Dunia persepedaan kembali digemparkan oleh sebuah video viral. Kali ini terkait kegiatan gowes di Malang, yang melewati 'jalur gowes gadis desa' dengan gimmick wanita pakai kemben pura-pura mandi di kali.
Dalam video yang beredar, para pegowes yang semuanya laki-laki bisa turun dari sepeda untuk berfoto bersama wanita-wanita yang mengenakan kemben. Disebut-sebut, kegiatan ini berlokasi di Kecamatan Karangploso, Malang, Jawa Timur.
Praktisi kesehatan olahraga dr Andhika Raspati, SpKO menyebut memang ada banyak motivasi seseorang bersepeda. Idealnya memang untuk bugar, tapi tak sedikit yang hanya ingin 'pansos' alias panjat sosial dengan pamer konten di Instagram dan sejenisnya.
Sah-sah saja menurut dr Dhika, jika seseorang mengawali olahraga dengan motivasi untuk pansos karena dari situ akhirnya bisa berlanjut jadi gaya hidup yang menyehatkan. Namun menurutnya, motivasi bersepeda tidak harus mengobjektivikasi perempuan.
"Nah ini sekarang baru lagi nih, motif baru mungkin. Nggak cuman sekedar sehat gitukan, nggak cuman buat bugar tapi kok ngarahnya ke sana," kata dr Dhika.
Ketua bidang umum ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) DKI Fatur Racavvara meyakini kontroversi gadis berkemben yang viral adalah semacam gimmick untuk menarik minat pemula. Pesepeda yang sudah berpengalaman biasanya tidak tertarik dengan gimmick semacam itu.
"Mereka (pesepeda lama) akan lebih seneng mencari track baru, meng-explore alam, jelajah jalur yang belum dilalui," jelas Fatur.
Soal adanya perempuan pakai kemben yang bisa dibayar untuk diajak foto bareng, Fatur sepakat hal itu mengarah pada pelecehan terhadap harkat wanita. Namun diakuinya, penggunaan wanita sebagai daya tarik sudah jadi fenomena yang sering ditemukan di berbagai kegiatan.
Fatur mencontohkan, olahraga golf juga kerap dihiasi caddy yang cantik-cantik, demikian juga balap motor banyak memakai umbrella girl berpenampilan seksi. Soal perempuan pakai kemben yang viral, tampaknya memang berlebihan.
"Sebaiknya ditiadakan hal yang kaya gitu. Stigmanya akan menjadi negatif," kata Fatur.
Viral Pesepeda Lawan Arah di Tol Jagorawi Bikin Geram Komunitas Gowes
Ulah oknum pesepeda kembali bikin geleng-geleng kepala, kali ini ada yang gowes lawan arah di Tol Jagorawi. Komunitas-komunitas gowes ikut meradang karena aksi berbahaya ini bikin jelek citra pesepeda.
"Waduh pelanggaran berat ini, karena ini sangat menodai semangat para pegowes yang selalu menghimbau agar selalu mematuhi rambu lalulintas saat gowes," kata Wakil Ketua Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR), Suyono Abet, Minggu (14/9/2020).
Suyono meminta komunitas yang menaungi para pesepeda 'nakal' ini ini untuk secara gentleman meminta maaf. Aksi mereka dinilai sangat membahayakan, bukan saja untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk pengguna jalan tol pada umumnya.
Hingga kini, belum ada titik terang soal identitas rombongan pesepeda yang masuk tol dan lawan arah tersebut. Namun diketahui, mereka mengendarai jenis sepeda yang sama yakni MTB atau mountain bike, dan mengenakan jersey seragam.
"Saya melihat video tersebut langsung kirim ke beberapa group gowes dan screenshot jersey mereka berharap dikenali komunitasnya," kata Rendi, ketua komunitas Rawakalong.mtb.
Sementara itu, General Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Oemi Vierta Moerdika telah mengkonfirmasi insiden tersebut. Pihaknya bersama kepolisian tengah mengidentifikasi rombongan pesepeda tersebut.
"Berdasarkan keterangan petugas di lapangan serta pihak kepolisian, rombongan pesepeda tersebut masuk melalui akses masuk jalan Tol Jagorawi KM 47+200 (traffic light Ciawi), dan mencoba melawan arah dengan menyeberang di median pada KM 46+500, menuju tempat istirahat dan pelayanan (TIP) KM 45. Saat ini kejadian tersebut masih dalam pemeriksaan lanjut dari pihak kepolisian," kata Oemi, dalam keterangannya, Minggu (13/9/2020).
Polisi juga tengah menyelidiki identitas pesepeda tersebut melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi dan di rest area terdekat.
https://indomovie28.net/the-host-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar