Jumat, 18 Desember 2020

Bugar dan Sehat, Binaragawan Ini Meninggal Akibat Komplikasi COVID-19

 Juara binaragawan meninggal dunia karena komplikasi COVID-19 yang diidapnya. Roberto Gervasio sebelumnya dalam kondisi bugar, teman dan keluarganya tak menyangka hal ini akan menimpa Roberto.

Pasalnya, selain menjadi binaragawan, dia juga diketahui selalu menjalani pola hidup sehat dan semua orang percaya jika tertular Corona dirinya akan segera pulih. Atlet 40 tahun ini dirawat di rumah sakit selama sebulan.


Berdasarkan keterangan saudara laki-lakinya, ia dinyatakan meninggal pada Sabtu 12 Desember kemarin. Ia meninggal di RS Rehabilitasi Ana Carolina Moura Xavier di Curitiba usai 75 persen paru-parunya mengalami pemburukan karena COVID-19.


Selain sangat menyukai olahraga, ia juga pemilik gym yang telah menjadi binaragawan sejak usia 27 tahun.


"Dia berada dalam kondisi kebugaran puncak dan dalam puncak olahraganya dan sangat bangga dengan apa yang telah dia capai," curhat saudaranya, dikutip dari Daily Star.


Roberto juga diketahui tidak pernah merokok, tidak minum minuman keras, dan mengikuti diet atlet yang ketat. Dia tidak memiliki penyakit penyerta karena disebut sebagai orang yang selalu berhati-hati.


"Kematiannya tidak terduga dan mengejutkan semua orang," kata saudara laki-lakinya.


Atlet tersebut tertular Corona saat melakukan perjalan ke São Paulo bulan lalu. Usai bepergian ia mengalami beberapa gejala COVID-19 hingga akhirnya perlu dibawa ke RS.


Atlet ini sempat pulang pergi RS sebelum akhirnya dirawat. Dua hari usai dirawat, kondisinya kian memburuk hingga akhirnya mengalami komplikasi.


Ia sempat diberi obat penenang dan memakai ventilator sebelum akhirnya tak selamat dari Corona. Pilunya, ia tidak pernah pulih dan keluarganya tidak memiliki kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal.

https://movieon28.com/movies/petualangan-menangkap-petir/


Marak Kasus Prostitusi, Pria Seperti Apa yang Rela Bayar untuk Seks?


 Artis inisial TA tersandung kasus prostitusi. Ia ditangkap oleh Polda Jabar saat sedang berada di dalam kamar hotel bersama satu orang pria hidung belang.

Banyak penelitian dan riset menunjukkan pria yang membeli layanan seks melakukannya karena berbagai alasan, banyak di antaranya berbeda di setiap budaya.


Penerimaan sosial terhadap prostitusi membuat pria lebih mungkin membayar untuk seks. Bagi sebagian pria, risiko adalah bagian dari daya tarik mereka menjajal prostitusi.


Mengutip laman Live Science, peneliti dari University of Portland menemukan pria yang rela bayar untuk seks cenderung memiliki sedikit komitmen untuk menikah. Mereka juga menemukan pria yang memiliki sifat liberal lebih mungkin menjajal jasa seks.


Tapi ada juga mereka yang telah menikah dan berpenghasilan tinggi yang bahkan rela membayar mahal untuk seks. Mereka cenderung punya ketertarikan yang berbeda dalam dunia prostitusi, dibandingkan dengan pria pada umumnya.


Pria yang menggunakan jasa prostitusi dalam studi tersebut menginginkan lebih banyak intimasi dari orang berbeda tapi tetap ingin mendapat komitmen dari pasangannya. Lainnya menjajal prostitusi karena kesepian, tapi ada juga yang secara sosial cangggung dan menghindari kencan biasa sehingga rela bayar untuk seks.


Kesimpulannya, menurut peneliti, semua jenis pria disebut sangat mungkin menggunakan jasa seks atau prostitusi.


Psikolog klinis dari Pro Help Center Nuzulia Rahma Tristinarum beberapa waktu lalu juga mengatakan pria yang pergi ke prostitusi biasanya mencari kesenangan sesaat. Ini juga bisa disebabkan karena kurang adanya hubungan baik dengan sang istri.


"Banyak laki-laki yg mau keluar uang untuk kebutuhan syahwat bisa terjadi karena beberapa hal seperti tidak memiliki arah hidup yang jelas sehingga mudah tergoda kesenangan sesaat," kata Rahma.

https://movieon28.com/movies/partikelir/

Arab Saudi Mulai Vaksinasi COVID-19 Massal, Menkes Jadi Penerima Pertama

 Arab Saudi telah memulai kampanye vaksinasi terbesar untuk melawan COVID-19. Menteri Kesehatan Dr Tawfiq Al-Rabiah pun menjadi orang pertama yang menerima vaksin tersebut.

Pada Kamis (17/12/2020), Al-Rabiah menerima suntikan pertama vaksin Corona, yang bertujuan untuk meyakinkan masyarakat di negara tersebut terkait keamanan vaksin.


"Hari ini adalah awal dari terobosan krisis," kata Al-Rabiah yang dikutip dari laman Saudi Gazette, Jumat (18/12/2020).


Meski begitu, vaksinasi di Arab Saudi bersifat tidak wajib atau opsional dan juga diberikan secara gratis oleh pemerintah. Al-Rabiah juga menegaskan, proses vaksinasi terbesar di Arab itu sudah sejalan dengan arahan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman, dan juga arahan langsung dari Putra Mahkota Muhammad Bin Salman.


"Kami ingin memberikan dosis (vaksin) untuk semua. Kami akan memiliki pusat vaksin di semua wilayah Kerajaan. Kami ingin membuat vaksin ini aman dan memberikan dosis melawan virus Corona untuk semua orang," ujarnya pasca menerima suntikan vaksin.


Pasca mendapat suntikan pertama, Al-Rabiah mengatakan akan membuat pusat vaksinasi di seluruh wilayah Arab. Hal ini dilakukan guna membuat proses vaksinasi bisa berjalan secara merata.


"Saya mengambil vaksin di pusat vaksinasi pertama, yang memiliki lebih dari 550 klinik, dan kami akan memiliki pusat vaksinasi di semua wilayah. Selama 9 bulan terakhir, saya telah memantau dengan memperhatikan jumlah infeksi, dan akan mulai menindaklanjuti jumlah penerima vaksin," jelas Al-Rabiah.


Sementara itu, Komite Penyakit Menular membenarkan bahwa proses vaksinasi diprioritaskan para lansia. Dan Komite Makanan dan Obat-obatan juga menekankan, vaksin COVID-19 tersebut telah disetujui Arab Saudi serta dipastikan aman.


Pihak kementerian setempat sebelumnya menjelaskan vaksinasi akan diberikan dalam tiga tahap, yaitu:


- Tahap pertama

Mencangkup warga negara dan ekspatriat yang berusia di atas 65 tahun, tenaga kesehatan dan tenaga profesional lain yang rentan terhadap infeksi serta orang-orang obesitas, mereka yang memiliki defisiensi imun, dan pasien yang menderita dua atau lebih penyakit kronis.


- Tahap kedua

Mencangkup semua kategori warga negara dan ekspatriat yang berusia di atas 50 tahun.


- Tahap ketiga

Mencangkup semua warga negara dan ekspatriat yang ingin menerima vaksin.

https://movieon28.com/movies/the-secret-suster-ngesot-urban-legend/


Bugar dan Sehat, Binaragawan Ini Meninggal Akibat Komplikasi COVID-19


Juara binaragawan meninggal dunia karena komplikasi COVID-19 yang diidapnya. Roberto Gervasio sebelumnya dalam kondisi bugar, teman dan keluarganya tak menyangka hal ini akan menimpa Roberto.

Pasalnya, selain menjadi binaragawan, dia juga diketahui selalu menjalani pola hidup sehat dan semua orang percaya jika tertular Corona dirinya akan segera pulih. Atlet 40 tahun ini dirawat di rumah sakit selama sebulan.


Berdasarkan keterangan saudara laki-lakinya, ia dinyatakan meninggal pada Sabtu 12 Desember kemarin. Ia meninggal di RS Rehabilitasi Ana Carolina Moura Xavier di Curitiba usai 75 persen paru-parunya mengalami pemburukan karena COVID-19.


Selain sangat menyukai olahraga, ia juga pemilik gym yang telah menjadi binaragawan sejak usia 27 tahun.


"Dia berada dalam kondisi kebugaran puncak dan dalam puncak olahraganya dan sangat bangga dengan apa yang telah dia capai," curhat saudaranya, dikutip dari Daily Star.


Roberto juga diketahui tidak pernah merokok, tidak minum minuman keras, dan mengikuti diet atlet yang ketat. Dia tidak memiliki penyakit penyerta karena disebut sebagai orang yang selalu berhati-hati.


"Kematiannya tidak terduga dan mengejutkan semua orang," kata saudara laki-lakinya.


Atlet tersebut tertular Corona saat melakukan perjalan ke São Paulo bulan lalu. Usai bepergian ia mengalami beberapa gejala COVID-19 hingga akhirnya perlu dibawa ke RS.


Atlet ini sempat pulang pergi RS sebelum akhirnya dirawat. Dua hari usai dirawat, kondisinya kian memburuk hingga akhirnya mengalami komplikasi.


Ia sempat diberi obat penenang dan memakai ventilator sebelum akhirnya tak selamat dari Corona. Pilunya, ia tidak pernah pulih dan keluarganya tidak memiliki kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal.

https://movieon28.com/movies/suzzanna-buried-alive/