Selasa, 17 November 2020

Pandemi COVID-19, Jaga Diabetesi dari Komplikasi

 Kondisi pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai mempengaruhi banyak aspek kehidupan kita, termasuk bagi diabetesi. Kontrol gula darah penting dilakukan pada masa pandemi ini. Sebab, diabetesi berisiko mengalami gejala dan komplikasi yang lebih parah kalau sampai terinfeksi COVID-19. Hal itu diungkapkan oleh American Diabetes Association.

Apa yang harus dilakukan untuk mengontrol gula darah? International Diabetes Federation menyatakan pola makan sehat merupakan langkah penting dalam penanganan diabetes. Untuk itu, penting bagi diabetesi untuk memilih makanan yang seimbang dan bervariasi agar kadar gula dan kerja sistem kekebalan tubuh kita tetap terjaga, terutama pada masa pandemi.


Lalu, apa saja yang dapat kita lakukan untuk memilih makanan yang seimbang? Berikut ini beberapa tips dari International Diabetes Federation yang dapat kita ikuti.


Utamakan memilih makanan yang kaya serat seperti sayuran, buah dan produk bijian utuh. Konsumsi sayuran (terutama sayuran hijau) dan buah sebanyak 2-3 porsi per hari.


Saat di rumah, batasi konsumsi gorengan serta hindari konsumsi makanan tinggi gula, karbohidrat, dan lemak. Ketika memasak, pilih minyak yang lebih rendah lemak jenuh seperti Tropicana Slim Extra Virgin Olive Oil.


Pilih sumber protein rendah lemak seperti ikan, telur, susu rendah lemak, dan kacang-kacangan.


Nah selain pola makan sehat, rutin berolahraga juga sangat penting untuk mengontrol gula darah, menjaga kesehatan, dan memperbaiki suasana hati di saat pandemi. Kegiatan sehari-hari seperti membersihkan rumah dan berkebun juga dapat menjadi salah satu alternatif.


Tak lupa, untuk selalu menjaga jarak, rutin mencuci tangan, dan menggunakan masker saat keluar rumah untuk mencegah penularan COVID-19. Hindari juga berbagi makanan dan peralatan lainnya dan menyentuh wajah sebelum mencuci tangan dengan baik.

https://cinemamovie28.com/movies/diet-of-sex/


Update Corona Indonesia 11 November: Tambah 3.370, Total Kasus 448.118


Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Rabu (11/11/2020) bertambah 3.370 kasus. Total positif 448.118, sembuh 378.982, dan meninggal 14.836.

Jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 39.341, sedangkan suspek yang tercatat sebanyak 55.982.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Rabu (11/11/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 3.370 menjadi 448.118

Pasien sembuh bertambah 3.241 menjadi 378.982

Pasien meninggal bertambah 75 menjadi 14.836

Sebelumnya pada Selasa (10/11/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 444.348 kasus, sembuh 375.741, dan meninggal 14.761 kasus.


Sebaran 3.770 Kasus Corona 11 November, Jabar Lampaui DKI!


Pemerintah melaporkan 3.770 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Rabu (11/11/2020). Total kasus terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 448.118 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

Jawa Barat menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 668 kasus, disusul DKI Jakarta sebanyak 587 kasus baru per 11 November.


Dikutip dari laman covid19.go.id, pada hari ini ada sebanyak 3.241 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona sebanyak 75 orang.


Berikut detail sebaran 3.770 kasus baru Corona di Indonesia pada Rabu (11/11/2020):


Jawa Barat: 668 kasus

DKI Jakarta: 587 kasus

Kalimantan Timur: 345 kasus

Sumatera Barat: 254 kasus

Jawa Timur: 168 kasus

Sulawesi Selatan: 168 kasus

Jawa Tengah: 161 kasus

Kepulauan Riau: 158 kasus

Riau: 146 kasus

Banten: 125 kasus

Lampung: 99 kasus

Bali: 93 kasus

Sulawesi Utara: 78 kasus

Sumatera Utara: 78 kasus

Sumatera Selatan: 76 kasus

Papua Barat: 72 kasus

Kalimantan Selatan: 71 kasus

Aceh: 51 kasus

Bangka Belitung: 48 kasus

Kalimantan Tengah: 45 kasus

Sulawesi Tengah: 37 kasus

Nusa Tenggara Barat: 36 kasus

Kalimantan Barat: 33 kasus

DI Yogyakarta: 30 kasus

Sulawesi Tenggara: 30 kasus

Maluku Utara: 28 kasus

Maluku: 25 kasus

Bengkulu: 18 kasus

Sulawesi Barat: 13 kasus

Kalimantan Utara: 12 kasus

Jambi: 11 kasus

Nusa Tenggara Timur: 6 kasus

https://cinemamovie28.com/movies/the-housemaid/


Vaksin Pfizer: Ini Sejarah, Fakta dan Asal Negaranya

  Perusahaan farmasi terbesar di Amerika Serikat (AS) Pfizer mengumumkan vaksin yang dikembangkannya efektif 90% mencegah penularan virus Corona (COVID-19). Vaksin pfizer menggunakan teknologi rekayasa genetika yang bertujuan melihat genom RNA virus.

Vaksin ini teruji untuk usia 16-85 tahun. Uji klinis telah dilakukan dengan menyuntikkan vaksin pada 43.500 orang di enam negara dan diklaim tidak ada masalah serius pada fase akhir uji coba.


1. Sejarah Vaksin Pfizer


Pfizer bekerja sama dengan perusahaan Jerman, BioNTech. BioNTech didirikan oleh pasangan suami istri dokter Ugur Sahin dan Ozlem Tureci.


Keduanya disebut-sebut sebagai otak keberhasilan produksi vaksin Pfizer. Profesor Sahin berusia 55 tahun dan istrinya Dr Tureci berumur 53 tahun.


Keduanya berasal dari keluarga imigran. Sahin yang adalah CEO BioNTech, lahir di kota Iskenderun, Turki. Sedangkan sang istri, Dr Tureci, lahir di Jerman, tapi ayahnya adalah dokter asal Turki yang bermigrasi dari Istanbul. Tureci berstatus sebagai Chief Medical Officer BioNTech.


BioNTech didirikan tahun 2008 untuk menemukan lebih banyak metode terapi imun melawan kanker. Yayasan Bill & Melinda Gates Foundation adalah salah satu pemberi dana buat mereka.


Sejarah dimulainya vaksin Pfizer ini yakni pada Januari 2020, profesor Sahin membaca jurnal ilmiah tentang merebaknya virus Corona baru di Wuhan. Setelah diteliti, ternyata obat mRNA anti kanker bisa menjadi basis vaksin Corona.


BioNTech pun langsung membuat tim yang terdiri dari 500 orang untuk mengembangkannya.


Tak berapa lama, Pfizer dan perusahaan obat China, Fosun, setuju menjadi mitra BioNTech. Hasil dari trial Pfizer menunjukkan vaksin Corona itu memicu tubuh menghasilkan antibodi melawan Corona dengan efektivitas 90%.

https://cinemamovie28.com/movies/the-day-after/


2. Fakta Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer dinamakan BNT162b2 dan berbasis teknologi messenger RNA (nRNA). Vaksin ini Menggunakan gen sintetis yang lebih mudah diciptakan, sehingga bisa diproduksi lebih cepat dibanding teknologi biasa.


Virus yang tidak aktif ini tidak menyebabkan sakit tetapi mengajari sistem imun untuk memberikan respons perlawanan.


Selain itu, dengan mRNA, tubuh tidak disuntik virus mati maupun dilemahkan, melainkan disuntik kode genetik dari virus tersebut. Hasilnya, tubuh akan memproduksi protein yang merangsang respons imun.


Nah, dari 43.500 relawan, beberapa di antaranya merasakan efek samping seperti sakit kepala dan nyeri otot yang mirip dengan vaksin flu.


Salah satu relawan yang bernama Glenn Deshields (44) asal Austin, Texas, menggambarkan efek samping vaksin yaitu 'pengar yang parah' dan seperti mabuk. Namun efek samping ini menghilang dengan cepat.


Relawan lainnya, Carrie (45) asal Missouri seperti dilansir Express UK, mengatakan dirinya mengalami sakit kepala, nyeri tubuh, hingga demam. Hal ini dirasakan setelah ia mendapat suntikan pertamanya pada September lalu.


Lalu efek samping tampak meningkat setelah dosis kedua bulan Oktober.


Perlindungan atau antibodi yang didapat tercapai setelah 28 hari dimulainya vaksinasi dan 7 hari usai menerima dosis kedua. Saat studi berlanjut persentase kemanjuran vaksin akhir bisa bervariasi, seperti dilansir situs resmi Pfizer.


Namun dikutip dari Businessinsider, analisis ini belum menguji apakah vaksin tersebut juga mencegah infeksi asimtomatis atau tanpa gejala. Partisipan dites hanya ketika bergejala.


Belum bisa dipastikan seberapa efektif vaksin mencegah seseorang jadi carrier asimptomatis.


Rencananya Pfizer akan meminta izin penggunaan vaksin darurat vaksin COVID-19 yang dikembangkannya pada Badan Pengawas Obat dan Makanan AS. Permohonan itu akan dilakukan segera, setelah sukarelawan vaksinasi COVID-19 dipantau selama dua bulan dari penyuntikan dosis kedua vaksin tersebut.


Mereka sekarang berharap dapat memproduksi hingga 50 juta dosis untuk melindungi 25 juta orang tahun ini. Pfizer mengatakan akan memproduksi hingga 1,3 miliar dosis vaksin pada tahun 2021.


3. Dapat Sentimen Positif

Penemuan vaksin Pfizer mendapatkan sentimen positif dari masyarakat. Bill Gates yang aktif dalam dunia vaksin melalui yayasan Bill & Melinda Gates Foundation, beberapa waktu lalu sudah menyinggung bahwa Pfizer punya peluang kuat menghadirkan vaksin Corona pertama yang efektif.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan berita vaksin Pfizer ini merupakan salah satu berita yang positif. Adanya vaksin diharapkan bisa menjadi jalan keluar masalah.



4. Harga vaksin COVID-19 Pfizer

Pfizer dan BioNTech akan menjual vaksin Pfizer berbasis mRNA mereka kepada pemerintah AS dengan perkiraan biaya USD 19,50 per suntikan. Hal ini dikutip dari FiercePharma.


5. Asal Negara


Seperti dijelaskan di atas, vaksin Pfizer bekerja sama dengan perusahaan Jerman, BioNTech. Pfizer adalah perusahaan farmasi asal Amerika Serikat.

https://cinemamovie28.com/movies/the-crawler-in-the-attic/