Selasa, 18 Mei 2021

Daftar Terbaru 7 Zona Merah Corona di Indonesia, Sleman-Salatiga Termasuk

  Wilayah zona merah COVID-19 di Indonesia terus mengalami penurunan selama dua pekan. Jika sebelumnya ada 12, kini jumlah zona merah Corona turun menjadi 7 wilayah.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas COVID-19 per 16 Mei 2021, wilayah dengan zona merah Corona terbanyak berada di Sumatera Barat. Dua wilayah Pulau Jawa juga kembali masuk ke zona merah, yaitu Kota Salatiga dan Sleman.


Tak hanya zona merah, wilayah di zona oranye atau risiko sedang juga ikut mengalami penurunan. Jika sebelumnya terdapat 324 wilayah, saat ini hanya ada sebanyak 321 wilayah di zona oranye.


Meski mengalami penurunan, Prof Wiku Adisasmito selaku juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 terus mengingatkan untuk tetap selalu waspada. Sebab, zona oranye atau zona risiko sewaktu-waktu masih bisa berpindah ke zona merah jika masyarakat mulai lengah dan abai terhadap protokol kesehatan.


Berikut daftar lengkap zona merah Corona per 16 Mei 2021.


1. Sumatera Utara

- Deli Serdang


2. Sumatera Selatan

- Kota Palembang


3. Sumatera Barat

- Solok

- Kota Bukittinggi


4. Riau

- Kota Pekanbaru


5. Jawa Tengah

- Kota Salatiga


6. DI Yogyakarta

- Sleman

https://indomovie28.net/movies/the-darkest-hour/


Pascalebaran, DKI Jakarta Siap-siap Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19


Meski sudah ada larangan mudik, nyatanya sebagian warga masih bepergian di momen lebaran 2021. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengaku sudah mulai bersiap-siap mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan pihaknya memantau dan mewaspadai kasus COVID-19 klaster mudik. Ia mengimbau agar pihak RT, RW, serta kader memberi informasi siapa saja yang bepergian karena sebagian besar warga menggunakan mobil pribadi.


DKI Jakarta juga telah menyiapkan 6.633 tempat tidur isolasi dan 1.007 fasilitas ICU per tanggal 17 Mei. Kondisinya saat ini tempat tidur isolasi telah terisi 1.724 atau 26 persen dan ICU telah terisi 338 atau 34 persen.


"Meskipun pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik dan melakukan penyekatan, tapi kami tetap mewaspadai adanya potensi klaster hasil dari bepergian ini," kata Widyastuti dalam keterangan pers yang dikutip pada Selasa (18/5/2021).


Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, berdasarkan data yang tercatat sejak 6 hingga 15 Mei 2021, sudah lebih dari 2,6 juta orang di Jakarta meninggalkan Ibu Kota. Sedangkan warga yang masuk ke Jakarta dalam rentang waktu yang sama sebanyak 2,2 juta orang.


"Kita berdoa berusaha terus agar masa libur Idul Fitri ini tidak menimbulkan peningkatan atau lonjakan COVID di Jakarta," kata Riza.


Pelanggaran Diviralkan, Bikin Jera atau Mentok Jadi Guyonan?


Belakangan banyak sekali video viral aksi memaki petugas di titik penyekatan mudik. Banyak kalangan menilai, pelanggaran seperti itu perlu diberi efek jera dengan cara dipermalukan dan diviralkan di media sosial.

Bukan hanya bikin pelaku jera, tapi diharapkan menjadi edukasi bagi yang lain untuk tidak ikut-ikutan melanggar. Tapi faktanya, aksi pelanggaran disertai memaki-maki petugas kok ada terus? Padahal semuanya juga viral lho.


Psikolog Anastasia Sari Dewi, founder pusat konsultasi Anastasia and Associate, menjelaskan bahwa larangan mudik ini memang bukan perkara mudah. Pasalnya, bermudik di kala lebaran sudah bertahun-tahun menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia.


"Tingkat pendidikan juga perlu diperhatikan, dipertimbangkan sehingga sulit sekali untuk diatur karena mereka lebih, atau kemampuan untuk menganalisa sebab-akibat dan risiko khususnya terkait pandem itu tidak terlalu tinggi. Mereka kurang mengerti, kurang bisa menangkap esensi terkait ini. Jadi hanya kalangan tertentu yang bisa paham bahayanya pandemi dan kerumunan," terang Sari pada detikcom, Senin (17/5/2021).

https://indomovie28.net/movies/the-tent-of-love/

4 Fakta Vaksin Gotong Royong, Harga hingga Jenis Vaksin yang Digunakan

  Hari ini Selasa (18/5/2021) pemerintah menjadwalkan pelaksanaan program vaksinasi gotong royong. Ini adalah salah satu upaya mengendalikan pandemi COVID-19, selain melalui vaksinasi program.

Pengadaan vaksinasi gotong royong ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 10/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19.


Jika vaksinasi program biayanya ditanggung pemerintah dan untuk kalangan umum, vaksinasi gotong royong biayanya ditanggung perusahaan dan hanya untuk karyawan atau keluarganya. Karena dibayar oleh perusahaan, vaksinasi ini tetap gratis bagi karyawan.


Berikut 5 fakta vaksin gotong royong, mulai dari jenis hingga harga vaksin yang digunakan.


1. Jenis vaksin gotong royong

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito pada Maret 2021 menyebut ada 3 jenis vaksin yang akan digunakan dalam vaksinasi gotong royong. Ketiganya adalah Novavax, Moderna, dan Sinopharm.


Jenis vaksin yang disebut-sebut juga akan dipakai untuk vaksin gotong royong adalah CanSino buatan China.


2. Harga vaksin gotong royong

Harga vaksin gotong royong telah ditetapkan pemerintah. Disebutkan, harga vaksin gotong royong buatan Sinopharm adalah Rp 321.660 per dosis.


Ketentuan harga tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643.2021. Keputusan ini telah diteken oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada 11 Mei 2021.


Akan tetapi, tarif pelayanan vaksinasi belum termasuk di dalam harga tersebut. Dijelaskan tarif pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis. Dengan begitu jika dijumlahkan, total harga sekali penyuntikan vaksin COVID-19 dalam layanan vaksin gotong royong adalah Rp 439.570.


3. Gratis untuk pekerja

Vaksinasi gotong royong ditujukan untuk karyawan, karyawati, buruh, dan keluarga yang pendanaannya ditanggung perusahaan tempat mereka bekerja.


Seluruh penerima vaksinasi gotong royong tidak akan dipungut biaya apapun. Vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat seluruhnya gratis. Pembelian vaksin dibebankan pada badan hukum atau badan usaha yang menaungi pekerja.


4. Lokasi vaksinasi gotong royong

Lokasi vaksinasi gotong royong tidak boleh dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah. Hal ini dilakukan untuk menghindari terganggunya proses vaksinasi gratis dari pemerintah.


Vaksinasi gotong royong harus dilakukan di fasyankes milik BUMN atau swasta yang memenuhi syarat menjadi pos pelayanan vaksinasi.

https://indomovie28.net/movies/the-intern-a-summer-of-lust/


Daftar Terbaru 7 Zona Merah Corona di Indonesia, Sleman-Salatiga Termasuk


 Wilayah zona merah COVID-19 di Indonesia terus mengalami penurunan selama dua pekan. Jika sebelumnya ada 12, kini jumlah zona merah Corona turun menjadi 7 wilayah.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas COVID-19 per 16 Mei 2021, wilayah dengan zona merah Corona terbanyak berada di Sumatera Barat. Dua wilayah Pulau Jawa juga kembali masuk ke zona merah, yaitu Kota Salatiga dan Sleman.


Tak hanya zona merah, wilayah di zona oranye atau risiko sedang juga ikut mengalami penurunan. Jika sebelumnya terdapat 324 wilayah, saat ini hanya ada sebanyak 321 wilayah di zona oranye.


Meski mengalami penurunan, Prof Wiku Adisasmito selaku juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 terus mengingatkan untuk tetap selalu waspada. Sebab, zona oranye atau zona risiko sewaktu-waktu masih bisa berpindah ke zona merah jika masyarakat mulai lengah dan abai terhadap protokol kesehatan.


Berikut daftar lengkap zona merah Corona per 16 Mei 2021.


1. Sumatera Utara

- Deli Serdang


2. Sumatera Selatan

- Kota Palembang


3. Sumatera Barat

- Solok

- Kota Bukittinggi


4. Riau

- Kota Pekanbaru


5. Jawa Tengah

- Kota Salatiga


6. DI Yogyakarta

- Sleman

https://indomovie28.net/movies/midnight-hair/