Jumat, 20 November 2020

Satu Lagi Kandidat Vaksin COVID-19 yang Berhasil Tunjukkan Antibodi

 Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, mengatakan vaksin COVID-19 potensial yang dikembangkan oleh Universitas Queensland, Australia dan CSL telah menunjukkan respons antibodi pada pengujian awal. Dan saat ini vaksin tersebut akan memulai tahap pengujian terakhir.

"Vaksin terbukti aman melalui uji klinis fase 1 dan terbukti menghasilkan respons antibodi yang positif," kata Hunt yang dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (14/11/2020).


"Itu (vaksin) melakukan tugasnya. Itu terutama terjadi pada orang tua, dan itu merupakan hasil yang sangat penting, mengingat kerentanan global terhadap orang tua di seluruh dunia dari COVID-19," lanjutnya.


Jika vaksin tersebut lulus uji coba tahap terakhir, Hunt mengatakan bisa siap untuk didistribusikan pada tahun 2021 mendatang. Pemerintah Australia sudah setuju untuk membeli kandidat vaksin yang dikembangkan Universitas Queensland itu sebanyak 51 juta dosis.


Selain itu, Australia juga akan membeli vaksin AstraZeneca yang dikembangkan oleh Universitas Oxford, jika sudah lolos dari uji tahap akhir.

https://kamumovie28.com/movies/my-best-friends-wife/


Update Corona Indonesia 14 November: Tambah 5.272 Kasus Baru, Total 463.007


 Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Jumat (14/11/2020), bertambah 5.572 kasus. Total positif 463.007, sembuh 388.094, dan meninggal 15.148.

Jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 41.336, sedangkan suspek yang tercatat sebanyak 61.975.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Sabtu (14/11/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 5.272 menjadi 463.007


Pasien sembuh bertambah 3.000 menjadi 388.094


Pasien meninggal bertambah 111 menjadi 15.148


Sebelumnya pada Jumat (13/11/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 457.735 kasus, sembuh 385.094, dan meninggal 15.037 kasus.


Sebaran Virus Corona Indonesia 14 November: 5.272 Kasus Baru, 1.255 dari DKI


 - Pemerintah melaporkan 5.272 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Sabtu (14/11/2020). Total kasus terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 463.007 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.255 kasus, disusul Jawa Tengah sebanyak 1.222 kasus baru per 14 November.


Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 3.000 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona sebanyak 111 orang.


Berikut detail sebaran 5.272 kasus baru Corona di Indonesia pada Sabtu (14/11/2020):


DKI Jakarta: 1.255

Jawa Tengah: 1.222

Jawa Barat: 809

Jawa Timur: 256

Sumatera Barat: 244

Papua: 177

Banten: 166

Kalimantan Timur: 146

Riau: 130

Lampung: 87

Sumatera Utara: 78

Sulawesi Selatan: 69

Sulawesi Utara: 65

Sumatera Selatan: 64

Sulawesi Tenggara: 58

DI Yogyakarta: 51

Kalimantan Selatan: 51

Bali: 48

Bengkulu: 37

Kalimantan Tengah: 36

Papua Barat: 31

NTB: 27

Maluku: 25

Kalimantan Utara: 24

Kepulauan Riau: 21

Aceh: 20

Jambi: 19

Bangka Belitung: 15

Kalimantan Barat: 12

Sulawesi Tengah: 8

Sulawesi Barat: 8

NTT: 7

Maluku Utara: 6

https://kamumovie28.com/movies/american-beauty/

Dirut RSI Surabaya Meninggal karena COVID-19, Ini Gejala yang Picu Kondisi Fatal

 Kabar duka datang dari Dirut Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya Ahmad Yani, dr Samsul Arifin, MARS dinyatakan meninggal karena COVID-19. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua perhimpunan rumah sakit seluruh Indonesia (PERSI) Jatim itu dilaporkan meninggal hari ini pukul 06.45 WIB.

"Iya, benar," ujar Marketing dan Humas RSI A Yani M Budhi saat dikonfirmasi, Sabtu (14/11/2020).


Budhi menuturkan almarhum diketahui terpapar COVID-19 sejak 25 Oktober lalu. Dan sempat dirawat selama 20 hari di ruang isolasi RSU Soetomo.


Saat terinfeksi COVID-19, ada beberapa faktor yang bisa memperparah gejala bahkan memicu kondisi fatal. Seperti usia lanjut, respons kekebalan tubuh dan penyakit penyerta.


Selain itu, adapula kondisi fatal yang disebabkan karena happy hypoxia saat terpapar COVID-19. Kondisi ini terjadi saat pasien COVID-19 memiliki saturasi oksigen yang rendah tapi tak bergejala sesak napas.


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) menyebut ada beberapa tanda atau gejala COVID-19 yang perlu diwaspadai karena memicu kondisi fatal hingga kematian.


Berikut tandanya

Kesulitan bernapas

Nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada

Kebingungan

Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga

Bibir, wajah atau kuku kebiruan (kondisi ini bisa menunjukkan happy hypoxia).

Meski begitu, hingga saat ini, banyak pasien COVID-19 yang meninggal karena memiliki penyakit penyerta. Penyakit penyerta yang diidap pasien COVID-19 membuat seseorang memiliki sistem imun lebih lemah sehingga tak mampu melawan COVID-19.


"Jika sistem kekebalan tubuh tidak kuat, kemungkinan besar virus itu dapat berkembang biak di dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan parut. Sistem kekebalan akan melawannya dan menghancurkan jaringan paru yang sehat dalam prosesnya," kata Dr Sarah Jarvis GP, Direktur Klinis Patient Access, dikutip dari The Sun.

https://kamumovie28.com/movies/affair/


Satu Lagi Kandidat Vaksin COVID-19 yang Berhasil Tunjukkan Antibodi


Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, mengatakan vaksin COVID-19 potensial yang dikembangkan oleh Universitas Queensland, Australia dan CSL telah menunjukkan respons antibodi pada pengujian awal. Dan saat ini vaksin tersebut akan memulai tahap pengujian terakhir.

"Vaksin terbukti aman melalui uji klinis fase 1 dan terbukti menghasilkan respons antibodi yang positif," kata Hunt yang dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (14/11/2020).


"Itu (vaksin) melakukan tugasnya. Itu terutama terjadi pada orang tua, dan itu merupakan hasil yang sangat penting, mengingat kerentanan global terhadap orang tua di seluruh dunia dari COVID-19," lanjutnya.


Jika vaksin tersebut lulus uji coba tahap terakhir, Hunt mengatakan bisa siap untuk didistribusikan pada tahun 2021 mendatang. Pemerintah Australia sudah setuju untuk membeli kandidat vaksin yang dikembangkan Universitas Queensland itu sebanyak 51 juta dosis.


Selain itu, Australia juga akan membeli vaksin AstraZeneca yang dikembangkan oleh Universitas Oxford, jika sudah lolos dari uji tahap akhir.

https://kamumovie28.com/movies/halloween-at-aunt-ethels/