Selasa, 05 Januari 2021

'Main-main' dengan Foto Pasien, Para Petugas Medis Ini Tuai Kecaman

 Foto Syekh Ali Jaber saat menjalani perawatan medis di ICU viral di media sosial. Hal ini menuai banyak kecaman, termasuk dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yang tengah memeriksa informasi bahwa foto tersebut diambil oleh perawat.

Menurut asisten Syekh Ali Jaber, Abu Aras, foto diambil tanpa izin sehingga pihak keluarga akhirnya memberikan teguran kepada rumah sakit (RS) tempat Syekh Ali Jaber dirawat.


"Terkait foto Syekh Ali Jaber beredar berantai, foto tersebut dari salah satu perawat yang melanggar etika atau privasi pasien dan keluarga," kata Abi kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/1/2021).


Foto-foto pasien memang tidak seharusnya disebarkan tanpa izin, apalagi oleh tenaga kesehatan. Dalam beberapa kasus, pelanggaran etik seperti ini sering terjadi, mulai dari foto bersama pasien saat operasi hingga melahirkan. Berikut rangkuman kasusnya.


1. Foto bersama di ruang operasi

Beberapa tahun lalu, foto bersama di ruang operasi diambil sekelompok tenaga medis dari Fengcheng Hospital di Provinsi Shaanxi, China.


Dalam foto tersebut, tampak seorang pasien yang tak sadarkan diri, sementara beberapa tenaga medis yang tengah menangani jalannya operasi mengacungkan salam 2 jari.


Foto ini pun tersebar luas dan akhirnya menuai banyak kecaman.


2. Mengacungkan jari tengah depan pasien

Kasus serupa terjadi di Rusia, perawat Tatiana Kulikova menuai kecaman usai mengacungkan jari tengah pada pasien di ruangan gawat darurat. Foto ini lantas diunggah di media sosial dan banyak yang menghujat dirinya.


Bagaimana tidak, ia juga menuliskan keterangan yang membuat banyak orang geram.


"Orang bodoh lainnya," tulisnya.


Akibat aksinya ini, ia pun dipecat dari tempatnya bekerja.


3. Foto dengan pasien kritis

Meski mengaku sudah dapat izin dari pasien, mahasiswi kedokteran asal Meksiko ini mendapat kecaman dari banyak pihak karena berselfie cantik depan pasien.


Hal ini dikarenakan pasien yang tengah berbaring di belakangnya tampak sedang sakit parah.


4. Selfie dengan pasien saat mau melahirkan

Dokter kandungan di Venezuela, Daniel Sanchez juga menuai kecaman. Pasalnya, ia mengambil foto dengan seorang ibu yang hendak melahirkan. Bahkan ibu tersebut sudah dalam posisi mengangkang.


"Lady I can deliver your baby but first let me take a selfie," tulisnya mengomentari foto tersebut. Meski begitu, belum jelas apakah Sanchez sudah mengantongi izin dari pasien.


Sebuah petisi yang ditandatangani setidaknya 5 ribu orang bahkan mendesak dirinya diinvestigasi.


5. Foto bersama saat persalinan

Foto dengan pasien yang juga menuai kontroversi terjadi di Malaysia. Dokter perempuan memajang foto kala tengah membantu persalinan.


Tangan kirinya memberikan salam 2 jari, sedangkan tangan kanan berada di organ vital sang pasien.

https://tendabiru21.net/movies/the-maid/


Mengandung Mutasi E484K, Risiko Varian Baru Corona Afsel Diwaspadai


Semua virus, termasuk SARS-CoV-2 atau lebih dikenal dengan virus Corona juga bisa mengalami bermutasi. Hal ini bisa membuat virus lebih cepat menular bahkan menjadi lebih berbahaya.

Dua varian baru yang saat ini tengah dikhawatirkan adalah varian yang teridentifikasi di Inggris dan juga Afrika Selatan. Keduanya diketahui lebih cepat menular dibandingkan virus Corona yang pertama kali muncul.


Seorang ahli mikrobiologi sel di University of Reading, Dr Simon Clarke mengatakan varian baru Corona yang teridentifikasi di Afrika Selatan yang disebut 501.V2 lebih mengkhawatirkan.


"Varian Afrika memiliki sejumlah mutasi tambahan, termasuk perubahan pada beberapa spike protein virus yang mengkhawatirkan," katanya yang dikutip dari BBC, Selasa (5/1/2021).


Spike protein inilah yang digunakan virus Corona untuk masuk ke dalam sel manusia. Hal ini yang membuat para ahli khawatir tentang varian ini.


"Mereka menyebabkan perubahan yang lebih luas pada spike protein daripada perubahan pada varian baru Corona dari Inggris. Dan mungkin membuat virus kurang rentan terhadap respons kekebalan yang dipicu oleh vaksin," jelas Dr Clarke.


Selain itu, mutasi Corona E484K yang dihasilkan akibat varian baru Corona Afrika Selatan ini juga terbukti bisa mengurangi pengenalan antibodi. Ini bisa melewati perlindungan kekebalan yang dibentuk oleh vaksin.


"Mutasi E484K terbukti bisa mengurangi pengenalan antibodi. Dengan demikian, ini membantu virus SARS-CoV-2 untuk melewati perlindungan kekebalan yang diberikan dari vaksinasi sebelumnya," ujar Prof Francois Balloon dari University College London.

https://tendabiru21.net/movies/mrs-doubtfire/

44 Orang Diduga Tertular Corona dari Baju, 1 Meninggal karena COVID-19

 Klaster baru Corona terjadi di California, menginfeksi 44 orang dan salah satunya meninggal. Penularan Corona di klaster tersebut diduga berasal dari baju yaitu kostum santa saat liburan.

Staf rumah sakit San Jose, California, mulanya mengaku kebingungan, dari mana penularan COVID-19 berasal. Menurut Irene Chavez, juru bicara RS San Jose Medical Center di San José, 44 anggota positif COVID-19 antara 27 Desember hingga hari pertama tahun baru.


Staf di RS tersebut sebelumnya merayakan acara Natal bersama, dengan salah satu dari mereka menggunakan baju santa yang memiliki aksesoris seperti 'kipas'. Chavez mengatakan faktor penularan COVID-19 dari baju tersebut masih terus diselidiki.


"Setiap paparan atau penularan, jika itu terjadi, akan benar-benar tidak bersalah, dan sangat tidak disengaja," tambahnya, karena orang yang memakai baju santa disebut tidak memiliki gejala COVID-19.


Namun, Jose-Luis Jimenez, seorang profesor di University of Colorado Boulder, mengatakan kepada New York Times, 'kipas' yang ada dalam baju tersebut dapat membantu penyebaran droplet ke seluruh ruangan.


Cara penularannya disebut sama seperti kasus COVID-19 di paduan suara di Mount Vernon Presbyterian Church di Washington, yang menginfeksi 53 orang dan dua orang tewas, Maret lalu.


"Ini seperti kasus paduan suara," katanya, dikutip dari Daily Star.


"Tidak ada cara untuk menginfeksi 43 orang saat Anda mengenakan kostum selain melalui transmisi udara, melalui aerosol, karena Anda berada di dalam kostum dan tidak dapat menyentuh benda atau membuat orang terinfeksi melalui permukaan," jelasnya.


Akibat klaster Corona yang terus dilaporkan, pakar kesehatan di California mengatakan kasus COVID-19 di sana seperti sedang di ambang jurang.


"Ini tentang kehancuran total sistem perawatan kesehatan jika kita mengalami lonjakan lagi," kata Dr Brad Spellberg, kepala petugas medis di Pusat Medis California Selatan Universitas Los Angeles.


"Dan kami, di rumah sakit, tidak bisa menghentikan itu. Kami hanya bisa bereaksi. Masyarakatlah yang memiliki kekuatan untuk menghentikan penyebaran virus Corona ini dengan mematuhi pedoman kesehatan masyarakat yang telah dikeluarkan," tuturnya.

https://tendabiru21.net/movies/putney-swope/


'Main-main' dengan Foto Pasien, Para Petugas Medis Ini Tuai Kecaman


Foto Syekh Ali Jaber saat menjalani perawatan medis di ICU viral di media sosial. Hal ini menuai banyak kecaman, termasuk dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yang tengah memeriksa informasi bahwa foto tersebut diambil oleh perawat.

Menurut asisten Syekh Ali Jaber, Abu Aras, foto diambil tanpa izin sehingga pihak keluarga akhirnya memberikan teguran kepada rumah sakit (RS) tempat Syekh Ali Jaber dirawat.


"Terkait foto Syekh Ali Jaber beredar berantai, foto tersebut dari salah satu perawat yang melanggar etika atau privasi pasien dan keluarga," kata Abi kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/1/2021).


Foto-foto pasien memang tidak seharusnya disebarkan tanpa izin, apalagi oleh tenaga kesehatan. Dalam beberapa kasus, pelanggaran etik seperti ini sering terjadi, mulai dari foto bersama pasien saat operasi hingga melahirkan. Berikut rangkuman kasusnya.


1. Foto bersama di ruang operasi

Beberapa tahun lalu, foto bersama di ruang operasi diambil sekelompok tenaga medis dari Fengcheng Hospital di Provinsi Shaanxi, China.


Dalam foto tersebut, tampak seorang pasien yang tak sadarkan diri, sementara beberapa tenaga medis yang tengah menangani jalannya operasi mengacungkan salam 2 jari.


Foto ini pun tersebar luas dan akhirnya menuai banyak kecaman.


2. Mengacungkan jari tengah depan pasien

Kasus serupa terjadi di Rusia, perawat Tatiana Kulikova menuai kecaman usai mengacungkan jari tengah pada pasien di ruangan gawat darurat. Foto ini lantas diunggah di media sosial dan banyak yang menghujat dirinya.


Bagaimana tidak, ia juga menuliskan keterangan yang membuat banyak orang geram.


"Orang bodoh lainnya," tulisnya.


Akibat aksinya ini, ia pun dipecat dari tempatnya bekerja.

https://tendabiru21.net/movies/the-reckoning/