Kamis, 04 Maret 2021

Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing, Ekonom: Mulailah dari Mobil Kepresidenan

 Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat mengkampanyekan benci produk luar negeri atau produk asing. Dia ingin seluruh pemangku kepentingan menggaungkan cinta produk Indonesia.

Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, bila Jokowi membuat pernyataan tersebut maka bisa dimulai dari produk-produk kepresidenan, misalnya mobil dinas.


"Jadi, kalau Pak Presiden (Jokowi), pemerintah mengatakan benci produk asing ya mulailah dari pemerintah, misalnya mobil kepresidenan harus produk lokal. Negara lain kan mulai dari pimpinannya," kata dia kepada detikcom, Kamis (4/3/2021).


"Menurut saya jangan cuma slogan tapi harus dibuktikan komitmen itu dalam pengembangan industri dalam negeri sendiri, dukungannya seperti apa. Sederhananya kita buktikan mobil nasional lah," lanjutnya.


Sebagai informasi, saat ini Jokowi menggunakan mobil kepresidenan Mercedes-Benz S 600 Guard. Itu merupakan armada baru untuk mobil kepresidenan yang sudah diterima Paspampres sejak akhir 2019 lalu.


Tauhid melanjutkan, yang jadi masalah ialah Indonesia kebanyakan hanya unggul di sumber daya alam (SDA), misalnya batubara, CPO, nikel, karet, dan kopi. Sementara untuk produk teknologi, Indonesia kalah.


"Coba bayangkan katakanlah produk otomotif, kita punya nggak produk nasional? nggak punya. Elektronik, ada nggak produk nasional? beberapa, sebagian besar kita malah banyak impor, handphone, laptop itu yang bikin defisit perdagangan atau transaksi berjalan kita hancur lebur di situ," tambahnya.


Dihubungi terpisah, Direktur riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan pernyataan Jokowi terlalu keras.

"Statement dari Pak Presiden terlalu keras, kata-kata benci itu tidak pas. Kita memang harus lebih mencintai produk dalam negeri. Tapi kata-kata untuk yang asingnya bukan benci karena kalau benci itu tidak pas lah, dan ada untuk produk-produk tertentu yang masih belum tergantikan, produk asingnya belum tergantikan," jelasnya.


Dia menjelaskan masih ada produk-produk yang belum bisa diproduksi anak bangsa. Untuk itu, Indonesia masih perlu impor. Misalnya saja bahan baku yang menurutnya masih banyak impor. Begitu pula di sektor pangan.


"Konsumsi bawang putih misalnya, bawang putih itu mau tidak mau kita impor ya karena kebutuhan kita dengan produksi kita lebih banyak kebutuhan kita," tambahnya.

https://nonton08.com/movies/mr-vampire-ii/


Varian COVID-19 P1 Jadi Penyebab 25-61 Persen Kasus Reinfeksi di Brasil


Kemunculan berbagai varian baru COVID-19 bisa menjadi tantangan bagi dunia dalam menghadapi pandemi. Setidaknya ada tiga varian yang kini jadi perhatian para peneliti yaitu B117 yang berasal dari Inggris, B1351 di Afrika Selatan, dan yang terbaru P1 di Brasil.

Studi oleh peneliti menemukan bahwa varian P1 jadi penyebab gelombang kedua COVID-19 di kota Manaus. Pasalnya varian ini bersifat lebih mudah menular dan bisa menghindari imunitas yang dimiliki para penyintas sehingga menyebabkan kasus reinfeksi.


Hal ini diketahui setelah peneliti menggabungkan data genom, antibodi, dan rekam medis dari pasien di Manaus. Peneliti memprediksi dari 100 penyintas yang sebelumnya terinfeksi COVID-19 tahun lalu, 25 sampai 61 di antaranya kembali terinfeksi varian P1.


"Sejauh ini temuan hanya di Manaus, saya belum tahu apakah hal yang sama berlaku juga di tempat lain," ungkap salah satu peneliti Imperial College London, Nuno Faria, seperti dikutip dari New York Times pada Kamis (4/3/2021).


Hingga saat ini P1 diketahui teridentifikasi di Brasil dan 24 negara lain. Faria menyebut ini artinya dunia harus semakin ketat menerapkan upaya-upaya pencegahan. Protokol kesehatan tetap jadi cara utama menekan virus dan vaksinasi bisa melindungi kelompok berisiko dari kasus infeksi parah.


"Pesan utamanya adalah Anda harus lebih meningkatkan lagi usaha vaksinasi secepatnya... Anda harus berada satu langkah di depan dari virus," pungkas Faria.

https://nonton08.com/movies/scooby-doo-and-the-legend-of-the-vampire/

Rabu, 03 Maret 2021

Intip Spesifikasi Redmi Note 10 yang Dirilis 4 Maret

 Kendati tinggal hitungan hari dirilis, bocoran Redmi Note 10 masih mengiasai dunia maya. Paling baru menampilkan foto kotak penjualannya, alhasil sederet informasi spesifikasi ponsel ini terungkap.

Dalam foto tersebut diperlihatkan plastik yang membungkus unit Redmi Note 10. Di bagian depannya tertera apa saja yang ditawarkan ponsel tersebut.


Dan menguatkan bocoran yang beredar sebelumnya, Redmi Note 10 mengusung layar AMOLED. Ukurannya 6,43 inch dengan DotDisplay (punch hole di tengah atas layar).


Xiaomi memodali penerus Redmi Note 9 ini dengan Snapdragon 678. Tersemat baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepat 33W.


Ada empat kamera terpasang di bagian belakang dengan sensor utama berukuran 48 MP.


Redmi Note 10 bakal diumumkan 4 Maret di India. Xiaomi dikabarkan akan turut mengumumkan Redmi Note 10 Pro yang ditenagai Snapdragon 750G.


Kemungkinan kedua ponsel ini bakal bertandang ke Indonesia bulan ini juga. Hanya saja waktunya belum diungkap Xiaomi Indonesia.


Namun yang pasti Redmi Note 10 series sudah memenuhi aturan TKDN Kemenperin. Selain itu ponsel tersebut telah lolos tes Ditjen SDPPI Kominfo.

https://maymovie98.com/movies/seondal-the-man-who-sells-the-river/


Kasus COVID-19 Global Turun, Keberhasilan Vaksin atau Herd Immunity?


Ada pertanda menggembirakan di tengah pandemi COVID-19, selama lima pekan berturut-turut, jumlah kasus virus Corona di seluruh dunia terus menurun di awal 2021.

Dikutip detikINET dari Global News, organisasi kesehatan dunia WHO melaporkan, terjadi penurunan infeksi baru sebesar 16% dibandingkan minggu sebelumnya. Jumlah kematian juga menurun 10%.


"Telah terjadi penurunan penyakit yang signifikan dan secara global dari minggu ke minggu selama empat atau lima minggu terakhir. Kami belum pernah melihat level serendah ini sejak Oktober lalu," kata Executive Director Health Emergencies Programme WHO Mike Ryan.


Para ahli percaya, sejumlah faktor, termasuk kepatuhan terhadap pedoman kesehatan masyarakat, lockdown yang ketat, dan pengurangan mobilitas secara signifikan, kemungkinan berkontribusi pada tren penurunan kasus. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa peluncuran program vaksinasi yang sangat efektif pun berperan dalam hal ini.


Menurut Dr. Prabhjot Singh, Chief Medical and Scientific Advisor of COVID-19 dan profesor di Icahn School of Medicine Mount Sinai di New York, AS, ebih dari setahun setelah pandemi, kekebalan parsial di antara populasi manusia dan efek musiman alami, bisa memperlambat penyebaran.


Karena herd immunity?

Di AS yang sejauh ini memiliki jumlah kasus tertinggi di dunia, kasus baru mingguan telah turun dari 1,7 juta saat terjadi puncaknya secara nasional pada awal Januari, menjadi kurang dari 600.000 minggu ini. Kasus baru pun telah menurun di setiap negara bagian.


Dr. Martin Makary, seorang profesor di Johns Hopkins School of Medicine, berpendapat bahwa AS akan mencapai herd immunity atau kekebalan kawanan pada bulan April.


"Karena semakin banyak orang yang terinfeksi, semakin sedikit orang yang rentan terhadap infeksi," katanya.


Menurut WHO, kekebalan kelompok adalah ketika suatu populasi dapat dilindungi dari penyakit menular tertentu, seperti COVID-19, baik melalui vaksin atau kekebalan yang berkembang melalui infeksi sebelumnya.


"Kekebalan kelompok terhadap COVID-19 harus dicapai dengan melindungi orang melalui vaksinasi, bukan dengan memaparkan mereka pada patogen penyebab penyakit," kata WHO.

https://maymovie98.com/movies/scooby-doo-music-of-the-vampire/