan melakukan percepatan pengembangan vaksin COVID19 di Indonesia, mewujudkan ketahanan nasional dan kemandirian bangsa dalam pengembangan vaksin COVID-l9, meningkatkan sinergi penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta invensi dan inovasi, produksi, distribusi, dan penggunaan dan/atau pemanfaatan vaksin COVID-19 antara pemerintah dengan kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan vaksin COVID-l9 dan melakukan penyiapan, pendayagunaan dan peningkatan kapasitas, serta kemampuan nasional dalam pengembangan vaksin COVID-19," demikian isi Keppres pasal 3, seperti dilihat, Senin (7/9/2020).

Keppres ini diteken Jokowi per tanggal 3 September 2020. Dalam keppres itu juga disebutkan susunan tim pengembangan vaksin Corona. Berikut rinciannya:

Susunan Pengarah Tim Pengembangan Vaksin COVID-19

Ketua: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Anggota: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan Menteri Koordinator Bidang Politik,
Hukum, dan Keamanan.

Susunan Penanggung Jawab Tim Pengembangan Vaksin COVID-l9

Ketua: Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional
Wakil Ketua I: Menteri Kesehatan
Wakil Ketua II: Menteri Badan Usaha Milik Negara
Anggota: Menteri Luar Negeri, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Sementara itu susunan pelaksana harian Tim Pengembangan Vaksin COVID-19 terdiri Kemristek, Kemenkes, Kementerian BUMN, Kemenperin, Kemendag, Kemdikbud, BPOM, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, perguruan tinggi, dan badan usaha.

Tim Pengembangan Vaksin COVID-19 akan menjalankan tugas sejak keppres ini ditetapkan sampai tanggal 31 Desember 2021.

Jokowi Ungkap Komitmen Vaksin 'Jadi' hingga Akhir 2021

 Presiden Joko Widido (Jokowi) mengatakan Indonesia mendapatkan komitmen vaksin Corona sebanyak 20-30 juta pada akhir 2020. Jokowi menyebut vaksin itu sudah dalam bentuk barang jadi.
"Saya ingin menyampaikan upaya kita dalam percepatan pengujian dan pengadaan vaksin. Untuk jangka pendek kita berebutan, berlomba-lomba dengan negara lain dalam mendapatkan akses vaksin secepat-cepatnya," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9/2020).

"Alhamdulillah kita sudah mendapatkan komitmen 20 sampai 30 juta vaksin di akhir tahun 2020 ini dalam bentuk barang jadi," imbuhnya.

Jokowi mengatakan Indonesia juga akan mendapatkan komitmen vaksin sekitar 290 juta. Total vaksin itu akan didapatkan hingga akhir 2021.

"Kemudian sampai akhir tahun 2021 kita juga sudah mendapatkan komitmen kira-kira 290 juta vaksin. Karena jangkanya masih sampai akhir 2021," tuturnya.

Kepada kepala daerah, Jokowi meminta agar senantiasa fokus menangani kasus Corona. Jokowi ingin memastikan masyarakat aman sebelum vaksin tersedia secara menyeluruh.

"Saya minta kepada para gubernur untuk pengendalian COVID ini betul menjadi fokus dan konsentrasi kita. Karena memang ini kita perlu memperkuat ketahanan kita agar sampai betul-betul pada seluruh rakyat kita, kita vaksin semuanya," katanya.
https://indomovie28.net/brilliantlove-2/

Senin, 07 September 2020

Sejarah World Cancer Day dan Bangkitnya Semangat Sembuh Pasien Kanker

 Kanker adalah penyakit mematikan yang bisa menyerang siapapun dan tidak memandang gender dan usia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ada 9,6 juta orang di dunia meninggal karena kanker pada tahun 2018 dan korban diprediksi akan terus bertambah jika tidak ada tindakan apapun.
Union for International Cancer Control (UICC) memperingati World Cancer Day atau Hari Kanker Sedunia setiap tanggal 4 Februari. Tujuan utama memperingati hari kanker adalah untuk memberikan dukungan kepada penderita dan menurunkan angka kematian pada penyakit ini.

World Cancer Day sendiri lahir pada 4 Februari 2000 dalam acara World Summit Against Cancer di Paris yang membahas tentang penelitian, pencegahan, peningkatan layanan, dan kesadaran akan penyakit kanker. World Cancer Day ini bisa diikuti oleh siapapun dan organisasi apapun di seluruh dunia.

Tidak sedikit pula di Indonesia yang membuat suatu komunitas yang berisikan relawan untuk membantu penderita kanker. Komunitas ini biasanya memiliki kegiatan donasi kepada pengidap kanker di Indonesia dan kegiatan lainnya untuk mengadakan acara khusus dengan pengidap kanker.

World Cancer Day hari ini bertema 'I Am and I will' yang diartikan sebagai komitmen dan kepercayaan pada diri sendiri untuk melakukan sebuah tindakan. Dengan tema tersebut diartikan pula pengidap kanker pasti bisa melawan penyakitnya jika terus berusaha dan percaya dengan diri sendiri.

"Harapan saya di hari kanker internasional ini, semoga ditemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakit kanker ini. Agar tidak ada lagi orang yang menderita dan kesakitan jangka panjang. Sedih melihat mereka yang harus menjalani metode pengobatan keluar masuk rumah sakit dan efek sampingnya," kata Eka Mulyana, salah satu pendiri yayasan kanker Sahabat Nayla, Selasa (4/2/2020).

"I will do something for us, membuat mereka senang dan tidak malu dengan keadaannya. Saya berharap juga banyak yang lebih peduli lagi terhadap pejuang-pejuang kanker ini terutama pemerintah" pungkasnya.

Jalani Tes Kesehatan 2 Kali Sehari, Kondisi WNI dari Wuhan di Natuna Sehat

 Sejak Minggu, (2/2) sebanyak 238 warga negara Indonesia (WNI) di evakuasi dari Wuhan, China, ke Natuna menyusul arahan Presiden terkait wabah virus corona 2019-nCoV. Saat ini dikabarkan mereka dalam kondisi baik.
"Baru saja kita dapat info bahwa kondisi kesehatan WNI dan teman-teman yang memberikan pelayanan semuanya dalam keadaan baik dan sehat. Tidak ada satu pun orang dengan sakit 38 derajat dan tidak ada keluhan yang dilaporkan di observasi kesehatan," tutur Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr Anung Sugihantono melalui sambungan telepon kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Anung saat ini berada di Natuna untuk evaluasi harian dan memastikan kondisi terkait kepulangan WNI yang dipantau terus menerus selama masa inkubasi 14 hari. Dijelaskan bahwa setiap harinya, kegiatan WNI beragam mulai dari ibadah, olahraga, bahkan ada yang sambil kuliah.

"Ada beberapa yang masih kuliah jadi saat ini mengakses pembelajaran dan menjadi bagian dari aktivitas yang mereka lakukan," papar Anung.

Selama masa inkubasi atau sekitar 14 hari, dilakukan observasi kesehatan setiap harinya untuk memastikan bahwa WNI dari Wuhan tidak mengalami keluhan atau gejala seperti demam, pilek, dan sesak napas.

"Dua kali pemeriksaan. Jam pemeriksaannya di pagi hari setelah aktivitas dan malam sebelum tidur," tutupnya.
https://nonton08.com/suki-demo-nai-kuseni/