Senin, 17 Mei 2021

Update Corona RI 17 Mei: Tambah 4.295 Kasus Baru, Kasus Aktif 89.129

  Jumlah kasus virus Corona COVID-19 bertambah 4.295 kasus pada Senin (17/5/2021). Total kasus positif sebanyak 1.744.045, sembuh 1.606.611, meninggal 48.305 kasus.

Kasus aktif tercatat sebanyak 89.129, jumlah spesimen yang diperiksa 45.653, dan suspek sebanyak 79.815 orang.


Detail penambahan kasus COVID-19 adalah sebagai berikut.


Kasus positif bertambah 4.295 menjadi 1.744.045

Pasien sembuh bertambah 5.754 menjadi 1.606.611

Pasien meninggal bertambah 212 menjadi 48.305

Sebelumnya, pada Minggu (16/5/2021), tercatat total sebanyak 1.739.750 kasus positif virus Corona COVID-19, 1.600.857 pasien sembuh, dan 48.039 kasus meninggal dunia.

https://nonton08.com/movies/lee-rock/


Seperempatnya dari Jabar, Ini Sebaran 4.295 Kasus Baru COVID-19 di RI 17 Mei 2021


 Per 17 Mei 2021, Indonesia melaporkan penambahan kasus baru positif COVID-19 sebanyak 4.295. Total pasien terkonfirmasi saat ini sejumlah 1.744.045.

Jawa Barat menyumbang angka kasus positif terbanyak dengan total 1.361. Disusul Jawa Tengah dengan total kasus 673, dan DKI Jakarta dengan total 421 kasus.


Detail perkembangan virus Corona per Senin (17/5/2021), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 4.295 menjadi 1.744.045

Pasien sembuh bertambah 5.754 menjadi 1.606.611

Pasien meninggal bertambah 212 menjadi 48.305.

Tercatat sebanyak 45.653 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 79.815.


Sebaran 4.295 kasus baru Corona di Indonesia per Senin (17/5/2021), sebagai berikut:


Jawa Barat: 1.361 kasus

Jawa Tengah: 673 kasus

DKI Jakarta: 421 kasus

Riau: 317 kasus

Jawa Timur: 202 kasus

DI Yogyakarta: 136 kasus

Sumatera Barat: 127 kasus

Bangka Belitung: 108 kasus

Sumatera Selatan: 106 kasus

Kepulauan Riau: 106 kasus

Aceh: 91 kasus

Sumatera Utara: 91 kasus

Bali: 74 kasus

Kalimantan Barat: 72 kasus

Lampung: 60 kasus

Kalimantan Timur: 59 kasus

Kalimantan Tengah: 57 kasus

Banten: 53 kasus

Nusa Tenggara Timur: 53 kasus

Kalimantan Selatan: 25 kasus

Jambi: 21 kasus

Sulawesi Selatan: 20 kasus

Maluku: 20 kasus

Sulawesi Tengah: 14 kasus

Nusa Tenggara Barat: 12 kasus

Bengkulu: 4 kasus

Kalimantan Utara: 4 kasus

Sualwesi Barat: 3 kasus

Gorontalo: 2 kasus

Sulawesi Utara: 1 kasus

Sulawesi Tenggara: 1 kasus

Papua Barat: 1 kasus.


Centro Dinyatakan Pailit!


PT Tozy Sentosa, pengelola Centro Department Store dan Parkson Department Store dinyatakan pailit. Sebelumnya, pengelola Centro tersebut digugat pailit oleh para pemasoknya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

"Benar hari ini, Senin, 17 Mei 2021, PT Tozy Sentosa (Centro) telah pailit. Hal ini berdasarkan hasil voting dari para kreditur dan rekomendasi Hakim Pengawas," ungkap Humas PN Jakpus, Bambang Nurcahyono kepada detikcom, Senin (17/5/2021).


Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Jakpus, gugatan sebelumnya didaftarkan dengan nomor perkara 106/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Jkt.Pst. Gugatan didaftarkan oleh 5 perusahaan pemasok yaitu PT Primajaya Putra Sentosa, PT Indah Subuh Sejati, PT Multi Megah Mandiri, PT Harindotama Mandiri, dan PT Mahkota Petriedo Indoperkasa. Kelimanya mengajukan 7 petitum.


Pertama, untuk mengabulkan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap Tozy Sentosa yang beralamatkan di Parkson Office Building Lantai 7-8 CBD Bintaro Jaya Sektor VII, Tangerang Selatan.


Kedua, menetapkan PKPU sementara terhadap Tozy Sentosa untuk paling lama 45 hari terhitung sejak putusan a quo diucapkan.


Ketiga, penggugat meminta untuk menunjuk Hakim Pengawas dari Hakim-Hakim Niaga di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengawasi proses Penundaan PKPU termohon.


Keempat, penggugat meminta untuk menunjuk dan mengangkat Anthony L.P. Hutapea, S.H., M.H. dan Fitri Safitri, S.H. sebagai pengurus proses PKPU Tozy Sentosa.


Kelima, penggugat meminta pengadilan menetapkan sidang Rapat Permusyawaratan Hakim untuk mendengar laporan Hakim Pengawas tentang perkembangan yang dicapai selama proses PKPU sementara paling lambat pada hari ke-45 terhitung sejak putusan PKPU sementara a quo diucapkan.

https://nonton08.com/movies/lee-rock-ii/

Inikah Penyebab Vaksin Corona AstraZeneca Picu Pembekuan Darah?

 Di tengah lajunya program vaksinasi COVID-19 di seluruh dunia, muncul kabar adanya kasus pembekuan darah yang disebut-sebut berkaitan dengan vaksin. Vaksin yang dimaksud adalah vaksin COVID-19 AstraZeneca dan Johnson & Johnson (J&J).

Sampai saat ini, para ilmuwan di dunia terus mencari tahu dan memahami mengapa kedua vaksin tersebut bisa menyebabkan pembekuan darah. Meski jarang, kondisi ini bisa berpotensi mematikan.


"Memahami penyebabnya sangat penting untuk vaksin generasi berikutnya, karena virus Corona akan tetap bersama kita dan vaksinasi kemungkinan besar akan menjadi musiman," kata seorang profesor di Universitas Erasmus, Belanda, Eric Van Gorp, yang dikutip dari Fox News, Senin (17/5/2021).


Di Jerman, seorang peneliti mengklaim telah menemukan apa yang memicu pembekuan darah tersebut. Hal ini dikemukakan seorang peneliti Prof Andreas Geinacher dan timnya di Universitas Greifswald.


Mereka percaya, vaksin dengan platform adenovirus yang ditujukan untuk melawan virus bisa menyebabkan autoimun respons yang menyebabkan pembekuan darah. Menurut Prof Geinacher, reaksi itu bisa dikaitkan dengan protein yang tersesat dan pengawet yang dia temukan dalam vaksin AstraZeneca.

Prof Geinacher dan timnya juga baru saja mulai memeriksa vaksin J&J, telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 protein dalam vaksin AstraZeneca yang berasal dari sel manusia. Selain itu, ia juga menemukan pengawet yang dikenal sebagai asam ethylenediaminetetraacetic atau EDTA.


Hipotesis mereka adalah, EDTA yang umumnya untuk obat-obatan dan produk lain, membantu protein tersebut masuk ke aliran darah, di mana mereka mengikat komponen darah yang disebut faktor trombosit atau PF4 membentuk kompleks yang mengaktifkan produksi antibodi.


Peradangan yang disebabkan oleh vaksin dan dikombinasikan dengan kompleks PF4 bisa mengelabui sistem kekebalan agar percaya bahwa tubuh terinfeksi bakteri. Hal ini memicu mekanisme pertahanan kuno yang kemudian tidak terkendali dan menyebabkan pembekuan dan pendarahan.


Di sisi lain, Prof John Kelton dari McMaster University di Kanada pun menguji pasien dengan gejala pembekuan darah pasca vaksinasi. Mereka mereplikasi beberapa penelitian Prof Geinacher dan mengkonfirmasi temuannya. Namun, penyebabnya masih tidak jelas.


"Hipotesis (Prof Geinacher) bisa saja benar, tapi bisa juga salah," kata Prof Kelton.

https://nonton08.com/movies/shut-up-gulli/


Update Corona RI 17 Mei: Tambah 4.295 Kasus Baru, Kasus Aktif 89.129


 Jumlah kasus virus Corona COVID-19 bertambah 4.295 kasus pada Senin (17/5/2021). Total kasus positif sebanyak 1.744.045, sembuh 1.606.611, meninggal 48.305 kasus.

Kasus aktif tercatat sebanyak 89.129, jumlah spesimen yang diperiksa 45.653, dan suspek sebanyak 79.815 orang.


Detail penambahan kasus COVID-19 adalah sebagai berikut.


Kasus positif bertambah 4.295 menjadi 1.744.045

Pasien sembuh bertambah 5.754 menjadi 1.606.611

Pasien meninggal bertambah 212 menjadi 48.305

Sebelumnya, pada Minggu (16/5/2021), tercatat total sebanyak 1.739.750 kasus positif virus Corona COVID-19, 1.600.857 pasien sembuh, dan 48.039 kasus meninggal dunia.

https://nonton08.com/movies/shut-in/