Selasa, 05 Januari 2021

44 Orang Diduga Tertular Corona dari Baju, 1 Meninggal karena COVID-19

 Klaster baru Corona terjadi di California, menginfeksi 44 orang dan salah satunya meninggal. Penularan Corona di klaster tersebut diduga berasal dari baju yaitu kostum santa saat liburan.

Staf rumah sakit San Jose, California, mulanya mengaku kebingungan, dari mana penularan COVID-19 berasal. Menurut Irene Chavez, juru bicara RS San Jose Medical Center di San José, 44 anggota positif COVID-19 antara 27 Desember hingga hari pertama tahun baru.


Staf di RS tersebut sebelumnya merayakan acara Natal bersama, dengan salah satu dari mereka menggunakan baju santa yang memiliki aksesoris seperti 'kipas'. Chavez mengatakan faktor penularan COVID-19 dari baju tersebut masih terus diselidiki.


"Setiap paparan atau penularan, jika itu terjadi, akan benar-benar tidak bersalah, dan sangat tidak disengaja," tambahnya, karena orang yang memakai baju santa disebut tidak memiliki gejala COVID-19.


Namun, Jose-Luis Jimenez, seorang profesor di University of Colorado Boulder, mengatakan kepada New York Times, 'kipas' yang ada dalam baju tersebut dapat membantu penyebaran droplet ke seluruh ruangan.


Cara penularannya disebut sama seperti kasus COVID-19 di paduan suara di Mount Vernon Presbyterian Church di Washington, yang menginfeksi 53 orang dan dua orang tewas, Maret lalu.


"Ini seperti kasus paduan suara," katanya, dikutip dari Daily Star.


"Tidak ada cara untuk menginfeksi 43 orang saat Anda mengenakan kostum selain melalui transmisi udara, melalui aerosol, karena Anda berada di dalam kostum dan tidak dapat menyentuh benda atau membuat orang terinfeksi melalui permukaan," jelasnya.


Akibat klaster Corona yang terus dilaporkan, pakar kesehatan di California mengatakan kasus COVID-19 di sana seperti sedang di ambang jurang.


"Ini tentang kehancuran total sistem perawatan kesehatan jika kita mengalami lonjakan lagi," kata Dr Brad Spellberg, kepala petugas medis di Pusat Medis California Selatan Universitas Los Angeles.


"Dan kami, di rumah sakit, tidak bisa menghentikan itu. Kami hanya bisa bereaksi. Masyarakatlah yang memiliki kekuatan untuk menghentikan penyebaran virus Corona ini dengan mematuhi pedoman kesehatan masyarakat yang telah dikeluarkan," tuturnya.

https://tendabiru21.net/movies/putney-swope/


'Main-main' dengan Foto Pasien, Para Petugas Medis Ini Tuai Kecaman


Foto Syekh Ali Jaber saat menjalani perawatan medis di ICU viral di media sosial. Hal ini menuai banyak kecaman, termasuk dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yang tengah memeriksa informasi bahwa foto tersebut diambil oleh perawat.

Menurut asisten Syekh Ali Jaber, Abu Aras, foto diambil tanpa izin sehingga pihak keluarga akhirnya memberikan teguran kepada rumah sakit (RS) tempat Syekh Ali Jaber dirawat.


"Terkait foto Syekh Ali Jaber beredar berantai, foto tersebut dari salah satu perawat yang melanggar etika atau privasi pasien dan keluarga," kata Abi kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/1/2021).


Foto-foto pasien memang tidak seharusnya disebarkan tanpa izin, apalagi oleh tenaga kesehatan. Dalam beberapa kasus, pelanggaran etik seperti ini sering terjadi, mulai dari foto bersama pasien saat operasi hingga melahirkan. Berikut rangkuman kasusnya.


1. Foto bersama di ruang operasi

Beberapa tahun lalu, foto bersama di ruang operasi diambil sekelompok tenaga medis dari Fengcheng Hospital di Provinsi Shaanxi, China.


Dalam foto tersebut, tampak seorang pasien yang tak sadarkan diri, sementara beberapa tenaga medis yang tengah menangani jalannya operasi mengacungkan salam 2 jari.


Foto ini pun tersebar luas dan akhirnya menuai banyak kecaman.


2. Mengacungkan jari tengah depan pasien

Kasus serupa terjadi di Rusia, perawat Tatiana Kulikova menuai kecaman usai mengacungkan jari tengah pada pasien di ruangan gawat darurat. Foto ini lantas diunggah di media sosial dan banyak yang menghujat dirinya.


Bagaimana tidak, ia juga menuliskan keterangan yang membuat banyak orang geram.


"Orang bodoh lainnya," tulisnya.


Akibat aksinya ini, ia pun dipecat dari tempatnya bekerja.

https://tendabiru21.net/movies/the-reckoning/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar