Sabtu, 08 Mei 2021

Baiknya Dihindari, 5 Menu Buka Puasa Ini Malah Bikin Badan Lemas

 Usai berbuka puasa seharian, tubuh butuh mengonsumsi asupan yang membuat energi, dan cairan tubuh kembali terpenuhi. Namun, beberapa dari mereka memilih menu buka puasa yang malah membuat pencernaan terganggu hingga merasa lemas.

Termasuk gorengan, beberapa makanan diketahui tidak sehat bagi tubuh dan harus dihindari saat berbuka puasa. Berikut ini adalah 5 makanan yang seharusnya dihindari saat berbuka puasa. Ada yang masih jadi pilihan pertamamu nggak ya?


1. Teh manis

Saat berpuasa gula darah turun dengan perlahan-lahan. Hal tersebut membuat badan terasa lelah dan gampang lemas. Tetapi untuk mengembalikannya, tidak harus secara cepat melainkan dengan perlahan-lahan juga seperti mengonsumsi 3 butir kurma seperti anjuran rasul.


"Turunnya gula darah sejak sahur hingga berbuka tidak mendadak anjlok, maka tentu akan lebih sehat jika naiknya pun perlahan. Kurma yg tinggi serat dan kaya mineral beda sekali dengan jajan pasar atau teh manis," kata dr Tan Shot Yen dokter, ahli gizi masyarakat, saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.


2. Gorengan

Gorengan dapat membuat seseorang terserang banyak penyakit sehingga harus dihindari karena tinggi lemak, terutama lemak jenuh yang bisa menyebabkan obesitas, kolesterol tinggi, stroke, dan sakit jantung.


Bagi yang masih kesulitan menghindari gorengan, dokter spesialis gizi dr Diana F Suganda, SpGK, MKes dari Rumah Sakit Pondok Indah mengatakan, boleh mengonsumsi gorengan saat berbuka, namun intensitasnya harus dikurangi dan tidak boleh berlebihan.


3. Es buah

Mengonsumsi es buah memang menyegarkan saat berbuka puasa setelah menahan dahaga sekian lama. Terlebih di dalam es buah terdapat banyak air yang dapat menghidrasi tubuh. Tetapi kandungan gula dalam es buah sangat tinggi.


Maka dari itu, jika hendak mengonsumsi buah, pilihan yang tepat dikonsumsi saat berbuka adalah buah potong.


"Buah adalah pilihan yg baik, (tetapi) bukan jus. Karena membuat lonjakan gula tidak tiba-tiba," kata dr Tan.


4. Jajanan pasar atau takjil

"(Saat) Ramadhan maka mendadak jajanan manis yang tadinya tidak ada tahu-tahu digelar setiap berbuka sebagai takjil tentu ngeri ya," ujar dr Tan.


Ia mengingatkan bahwa makanan manis tidak selalu berasal dari gula pasir atau yang benar-benar terlihat dan disadari, bisa juga dari kecap atau kudapan lainnya yang tidak disadari.


5. Makanan berlemak

Berbuka puasa dengan makanan berlemak harus dihindari karena makanan yang mengandung banyak lemak akan sulit untuk dicerna oleh lambung. Hal itu dapat memberatkan kerja tubuh untuk mencerna makanan saat berbuka puasa.

https://nonton08.com/movies/drishyam/


Jabar 1.953 Kasus! Ini Sebaran 6.327 Kasus Baru COVID-19 RI 7 Mei


 Pada Jumat (7/5/2021), Indonesia melaporkan penambahan 6.327 kasus baru COVID-19. Total pasien terkonfirmasi saat ini 1.703.632 kasus COVID-19.

Jawa Barat mencatatkan kasus harian tertinggi yaitu 1.953 kasus, disusul DKI Jakarta dengan 783 kasus.


Detail perkembangan virus Corona Jumat (7/5/2021), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.327 menjadi 1.703.632


Pasien sembuh bertambah 5.891 menjadi 1.558.423


Pasien meninggal bertambah 167 menjadi 46.663


Tercatat sebanyak 75.990 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 84.663.


Sebaran 6.327 kasus baru Corona di Indonesia pada Jumat

(7/5/2021), sebagai berikut:


Jawa Barat: 1.953 kasus

DKI Jakarta: 783 kasus

Riau: 628 kasus

Jawa Tengah: 524 kasus

Sumatera Barat: 283 kasus

Jawa Timur: 232 kasus

Bangka Belitung: 197 kasus

DI Yogyakarta: 184 kasus

Kalimantan Selatan: 144 kasus

Sumatera Selatan: 142 kasus

Kalimantan Barat: 133 kasus

Bali: 114 kasus

Aceh: 113 kasus

Kalimantan Timur: 105 kasus

Sumatera Utara: 95 kasus

Kepulauan Riau: 94 kasus

Nusa Tenggara Timur: 89 kasus

Jambi: 87 kasus

Kalimantan Tengah: 84 kasus

Banten: 68 kasus

Bengkulu: 65 kasus

Lampung: 53 kasus

Sulawesi Tengah: 36 kasus

Papua Barat: 30 kasus

Nusa Tenggara Barat: 28 kasus

Sulawesi Selatan: 27 kasus

Kalimantan Utara: 16 kasus

Sulawesi Utara: 7 kasus

Sulawesi Tenggara: 7 kasus

Maluku Utara: 3 kasus

Papua: 2 kasus

Sulawesi Barat: 1 kasus

https://nonton08.com/movies/chrysanthemum-to-the-beast/

Kamis, 06 Mei 2021

Penyebab Pangeran Philip Meninggal adalah 'Usia Tua', Apa Artinya?

 Penyebab meninggalnya Pangeran Philip pada April silam tak pernah diungkap oleh Kerajaan Inggris. Namun sertifikat kematian yang beredar menyebut penyebabnya adalah 'old age' alias sudah tua.

Secara resmi, ini artinya Duke of Edinburgh meninggal setelah mengalami penurunan kesehatan yang berkaitan dengan penuaan. Tidak ada penyakit tertentu yang secara spesifik disebutkan sebagai penyebab kematian.


Namun faktanya, seseorang tidak meninggal hanya karena usia yang menua. Sel-sel tubuh memang menua, tetapi tidak serta-merta menyebabkan kematian.


Yang umum terjadi adalah, beberapa masalah medis muncul dan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Dikutip dari ABC Net Australia, berbagai masalah tersebut memicu akumulasi kerusakan, sel-sel tidak bisa memperbaiki dirinya sendiri, lalu sistem imun melemah.


Berbagai masalah medis yang dimaksud bisa mencakup gangguan jantung, tekanan darah tinggi maupun rendah, maupun penyakit-penyakit neurodegeneratif seperti Parkinsons dan Alzheimers.


"Berbagai kondisi itu pada akhirnya mempengaruhi sistem-sistem penting dalam tubuh, seperti fungsi otak dan mobilitas," kata Dr Tuly Rosenfeld, pakar manula dari University of New South Wales (UNSW), dikutip dari abc.net.au.


Dicontohkan, seseorang dengan penyakit Alzheimers sering dikaitkan dengan kesulitan mengunyah dan menelan. Gangguan ini bisa menyebabkan komplikasi yang menyebabkan kematian.


"Alasan banyak lansia meninggal diam-diam dalam tidurnya adalah karena sistem menelan mereka tidak bekerja, lali makanan, cairan, liur, masuk ke paru-paru, kena pneumonia, lalu meninggal," jelasnya mencontohkan.


TMZ menyebut, menuliskan 'usia tua' sebagai penyebab kematian diperbolehkan di Inggris untuk seseorang di atas 80 tahun dan punya seorang dokter yang merawatnya bertahun-tahun. Syarat lainnya adalah tidak ada penyakit atau cendera lain yang bisa dipastikan sebagai penyebab kematian.

https://indomovie28.net/movies/kara-king/


3 Varian Corona Baru Sudah Masuk RI, Ini Sebaran Kasusnya


Kementerian Kesehatan mencatat ada 3 jenis varian virus Corona baru yang sudah masuk ke Indonesia. Varian Corona tersebut adalah B117 dari Inggris, B1351 dari Afsel, dan B1617 dari India.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menyebut salah satu faktor terjadinya lonjakan kasus di beberapa negara adalah hadirnya varian baru COVID-19.


Salah satu jenis varian Corona yang jadi perhatian adalah B117 dari Inggris. Nadia mengatakan varian B.117 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36 sampai 75 persen dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya.


"Jadi dengan surveilans kita mewaspadai penambahan kasus B. 117 dan B.1351, serta B. 1617 yang sudah masuk ke Indonesia. Hasil akhir ini sudah kita dapatkan dari hasil pemeriksaan per tanggal 30 April," ucap Nadia.


Berikut daftar 3 varian Corona baru yang terdeteksi di Indonesia dan sebarannya:


B1617

Kepulauan Riau: 1 kasus


DKI Jakarta: 1 kasus


B117

Sumatera Utara: 2 kasus


Sumatera Selatan: 1 kasus


Banten: 1 kasus


Jawa Barat: 5 kasus


Jawa Timur: 1 kasus


Bali: 1 kasus


Kalimantan Timur: 1 kasus


B1351

Bali: 1 kasus


Nadia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas untuk mencegah penularan varian Corona meluas. Situasi yang ada di Indonesia mengharuskan masyarakat untuk mematuhi betul apa yang sudah dianjurkan atau dilarang oleh pemerintah.


"Tidak ada yang menjamin bahwa dengan membawa hasil pemeriksaan laboratorium yang negatif selama dalam perjalanan ataupun selama dalam proses kita menuju kampung halaman misalnya, kita tidak terpapar COVID-19," tutur Nadia.

https://indomovie28.net/movies/closet-monster/