Senin, 14 September 2020

Gimmick Kontroversial 'Wanita Pakai Kemben' di Jalur Gowes Gadis Desa

Dunia persepedaan kembali digemparkan oleh sebuah video viral. Kali ini terkait kegiatan gowes di Malang, yang melewati 'jalur gowes gadis desa' dengan gimmick wanita pakai kemben pura-pura mandi di kali.
Dalam video yang beredar, para pegowes yang semuanya laki-laki bisa turun dari sepeda untuk berfoto bersama wanita-wanita yang mengenakan kemben. Disebut-sebut, kegiatan ini berlokasi di Kecamatan Karangploso, Malang, Jawa Timur.

Praktisi kesehatan olahraga dr Andhika Raspati, SpKO menyebut memang ada banyak motivasi seseorang bersepeda. Idealnya memang untuk bugar, tapi tak sedikit yang hanya ingin 'pansos' alias panjat sosial dengan pamer konten di Instagram dan sejenisnya.

Sah-sah saja menurut dr Dhika, jika seseorang mengawali olahraga dengan motivasi untuk pansos karena dari situ akhirnya bisa berlanjut jadi gaya hidup yang menyehatkan. Namun menurutnya, motivasi bersepeda tidak harus mengobjektivikasi perempuan.

"Nah ini sekarang baru lagi nih, motif baru mungkin. Nggak cuman sekedar sehat gitukan, nggak cuman buat bugar tapi kok ngarahnya ke sana," kata dr Dhika.

Ketua bidang umum ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) DKI Fatur Racavvara meyakini kontroversi gadis berkemben yang viral adalah semacam gimmick untuk menarik minat pemula. Pesepeda yang sudah berpengalaman biasanya tidak tertarik dengan gimmick semacam itu.

"Mereka (pesepeda lama) akan lebih seneng mencari track baru, meng-explore alam, jelajah jalur yang belum dilalui," jelas Fatur.

Soal adanya perempuan pakai kemben yang bisa dibayar untuk diajak foto bareng, Fatur sepakat hal itu mengarah pada pelecehan terhadap harkat wanita. Namun diakuinya, penggunaan wanita sebagai daya tarik sudah jadi fenomena yang sering ditemukan di berbagai kegiatan.

Fatur mencontohkan, olahraga golf juga kerap dihiasi caddy yang cantik-cantik, demikian juga balap motor banyak memakai umbrella girl berpenampilan seksi. Soal perempuan pakai kemben yang viral, tampaknya memang berlebihan.

"Sebaiknya ditiadakan hal yang kaya gitu. Stigmanya akan menjadi negatif," kata Fatur.

Viral Pesepeda Lawan Arah di Tol Jagorawi Bikin Geram Komunitas Gowes

Ulah oknum pesepeda kembali bikin geleng-geleng kepala, kali ini ada yang gowes lawan arah di Tol Jagorawi. Komunitas-komunitas gowes ikut meradang karena aksi berbahaya ini bikin jelek citra pesepeda.
"Waduh pelanggaran berat ini, karena ini sangat menodai semangat para pegowes yang selalu menghimbau agar selalu mematuhi rambu lalulintas saat gowes," kata Wakil Ketua Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR), Suyono Abet, Minggu (14/9/2020).

Suyono meminta komunitas yang menaungi para pesepeda 'nakal' ini ini untuk secara gentleman meminta maaf. Aksi mereka dinilai sangat membahayakan, bukan saja untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk pengguna jalan tol pada umumnya.

Hingga kini, belum ada titik terang soal identitas rombongan pesepeda yang masuk tol dan lawan arah tersebut. Namun diketahui, mereka mengendarai jenis sepeda yang sama yakni MTB atau mountain bike, dan mengenakan jersey seragam.

"Saya melihat video tersebut langsung kirim ke beberapa group gowes dan screenshot jersey mereka berharap dikenali komunitasnya," kata Rendi, ketua komunitas Rawakalong.mtb.

Sementara itu, General Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Oemi Vierta Moerdika telah mengkonfirmasi insiden tersebut. Pihaknya bersama kepolisian tengah mengidentifikasi rombongan pesepeda tersebut.

"Berdasarkan keterangan petugas di lapangan serta pihak kepolisian, rombongan pesepeda tersebut masuk melalui akses masuk jalan Tol Jagorawi KM 47+200 (traffic light Ciawi), dan mencoba melawan arah dengan menyeberang di median pada KM 46+500, menuju tempat istirahat dan pelayanan (TIP) KM 45. Saat ini kejadian tersebut masih dalam pemeriksaan lanjut dari pihak kepolisian," kata Oemi, dalam keterangannya, Minggu (13/9/2020).

Polisi juga tengah menyelidiki identitas pesepeda tersebut melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi dan di rest area terdekat.
https://indomovie28.net/the-host-2/

Viral Pesepeda Lawan Arah Diduga di Tol Bogor, Komunitas: Bikin Malu!

Sebuah video viral menampilkan ulah pesepeda yang bikin geleng-geleng kepala. Sekitar 7 pesepeda tengah gowes di ruas jalan tol, sebagian di antaranya menyeberang lalu melawan arah.
Para pesepeda mengendarai sepeda jenis mountain bike dan mengenakan jersey yang seragam. Tidak terlihat jelas identitas yang tertera di jersey tersebut.

Suara yang terdengar dalam video tersebut menyebut 'tol Bogor', namun belum diketahui lokasi pasti video tersebut diambil. Dari marka yang terlihat, sepertinya dekat pintu tol.

Video tersebut beredar di grup-grup Whatsapp dan media sosial komunitas pesepeda. Banyak yang menyayangkan perilaku tersebut karena membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan tol lainnya.

Pesepeda masuk tolPesepeda masuk tol Foto: viral
"Waduh pelanggaran berat ini, karena ini sangat menodai semangat para pegowes yang selalu menghimbau agar selalu mematuhi rambu lalulintas saat gowes," kata Wakil Ketua Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR), Suyono Abet, kepada detikcom, Minggu (13/9/2020).

"Lampu merah saja tidak boleh di langgar, apalagi ini masuk jalur tol ramai-ramai jelas ini suatu pelanggaran," lanjutnya.

Sementara itu, Rendi dari komunitas sepeda Rawakalong.mtb mengecam keras perilaku pesepeda yang membahayakan tersebut. Menurutnya, apa yang tampak di video sudah jelas merupakan pelanggaran.

"Saya melihat video tersebut langsung kirim ke beberapa group gowes dan screenshot jersey mereka berharap dikenali komunitasnya," kata Rendi.

Gimmick Kontroversial 'Wanita Pakai Kemben' di Jalur Gowes Gadis Desa

Dunia persepedaan kembali digemparkan oleh sebuah video viral. Kali ini terkait kegiatan gowes di Malang, yang melewati 'jalur gowes gadis desa' dengan gimmick wanita pakai kemben pura-pura mandi di kali.
Dalam video yang beredar, para pegowes yang semuanya laki-laki bisa turun dari sepeda untuk berfoto bersama wanita-wanita yang mengenakan kemben. Disebut-sebut, kegiatan ini berlokasi di Kecamatan Karangploso, Malang, Jawa Timur.

Praktisi kesehatan olahraga dr Andhika Raspati, SpKO menyebut memang ada banyak motivasi seseorang bersepeda. Idealnya memang untuk bugar, tapi tak sedikit yang hanya ingin 'pansos' alias panjat sosial dengan pamer konten di Instagram dan sejenisnya.

Sah-sah saja menurut dr Dhika, jika seseorang mengawali olahraga dengan motivasi untuk pansos karena dari situ akhirnya bisa berlanjut jadi gaya hidup yang menyehatkan. Namun menurutnya, motivasi bersepeda tidak harus mengobjektivikasi perempuan.

"Nah ini sekarang baru lagi nih, motif baru mungkin. Nggak cuman sekedar sehat gitukan, nggak cuman buat bugar tapi kok ngarahnya ke sana," kata dr Dhika.

Ketua bidang umum ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) DKI Fatur Racavvara meyakini kontroversi gadis berkemben yang viral adalah semacam gimmick untuk menarik minat pemula. Pesepeda yang sudah berpengalaman biasanya tidak tertarik dengan gimmick semacam itu.

"Mereka (pesepeda lama) akan lebih seneng mencari track baru, meng-explore alam, jelajah jalur yang belum dilalui," jelas Fatur.

Soal adanya perempuan pakai kemben yang bisa dibayar untuk diajak foto bareng, Fatur sepakat hal itu mengarah pada pelecehan terhadap harkat wanita. Namun diakuinya, penggunaan wanita sebagai daya tarik sudah jadi fenomena yang sering ditemukan di berbagai kegiatan.

Fatur mencontohkan, olahraga golf juga kerap dihiasi caddy yang cantik-cantik, demikian juga balap motor banyak memakai umbrella girl berpenampilan seksi. Soal perempuan pakai kemben yang viral, tampaknya memang berlebihan.

"Sebaiknya ditiadakan hal yang kaya gitu. Stigmanya akan menjadi negatif," kata Fatur.
https://indomovie28.net/london-town/