Selasa, 15 September 2020

Rekor 42.636 Spesimen COVID-19 Per 15 September, Tertinggi Selama Pandemi

Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 mencapai 225.030 kasus pada Selasa (15/9/2020). Jumlah spesimen yang diperiksa mencatatkan rekor sebanyak 42.636, tertinggi sejak pandemi.
Sebelumnya, angka tertinggi dicatatkan pada 12 September 2020 dengan 38.571 spesimen. Sementara Presiden Joko Widodo menargetkan 30 ribu pemeriksaan spesimen dalam sehari.

Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Selasa (15/9/2020), adalah sebagai berikut:

1. Kasus positif bertambah 3.507 menjadi 225.030

2. Pasien sembuh bertambah 2.660 menjadi 161.065

3. Pasien meninggal bertambah 124 menjadi 8.965

Sebelumnya pada Senin (14/9/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 221.523 kasus, sembuh 158.405, dan meninggal 8.841 kasus.

Update Corona Indonesia 15 September: Tambah 3.507, Total Positif 225.030

Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Selasa (15/9/2020) bertambah 3.507. Total tercatat 225.030 positif, 161.065 sembuh, 8.965 meninggal.
Sementara itu jumlah pemeriksaan dalam sehari tercatat sebanyak 99.634. Jumlah suspek yang tercatat sebanyak 42.636.

Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Selasa (15/9/2020), adalah sebagai berikut:

1. Kasus positif bertambah 3.507 menjadi 225.030

2. Pasien sembuh bertambah 2.660 menjadi 161.065

3. Pasien meninggal bertambah 124 menjadi 8.965

Sebelumnya pada Senin (14/9/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 221.523 kasus, sembuh 158.405, dan meninggal 8.841 kasus.

Tak Disarankan Digunakan di KRL, Ini Bentuk Masker Scuba

 PT KCI menghimbau para penumpangnya untuk menghindari penggunaan masker scuba. Dari penjelasan PT KCI, masker jenis tersebut dianggap kurang efektif dalam mencegah penularan virus Corona.
Sebagai gantinya, PT KCI lebih menyarankan untuk menggunakan masker berbahan kain atau masker kesehatan. Meskipun populer digunakan, banyak yang masih meragukan efektivitas masker ini dalam menyaring partikel debu maupun virus Corona.

Seperti apa sih bentuk masker scuba?
Bentuk masker scuba ini seperti masker pada umumnya. Tetapi, masker ini dinilai lebih nyaman dipakai karena bahannya yang elastis dan bisa melar alias stretch yang akan mengikuti bentuk wajah pemakainya.

Tidak seperti jenis masker lain, lapisan masker ini umumnya tidak didobel. Jenis masker ini hanya memiliki satu lapisan saja, sehingga agak diragukan efektivitasnya.

Terbuat dari bahan apa?
Jenis masker ini menggunakan bahan yang bernama scuba. Dikutip dari Sewport, scuba adalah nama lain untuk neophrene atau polycloroprene yaitu salah satu jenis kain sintetis. Kain ini disebut scuba karena cukup populer dipakai bahan pakaian para penyelam 'scuba'.

Kain scuba ini termasuk jenis kain double knit yang kuat, tetapi cukup ringan yang mirip dengan spandex atau lyra yang banyak digunakan untuk pakaian olahraga.

Namun untuk keperluan membuat masker, berdasarkan penelitian di jurnal Disaster Med Public Health Preparedness lebih menyarankan bahan masker bedah yang paling efektif untuk menangkal partikel berukuran 0,02 mikron.

Efektifkah untuk menangkal virus Corona?
Menurut dokter paru dari Omni Hospitals Pulomas dr Frans Abednego Barus, SpP, kemampuan proteksi masker semacam ini memang terbatas. Bahkan tingkat keamanannya masih di bawah standar.

"Tingkat keamanannya tetap di bawah masker standar bedah maupun N95," katanya saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.
https://cinemamovie28.com/taboo-the-unthinkable-act/

Senin, 14 September 2020

Gimmick Kontroversial 'Wanita Pakai Kemben' di Jalur Gowes Gadis Desa

Dunia persepedaan kembali digemparkan oleh sebuah video viral. Kali ini terkait kegiatan gowes di Malang, yang melewati 'jalur gowes gadis desa' dengan gimmick wanita pakai kemben pura-pura mandi di kali.
Dalam video yang beredar, para pegowes yang semuanya laki-laki bisa turun dari sepeda untuk berfoto bersama wanita-wanita yang mengenakan kemben. Disebut-sebut, kegiatan ini berlokasi di Kecamatan Karangploso, Malang, Jawa Timur.

Praktisi kesehatan olahraga dr Andhika Raspati, SpKO menyebut memang ada banyak motivasi seseorang bersepeda. Idealnya memang untuk bugar, tapi tak sedikit yang hanya ingin 'pansos' alias panjat sosial dengan pamer konten di Instagram dan sejenisnya.

Sah-sah saja menurut dr Dhika, jika seseorang mengawali olahraga dengan motivasi untuk pansos karena dari situ akhirnya bisa berlanjut jadi gaya hidup yang menyehatkan. Namun menurutnya, motivasi bersepeda tidak harus mengobjektivikasi perempuan.

"Nah ini sekarang baru lagi nih, motif baru mungkin. Nggak cuman sekedar sehat gitukan, nggak cuman buat bugar tapi kok ngarahnya ke sana," kata dr Dhika.

Ketua bidang umum ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) DKI Fatur Racavvara meyakini kontroversi gadis berkemben yang viral adalah semacam gimmick untuk menarik minat pemula. Pesepeda yang sudah berpengalaman biasanya tidak tertarik dengan gimmick semacam itu.

"Mereka (pesepeda lama) akan lebih seneng mencari track baru, meng-explore alam, jelajah jalur yang belum dilalui," jelas Fatur.

Soal adanya perempuan pakai kemben yang bisa dibayar untuk diajak foto bareng, Fatur sepakat hal itu mengarah pada pelecehan terhadap harkat wanita. Namun diakuinya, penggunaan wanita sebagai daya tarik sudah jadi fenomena yang sering ditemukan di berbagai kegiatan.

Fatur mencontohkan, olahraga golf juga kerap dihiasi caddy yang cantik-cantik, demikian juga balap motor banyak memakai umbrella girl berpenampilan seksi. Soal perempuan pakai kemben yang viral, tampaknya memang berlebihan.

"Sebaiknya ditiadakan hal yang kaya gitu. Stigmanya akan menjadi negatif," kata Fatur.

Viral Pesepeda Lawan Arah di Tol Jagorawi Bikin Geram Komunitas Gowes

Ulah oknum pesepeda kembali bikin geleng-geleng kepala, kali ini ada yang gowes lawan arah di Tol Jagorawi. Komunitas-komunitas gowes ikut meradang karena aksi berbahaya ini bikin jelek citra pesepeda.
"Waduh pelanggaran berat ini, karena ini sangat menodai semangat para pegowes yang selalu menghimbau agar selalu mematuhi rambu lalulintas saat gowes," kata Wakil Ketua Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR), Suyono Abet, Minggu (14/9/2020).

Suyono meminta komunitas yang menaungi para pesepeda 'nakal' ini ini untuk secara gentleman meminta maaf. Aksi mereka dinilai sangat membahayakan, bukan saja untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk pengguna jalan tol pada umumnya.

Hingga kini, belum ada titik terang soal identitas rombongan pesepeda yang masuk tol dan lawan arah tersebut. Namun diketahui, mereka mengendarai jenis sepeda yang sama yakni MTB atau mountain bike, dan mengenakan jersey seragam.

"Saya melihat video tersebut langsung kirim ke beberapa group gowes dan screenshot jersey mereka berharap dikenali komunitasnya," kata Rendi, ketua komunitas Rawakalong.mtb.

Sementara itu, General Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Oemi Vierta Moerdika telah mengkonfirmasi insiden tersebut. Pihaknya bersama kepolisian tengah mengidentifikasi rombongan pesepeda tersebut.

"Berdasarkan keterangan petugas di lapangan serta pihak kepolisian, rombongan pesepeda tersebut masuk melalui akses masuk jalan Tol Jagorawi KM 47+200 (traffic light Ciawi), dan mencoba melawan arah dengan menyeberang di median pada KM 46+500, menuju tempat istirahat dan pelayanan (TIP) KM 45. Saat ini kejadian tersebut masih dalam pemeriksaan lanjut dari pihak kepolisian," kata Oemi, dalam keterangannya, Minggu (13/9/2020).

Polisi juga tengah menyelidiki identitas pesepeda tersebut melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi dan di rest area terdekat.
https://indomovie28.net/the-host-2/