Minggu, 16 Mei 2021

Warung Pintar Gandeng Reckitt

 - Warung Pintar Group menggandeng Reckitt, perusahaan consumer good di sektor kebersihan, kesehatan, dan rumah tangga, untuk bisa menjangkau dan terhubung langsung dengan pemilik warung sebagai konsumen.

Reckitt adalah perusahaan yang ada di balik merk seperti Dettol, Vanish, dan Harpic. Dengan kerja sama ini, mereka juga bisa mengakses data menyeluruh terkait alur rantai pasok, pemasaran, serita permintaan produk di lapangan.


Layanan ini sejalan dengan misi Warung Pintar Group untuk menghadirkan kemudahan bagi seluruh pihak di ekosistem ritel, termasuk pendekatan yang berfokus pada brand. Tujuannya adalah untuk membantu brand dalam memperoleh visibilitas pada rantai pasokan dari hulu sampai yang paling hilir, yaitu warung.


Dengan begitu, brand dapat lebih efektif dalam menyasar pelanggan yang belum terjangkau sebelumnya.


Kerja sama ini juga sejalan dengan permintaan warung maupun toko, dilihat dari angka penjualan kategori kesehatan dan kebersihan yang mengalami peningkatan rata-rata sebesar 24% setiap bulannya sejak pandemi.


Para pemilik warung juga dapat memperoleh barang dengan harga hingga 20% lebih rendah untuk toko atau warung dibanding harga pasar karena berasal langsung dari brand. Semua transaksi dilakukan secara online, sebagaimana yang sekarang sudah menjadi kebiasaan baru sejak pandemi dikarenakan proses yang lebih efisien dan aman.

Dengan menghubungkan langsung Reckitt, maupun brand lainnya, dengan para pemilik warung dan toko, seluruh pihak di ekosistem ritel dapat memperoleh keuntungan secara menyeluruh. Ke depannya, kami berkomitmen untuk merangkul lebih banyak pihak, khususnya brand, agar dapat berkolaborasi, sambil terus memperkuat sistem distribusi kami sebagai solusi yang terintegrasi," tutup Agung Bezharie, CEO Warung Pintar Group dalam keterangan yang diterima detikINET.


Kerjasama dengan Reckitt ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan kerjasama dengan Bizzy yang sekarang menjadi bagian Warung Pintar Group. Lewat layanan distribusi terintegrasi milik Warung Pintar Group, Reckitt memperoleh akses lewat pendekatan digital untuk dapat memperkuat penetrasi pasarnya ke 500 ribu warung yang tersebar di seluruh Indonesia.

https://tendabiru21.net/movies/with-or-without-you/


Laris! Sony Sudah Jual 7,8 Juta PS5


 Sony dikabarkan telah menjual 7,8 juta PlayStation 5 (PS5) per 31 Maret. Dibandingkan dengan konsol pendahulunya, PS4, dalam periode yang sama saat peluncurannya, Sony menjual 7,6 juta konsol.

Nyatanya, meskipun ada bermacam tantangan terkait rantai pasokan dan ketersediaan perangkat yang terbatas selama pandemi, tidak menghalangi kesuksesan penjualan PS5. Dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (29/4/2021), pencapaian penjualan global ini menjadikan PS5 sebagai konsol terlaris di tahun pertama bisnis Sony.


Bahkan jumlah pelanggan PlayStation Plus saat ini mencapai 47,6 juta, meningkat 14,7% dari tahun sebelumnya. Kuartal keempat PlayStation secara keseluruhan mencapai total keuntungan operasional hingga USD 3,14 miliar (sekitar 45,5 triliun rupiah) pada tahun keuangan 2020 dan menjadi rekor bagi Sony.


Awal bulan April, NPD mengatakan bahwa PS5 adalah konsol dengan penjualan tercepat dalam sejarah Amerika Serikat selama lima bulan pertama ketersediaannya. Namun untuk kuartal pertama 2021, Nintendo telah menjual lebih banyak unit di Amerika Serikat dibandingkan milik Sony, yakni PS5.


Hal tersebut tidak mengherankan, mengingat betapa suli menemukan PS5 sejak awal peluncurannya. Berbicara perihal omzet, PlayStation pada tahun fiskal 2020 mencapai omzet lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 yang mencapai USD 25,04 miliar (sekitar 363,4 triliun rupiah).


Penjualan konsol PlayStation pada tahun fiskal 2020 bisa dikatakan lebih tinggi dibandingkan penjualan di seluruh generasinya PS1 dan PS3. Faktanya, satu-satunya hal yang tampaknya menghambat Sony sekarang adalah kemampuan mereka untuk memproduksi PS5 dengan lebih cepat.


Mungkin dengan semakin cepatnya produksi dari PS5, nantinya dapat mengalahkan angka penjualan kompetitior mereka di Amerika Serikat, Nintendo Switch. Bahkan mungkin bisa mendapatkan penjualan lebih banyak di seluruh dunia.

https://tendabiru21.net/movies/the-pacifier/

Pengguna Aktif Harian Microsoft Teams Melonjak Tajam

 Microsoft Teams saat ini memiliki 145 juta orang yang menggunakan layanan konferensi onlinenya. Angka tersebut meningkat sebesar 26% sejak Microsoft mengungkapkan pengguna Teams telah melonjak selama pandemi menjadi 115 juta pengguna aktif harian pada bulan Oktober 2020.

Penggunaan Teams telah melonjak selama setahun terakhir, mengingat para pengguna dari kalangan korporat terus berbondong-bondong ke layanan seperti Teams, Slack, dan Zoom untuk memenuhi kebutuhan mereka saat bekerja dari rumah.


Pada awal-awal pandemi, Microsoft memiliki sekitar 32 juta pengguna aktif Microsoft Teams harian lalu bertambah menjadi 75 juta pengguna dalam hitungan minggu. Angka tersebut kemudian telah berlipat ganda bahkan sejak awal pandemi.


Ini merupakan jumlah pertumbuhan yang mengesankan. Apalagi Microsoft memang sedang secara agresif mendorong bisnis untuk beralih ke cloud dan mengadopsi Teams selama setahun terakhir.


Sementara itu, pesaingnya seperti Google dan Zoom tidak mengungkapkan pengguna aktif harian dan memilih peserta aktif harian yang lebih samar. Artinya, satu pengguna dapat dihitung beberapa kali jika mereka berpartisipasi dalam rapat yang berbeda dalam satu hari.


Zoom mengungkapkan, tahun lalu mereka memiliki 300 juta peserta aktif harian, dan Google mengatakan ada 100 juta pengguna aktif harian tahun lalu. Sedangkan Slack mengungkapkan bahwa mereka memiliki 12,5 juta pengguna secara bersamaan selama awal pandemi tahun lalu.


Dikutip dari The Verge, pertumbuhan Microsoft Teams yang luar biasa mungkin menjelaskan mengapa layanan ini mengalami masalah di tahun ini. Untuk diketahui, layanan Teams di seluruh dunia down selama dua jam setelah adanya pemadaman awal bulan ini dan masalah konektivitas bulan lalu.

https://tendabiru21.net/movies/best-of-the-best/


Warung Pintar Gandeng Reckitt


- Warung Pintar Group menggandeng Reckitt, perusahaan consumer good di sektor kebersihan, kesehatan, dan rumah tangga, untuk bisa menjangkau dan terhubung langsung dengan pemilik warung sebagai konsumen.

Reckitt adalah perusahaan yang ada di balik merk seperti Dettol, Vanish, dan Harpic. Dengan kerja sama ini, mereka juga bisa mengakses data menyeluruh terkait alur rantai pasok, pemasaran, serita permintaan produk di lapangan.


Layanan ini sejalan dengan misi Warung Pintar Group untuk menghadirkan kemudahan bagi seluruh pihak di ekosistem ritel, termasuk pendekatan yang berfokus pada brand. Tujuannya adalah untuk membantu brand dalam memperoleh visibilitas pada rantai pasokan dari hulu sampai yang paling hilir, yaitu warung.


Dengan begitu, brand dapat lebih efektif dalam menyasar pelanggan yang belum terjangkau sebelumnya.


Kerja sama ini juga sejalan dengan permintaan warung maupun toko, dilihat dari angka penjualan kategori kesehatan dan kebersihan yang mengalami peningkatan rata-rata sebesar 24% setiap bulannya sejak pandemi.


Para pemilik warung juga dapat memperoleh barang dengan harga hingga 20% lebih rendah untuk toko atau warung dibanding harga pasar karena berasal langsung dari brand. Semua transaksi dilakukan secara online, sebagaimana yang sekarang sudah menjadi kebiasaan baru sejak pandemi dikarenakan proses yang lebih efisien dan aman.

https://tendabiru21.net/movies/the-spy-next-door/