Kendati tinggal hitungan hari dirilis, bocoran Redmi Note 10 masih mengiasai dunia maya. Paling baru menampilkan foto kotak penjualannya, alhasil sederet informasi spesifikasi ponsel ini terungkap.
Dalam foto tersebut diperlihatkan plastik yang membungkus unit Redmi Note 10. Di bagian depannya tertera apa saja yang ditawarkan ponsel tersebut.
Dan menguatkan bocoran yang beredar sebelumnya, Redmi Note 10 mengusung layar AMOLED. Ukurannya 6,43 inch dengan DotDisplay (punch hole di tengah atas layar).
Xiaomi memodali penerus Redmi Note 9 ini dengan Snapdragon 678. Tersemat baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepat 33W.
Ada empat kamera terpasang di bagian belakang dengan sensor utama berukuran 48 MP.
Redmi Note 10 bakal diumumkan 4 Maret di India. Xiaomi dikabarkan akan turut mengumumkan Redmi Note 10 Pro yang ditenagai Snapdragon 750G.
Kemungkinan kedua ponsel ini bakal bertandang ke Indonesia bulan ini juga. Hanya saja waktunya belum diungkap Xiaomi Indonesia.
Namun yang pasti Redmi Note 10 series sudah memenuhi aturan TKDN Kemenperin. Selain itu ponsel tersebut telah lolos tes Ditjen SDPPI Kominfo.
https://maymovie98.com/movies/seondal-the-man-who-sells-the-river/
Kasus COVID-19 Global Turun, Keberhasilan Vaksin atau Herd Immunity?
Ada pertanda menggembirakan di tengah pandemi COVID-19, selama lima pekan berturut-turut, jumlah kasus virus Corona di seluruh dunia terus menurun di awal 2021.
Dikutip detikINET dari Global News, organisasi kesehatan dunia WHO melaporkan, terjadi penurunan infeksi baru sebesar 16% dibandingkan minggu sebelumnya. Jumlah kematian juga menurun 10%.
"Telah terjadi penurunan penyakit yang signifikan dan secara global dari minggu ke minggu selama empat atau lima minggu terakhir. Kami belum pernah melihat level serendah ini sejak Oktober lalu," kata Executive Director Health Emergencies Programme WHO Mike Ryan.
Para ahli percaya, sejumlah faktor, termasuk kepatuhan terhadap pedoman kesehatan masyarakat, lockdown yang ketat, dan pengurangan mobilitas secara signifikan, kemungkinan berkontribusi pada tren penurunan kasus. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa peluncuran program vaksinasi yang sangat efektif pun berperan dalam hal ini.
Menurut Dr. Prabhjot Singh, Chief Medical and Scientific Advisor of COVID-19 dan profesor di Icahn School of Medicine Mount Sinai di New York, AS, ebih dari setahun setelah pandemi, kekebalan parsial di antara populasi manusia dan efek musiman alami, bisa memperlambat penyebaran.
Karena herd immunity?
Di AS yang sejauh ini memiliki jumlah kasus tertinggi di dunia, kasus baru mingguan telah turun dari 1,7 juta saat terjadi puncaknya secara nasional pada awal Januari, menjadi kurang dari 600.000 minggu ini. Kasus baru pun telah menurun di setiap negara bagian.
Dr. Martin Makary, seorang profesor di Johns Hopkins School of Medicine, berpendapat bahwa AS akan mencapai herd immunity atau kekebalan kawanan pada bulan April.
"Karena semakin banyak orang yang terinfeksi, semakin sedikit orang yang rentan terhadap infeksi," katanya.
Menurut WHO, kekebalan kelompok adalah ketika suatu populasi dapat dilindungi dari penyakit menular tertentu, seperti COVID-19, baik melalui vaksin atau kekebalan yang berkembang melalui infeksi sebelumnya.
"Kekebalan kelompok terhadap COVID-19 harus dicapai dengan melindungi orang melalui vaksinasi, bukan dengan memaparkan mereka pada patogen penyebab penyakit," kata WHO.
https://maymovie98.com/movies/scooby-doo-music-of-the-vampire/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar