Sabtu, 12 September 2020

Alasan Masih Banyak Orang Tak Mau Pakai Masker

 Virus Corona COVID-19 di Indonesia saat ini masih terus meningkat. Per Kamis (10/9/2020), penambahan kasus Corona COVID-19 nyaris menyentuh angka 4 ribu kasus, yaitu sebanyak 3.861 kasus.
Meningkatnya kasus Corona di Indonesia dikaitkan dengan masyarakat yang masih enggan untuk mematuhi protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker. Kenapa masih banyak orang yang belum mau menggunakan masker?

Menurut dr Iwan Ariawan, MSPH, dari Departemen Biostatistika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI), masyarakat masih enggan untuk menggunakan masker karena ada persepsi dirinya tidak mungkin akan tertular Corona.

"Ini terkait dengan persepsi risiko, banyak masyarakat menganggap 'saya risiko tertular Covid rendah kok, saya nggak mungkin tertular'. Ini kita harus perbaiki dulu bahwa saat ini semua orang sangat mungkin tertular COVID-19," kata dr Iwan, dalam siaran pers BNPB Jumat (11/9/2020).

"Dari segi aparat kita harus menertibkan orang-orang yang belum melakukan protokol kesehatan dengan benar. Artinya penggunaan masker harus di atas 85 persen ke atas," tambah dr Iwan.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan mobilitas kegiatan-kegiatan esensial harusnya tidak meningkatkan kasus jika masyarakat disiplin menjalankan protokol. Jadi kalau mobilitas meningkatkan kasus, artinya protokol kesehatan tidak dijalankan.

"Ini adalah pelajaran besar untuk kita, kalau kita tidak disiplin nanti akan terjadi PSBB tidak ada gunanya. Yang penting adalah disiplin, mau PSBB atau tidak kalau kita disiplin kasusnya akan terkendali," pungkasnya.

Jokowi Lebih Pilih PSBM, Apa Bedanya dengan PSBB?

 DKI Jakarta berencana menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengendalikan wabah virus Corona COVID-19. Namun Presiden Jokowi lebih memilih cara Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).
Hal itu disampaikan oleh juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan bersama pimpinan redaksi, Kamis (10/9/2020) malam. Menurut Fadjroel, PSBM akan lebih efektif dengan penerapan protokol kesehatan.

"Saya ikut mendampingi Presiden kemarin (Kamis, 10/9), beliau menekankan, berdasarkan pengalaman empiris dan pendapat ahli sepanjang menangani pandemi COVID-19, pembatasan sosial berskala mikro/komunitas lebih efektif menerapkan disiplin protokol kesehatan," jelas Fadjorel, Jumat (11/9/2020).

Memang apa sih beda PSBB dengan PSBM? Dikutip dari Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 48 Tahun 2020, PSBM pada dasarnya adalah pembatasan yang dilakukan di tingkat desa, kampung, RW, hingga RT.

PSBM bisa dilakukan bila suatu daerah dianggap rentan atau memiliki peningkatan kasus COVID-19, namun kemampuan deteksi dan sumber dayanya terbatas.

Warga di lokasi PSBM diawasi secara ketat dan tidak bisa leluasa keluar-masuk selama periode 14 hari. Warga yang ingin keluar atau masuk wajib meminta surat pengantar pada tim pelaksana PSBM di wilayah yang bersangkutan, dalam hal ini adalah gugus tugas di tingkat kabupaten/kota.

"Orang luar dilarang memasuki wilayah PSBM," tulis Pasal 11 Pergub Jabar Nomor 48 Tahun 2020.

Sebelumnya juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menilai sudah seharusnya Pemprov DKI melakukan pembatasan yang lebih ketat karena kasus Corona makin naik. Dia menyarankan ada pembatasan sosial berskala mikro.

"Khusus daerah yang sedang menjalankan PSBB termasuk DKI Jakarta untuk daerah yang sudah pengendaliannya sudah lebih mikro daripada kota, maka kami harapkan kecamatan pun bisa juga melakukan pembatasan sosial berskala mikro, sehingga bisa betul-betul tempat yang memiliki penularan tinggi sesuai dengan data yang ada bisa dikendalikan dengan baik," kata Wiku beberapa waktu lalu.
https://kamumovie28.com/the-man-from-nowhere-2/

Jumat, 11 September 2020

Terungkap, Ini Efek Samping yang Hentikan Uji Klinis Vaksin AstraZeneca

 Uji coba vaksin Corona AstraZeneca yang dipimpin Oxford University terpaksa harus dihentikan, setelah satu dari relawannya di Inggris mengalami efek samping yang mengerikan. Relawan yang tidak disebutkan namanya itu pun menceritakan apa yang dirasakannya setelah menjalani uji vaksin tersebut.
Ia mendapat suntikan vaksin pertamanya pada bulan Mei lalu. Tetapi, beberapa jam setelah disuntikkan, ia mengalami sakit kepala, menggigil, dan demam.

"Saya bangun sekitar jam 2 pagi dan merasa kedinginan. Tetapi suhu tubuh saya di atas 39 derajat Celcius. Saya merasa sangat lemah dan benar-benar tidak bisa bangun ataupun bergerak, sehingga pasangan saya memberikan paracetamol," jelasnya yang dikutip dari Mirror, Jumat (11/9/2020).

"Suhu tubuh saya terus naik selama satu hari, merasa lemah dan lesu sampai tidak bisa berbuat apa-apa," lanjutnya.

Relawan vaksin itu mengatakan suntikan itu membuatnya merasa lelah seharian. Bahkan ia hanya bisa tidur sepanjang hari kedua setelah penyuntikkan tersebut.

Sudah 111 Dokter RI Meninggal Selama Pandemi COVID-19, Ini Rinciannya

Dari hari ke hari, tenaga kesehatan berguguran di tengah pandemi Corona. Baru-baru ini PB IDI mengumumkan sudah ada 111 dokter yang meninggal.
Survey tim mitigasi Ikatan Dokter Indonesia membuat daftar sebaran kematian dokter Indonesia akibat pandemi COVID-19. Data ini dihimpun PB IDI per Kamis malam, (10/9/2020).

"Benar (akibat COVID-19). Hari ini sudah 111," kata Wakil Ketua PB IDI dr Slamet Budiarto saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (11/9/2020).

Berikut sebaran wilayah kematian dokter Indonesia, diterima detikcom pada Jumat (11/9/2020).

Jawa Timur: 29 dokter
Sumatera Utara: 20 dokter
DKI Jakarta: 14 dokter
Jawa Barat: 10 dokter
Jawa Tengah: 8 dokter
Sulawesi Selatan: 6 dokter
Bali: 4 dokter
Kalimantan Selatan: 4 dokter
Sumatera Selatan: 4 dokter
Kalimantan Timur: 3 dokter
Kepulauan Riau: 2 dokter
DI Yogyakarta: 2 dokter
Aceh: 2 dokter
Papua Barat: 1 dokter
Nusa Tenggara Barat: 1 dokter
Banten: 1 dokter.

Terancam Kolaps, Ini Detail Kondisi Ketersediaan Tempat Tidur RS di DKI

 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diberlakukan di DKI Jakarta per 14 September 2020 mendatang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ini dilakukan karena tingginya kasus penularan virus yang berdampak pada tempat tidur rumah sakit yang terancam kolaps.
Kondisi ini pun dijelaskan lebih rinci oleh juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. Dalam pemaparannya, terungkap sudah ada beberapa rumah sakit yang kapasitas tempat tidurnya sudah terisi penuh.

"7 dari 67 rumah sakit rujukan COVID-19 ini penuh (ICU dan ruang isolasi-red) 100 persen," ungkapnya dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (10/9/2020).

Dari 67 rumah sakit, 7 (10,5 persen) di antaranya tempat tidur di ruang isolasi dan ICU penuh terisi 100 persen.
Dari 67 rumah sakit, 46 (68,6 persen) di antaranya tempat tidur di ruang isolasi dan ICU sudah terisi di atas 60 persen.
Dari 67 rumah sakit, 14 (20,9 persen) di antaranya tempat tidur di ruang isolasi dan ICU baru terisi di bawah 60 persen.
Selain itu, di Rumah Sakit (RS) Darurat Wisma Atlet yang dikhususkan merawat pasien ringan-sedang, kapasitas tempat tidurnya masih tersedia untuk para pasien. Tetapi, ada beberapa tempat tidur yang dilaporkan rusak.

1. Tower 4
- Jumlah tempat tidur yang tersedia : 2.420 tempat tidur
- Tempat tidur yang rusak : 110 tempat tidur
- Tempat tidur untuk jaga rawat : 116 tempat tidur
- Tempat tidur siap huni : 2.194 tempat tidur
- Tempat tidur yang sedang terisi : 0 tempat tidur
- Tempat tidur yang belum terisi : 2.194 tempat tidur

2. Tower 5
- Jumlah tempat tidur yang tersedia : 2.420 tempat tidur
- Tempat tidur yang rusak : 44 tempat tidur
- Tempat tidur untuk jaga rawat : 58 tempat tidur
- Tempat tidur siap huni : 2.318 tempat tidur
- Tempat tidur yang sedang terisi : 0 tempat tidur
- Tempat tidur yang belum terisi : 2.318 tempat tidur

3. Tower 6
- Jumlah tempat tidur yang tersedia : 1.746 tempat tidur
- Tempat tidur yang rusak : 44 tempat tidur
- Tempat tidur untuk jaga rawat : 86 tempat tidur
- Tempat tidur siap huni : 992 tempat tidur
- Tempat tidur yang sedang terisi : 631 tempat tidur
- Tempat tidur yang belum terisi : 361 tempat tidur

4. Tower 7
- Jumlah tempat tidur yang tersedia : 2.454 tempat tidur
- Tempat tidur yang rusak : 78 tempat tidur
- Tempat tidur untuk jaga rawat : 118 tempat tidur
- Tempat tidur siap huni : 1.505 tempat tidur
- Tempat tidur yang sedang terisi : 925 tempat tidur
- Tempat tidur yang belum terisi : 580 tempat tidur
https://cinemamovie28.com/bravetown/