Minggu, 22 November 2020

Update Corona Indonesia 17 November: Tambah 3.807, Total Positif 474.455

 Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Selasa (17/11/2020) bertambah 3.807 kasus. Total positif menjadi 474.455, sembuh 398.636, dan meninggal 15.393

Sementara itu jumlah suspek yang tercatat sebanyak 64.928, sedangkan jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 39.772


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Selasa (17/11/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 3.807 menjadi 474.455

Pasien sembuh bertambah 3.193 menjadi 398.636

Pasien meninggal bertambah 97 menjadi 15.393

Sebelumnya pada Senin (16/11/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 470.648 kasus, sembuh 395.443, dan meninggal 15.296 kasus.

https://indomovie28.net/movies/sexual-life/


Sebaran Virus Corona Indonesia 17 November: 3.807 Kasus Baru, DKI Sumbang 1.037


Pemerintah melaporkan 3.807 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Selasa (17/11/2020). Total kasus terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 474.455 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.037 kasus, disusul Jawa Tengah sebanyak 652 kasus baru per 17 November.


Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 3.193 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona sebanyak 97 orang.


Berikut detail sebaran 3.807 kasus baru Corona di Indonesia pada Selasa (17/11/2020):


DKI Jakarta: 1.037 kasus

Jawa Tengah: 652 kasus

Jawa Barat: 648 kasus

Riau: 268 kasus

Jawa Timur: 206 kasus

Kalimantan Timur: 171 kasus

Sumatera Barat: 105 kasus

Sumatera Utara: 101 kasus

DI Yogyakarta: 90 kasus

Kalimantan Tengah: 65 kasus

Sulawesi Selatan: 63 kasus

Sumatera Selatan: 50 kasus

Sulawesi Utara: 46 kasus

Aceh: 43 kasus

Kalimantan Barat: 38 kasus

Sulawesi Tengah: 33 kasus

Nusa Tenggara Timur: 25 kasus

Lampung: 22 kasus

Maluku Utara: 20 kasus

Maluku: 19 kasus

Sulawesi Tenggara: 17 kasus

Bangka Belitung: 15 kasus

Kalimantan Utara: 15 kasus

Bengkulu: 14 kasus

Kalimantan Selatan: 14 kasus

Jambi: 10 kasus

Papua: 6 kasus

Sulawesi Barat: 6 kasus

Nusa Tenggara Barat: 4 kasus

Bali: 2 kasus

Kepulauan Riau: 1 kasus

Papua Barat: 1 kasus.


Viral Edaran RSCM Tak Wajib APD Saat Tangani Pasien COVID-19, Ini Kata Menkes


Baru-baru ini beredar surat edaran di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) terkait penggunaan hazmat yang disebut tidak lagi diperlukan saat menangani pasien COVID-19. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan hal ini hanya berlaku di RSCM saja. Secara nasional, pedoman terkait APD (Alat Pelindung Diri) masih tetap sama, termasuk penggunaan hazmat.

"Itu edaran dari RSCM, RSCM melakukan riset kecil-kecilan sendiri untuk dia juga akan dievaluasi dimonev (monitoring dan evaluasi) sendiri sama RSCM, apakah benar melakukan seperti itu," ungkap Menkes Terawan dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Selasa (17/11/2020).


"Sedangkan kita masih mengacu pada pedoman-pedoman yang ada soal APD dan lain sebagainya," lanjut Terawan.


Hingga saat ini, Terawan menegaskan tidak ada kebijakan terkait perubahan pedoman pemakaian hazmat dalam merawat pasien COVID-19. Menurutnya, pedoman tersebut diterima Terawan sebagai masukan.


"Itu tidak ada kebijakan dari Kemenkes, itu adalah di RSCM untuk bahwa gaun itu bisa melindungi tetapi di tempat-tempat khusus," terang Terawan.


"Memang itu sebenarnya pemberlakuan pada tempat di luar yang sangat infeksius, di situ lah maka tidak ada hal yang sifatnya berlaku generalisasi," jelasnya.


"Dia akan gunakan sesuai kemanfaatannya, dan itu adalah kebijakan di RSCM dan sudah WA ke saya, dan di sana ya kami menunggu saja, apapun kita selalu menerima masukan," lanjut Terawan.

https://indomovie28.net/movies/strictly-sexual/

Lurah Petamburan 'Reaktif' Saat Swab, Jenis Tes COVID-19 Apa yang Dipakai?

 Polda Metro Jaya mengundang sejumlah pejabat terkait kerumunan di acara Habib Rizieq Shihab hari ini. Dari 10 yang diperiksa hari ini, salah satunya yakni Lurah Petamburan, Setiyanto, reaktif COVID-19 melalui tes swab antigen.

"Dari 10 ini kita swab anti-gen satu orang Lurah dari Petamburan positif atau reaktif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020).


Biasanya, hasil reaktif atau non reaktif didapat dari rapid test, sedangkan tes swab hasilnya konfirmasi positif atau negatif. Mengapa untuk swab antigen hasilnya dinyatakan reaktif?


Pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD, menjelaskan hasil reaktif pada swab antigen berbeda dengan reaktif pada rapid test. Apa bedanya hasil reaktif pada swab antigen dan rapid test?


"Kalau rapid test antibodi di dalam lateral flow itu ada antibodi yang mengenali antibodi terhadap COVID-19, jadi yang dikenali adalah antibodi juga, tapi antibodinya COVID-19," ungkapnya saat dihubungi detikcom Selasa (17/11/2020).


Berbeda dengan rapid test, swab antigen bukan mengenali antibodi, tetapi mengenali protein SARS-CoV-12, atau yang menyebabkan penyakit COVID-19.


"Kalau kita mengatakan reaktif pada tes antibodi, itu berarti kita bisa bereaksi dengan antibodi terhadap SARS-CoV-2, tetapi kalau kita katakan reaktif pada antigen, berarti reaktif pada proteinnya si SARS-CoV-2, cangkangnya tadi, selaput pembungkusnya itu," tegasnya.


Tes swab antigen hampir sama dengan PCR, yaitu mengambil sampel dari hidung dan tenggorokan. Setelahnya, lendir yang sudah diwab dimasukkan ke cairan khusus, dikocok, setelah itu diteteskan ke kasetnya, ditunggu 15 menit hingga muncul tanda reaktif atau tidak.


"Antigen sama tes PCR itu sama-sama mencari orang-orang yang berpotensi menularkan orang lain dan atau dirinya sendiri mengalami infeksi," lanjut Ahmad.


Bisakah swab antigen dijadikan alat diagnostik seperti halnya swab RT-PCR (reverse-transcriptase polymerase chain reaction)? Klik halaman berikut.


Bisakah swab antigen dijadikan alat diagnostik?Lebih lanjut, Ahmad menilai swab antigen bisa saja dijadikan sebagai alat diagnostik tetapi berdasarkan beberapa catatan. Pertama, swab antigen harus tervalidasi oleh laboratorium-laboratorium di Indonesia.

Menurutnya, banyak merek swab antigen bermacam-macam yang masuk ke Indonesia, sensitivitas masing-masing swab antigen ada yang cukup bagus dan tidak. Minusnya, sensitivitas swab antigen tetap lebih rendah dari swab PCR, ia juga berpesan bagi yang non reaktif swab antigen agar tetap melanjutkan tes PCR.


"Brandnya banyak banget, harusnya yang sudah digunakan di Indonesia harus sudah melewati validasi dulu karena masalahnya kan sensitivitasnya tidak sebagus PCR," pungkasnya.

https://indomovie28.net/movies/on-the-basis-of-sex/


Update Corona Indonesia 17 November: Tambah 3.807, Total Positif 474.455


Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Selasa (17/11/2020) bertambah 3.807 kasus. Total positif menjadi 474.455, sembuh 398.636, dan meninggal 15.393

Sementara itu jumlah suspek yang tercatat sebanyak 64.928, sedangkan jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 39.772


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Selasa (17/11/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 3.807 menjadi 474.455

Pasien sembuh bertambah 3.193 menjadi 398.636

Pasien meninggal bertambah 97 menjadi 15.393

Sebelumnya pada Senin (16/11/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 470.648 kasus, sembuh 395.443, dan meninggal 15.296 kasus.

https://indomovie28.net/movies/sex-the-city-and-me/