Kamis, 20 Mei 2021

Vaksin CanSino Juga Dipakai untuk Vaksinasi Gotong Royong, Sudah Ada Izin BPOM?

 Vaksinasi gotong royong sudah dimulai, sudah ada 69.730 dosis vaksin Sinopharm yang diberikan ke semua perusahaan yang terlibat. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir berharap, 500 ribu dosis vaksin Corona sudah rampung diberikan hingga Juni 2021.

Adapun vaksin Corona yang dipakai adalah vaksin Sinopharm dengan teknologi seperti Sinovac, yaitu inactivated virus. Honesti menyebut, rencananya, pekan kedua Juni, ada supply tambahan vaksin Sinopharm sebanyak 1 juta dosis.


Selain Sinopharm, jenis vaksin COVID-19 CanSino juga masuk dalam program vaksinasi gotong royong. Berbeda dengan Sinopharm, vaksin tersebut dikembangkan dengan teknologi adenovirus.


"Di samping Sinopharm, ada kebutuhan vaksin lain untuk vaksin gotong royong ini yaitu, CanSino, dari China juga," kata Honesti dalam rapat kerja bersama DPR, Kamis (20/5/2021).


"Platformnya berbeda dengan Sinopharm, mereka menggunakan platform adenovirus, 3 juta dosis nanti akan dikirim antara bulan Juli sampai September, dan sisanya 2 juta akan dikirim Q-4 2021," bebernya.


Bagaimana proses izin Badan Pengawas Obat dan Makanan?

Honesti mengaku izin emergency use of authorization (EUA) vaksin CanSino tengah berproses di BPOM. Statusnya kini masih dalam tahap rolling submission.


"Status EUA, sudah ada rolling submission ke BPOM dan sebelum datang kita harapkan sudah ada EUA dari BPOM," pungkasnya.

https://movieon28.com/movies/hong-kong-gigolo/


Banyak Studi Kombinasikan 2 Jenis Vaksin COVID-19, RI Mau Coba?


 Banyak studi, salah satunya di Spanyol, yang menunjukkan kombinasi antara vaksin COVID-19 AstraZeneca dan Pfizer sangat aman dan efektif. Dalam penelitian tersebut, para relawan mendapat suntikan vaksin Pfizer untuk dosis pertama, kemudian vaksin AstraZeneca untuk dosis kedua.

Peneliti menemukan bahwa jumlah antibodi meningkat 7 kali lipat setelah mendapat vaksin dosis pertama dari Pfizer. Kemudian, jumlahnya meningkat signifikan setelah diberi suntikan kedua dengan AstraZeneca.


Indonesia menjadi salah satu negara yang menggunakan kedua jenis vaksin tersebut, apakah akan mengkombinasikannya juga?


Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan Indonesia masih belum memiliki rencana untuk mencampurkan kedua vaksin tersebut.


"Terkait jenis vaksin kedua sudah ada beberapa studi di dunia menyatakan mencampurkan dua jenis vaksin bisa dilakukan. Namun, untuk Indonesia sampai saat ini belum ada agenda tersebut," kata Prof


Dari 229 Laporan 'KIPI Serius' Vaksin Corona, Komnas KIPI Klaim Semua Teratasi


Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) mencatat total 229 laporan efek samping serius terkait program vaksinasi COVID-19. Data diperoleh dari dua jenis vaksin yang paling banyak dipakai di Indonesia yaitu vaksin Sinovac dan vaksin AstraZeneca.

Ketua Komnas KIPI Profesor Hindra Irawan Satari menjelaskan dari 229 laporan, sebanyak 221 kasus KIPI serius terkait penggunaan vaksin Sinovac dan 18 terkait vaksin AstraZeneca.


KIPI serius dalam pengertian internasional artinya semua efek samping, yang diduga ditimbulkan oleh vaksin, menyebabkan keluhan serius yang membuat pasien dirawat inap, cacat, atau bahkan meninggal dunia.


"Laporan KIPI serius berjumlah 229 laporan sampai tanggal 16 Mei. Sinovac 211 laporan dan AstraZeneca 18 laporan," kata Prof Hindra dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (20/5/2021).


Prof Hindra menekankan sampai saat ini tidak ada kasus KIPI serius yang menjadi fatal di Indonesia.


"KIPI serius semua dapat ditanggulangi dengan sebaik-baiknya sehingga tidak ada yang berakibat fatal. Semua kegawatan ditangani, diberi pertolongan, responsnya bagus sehingga semua tertolong," lanjutnya


Sementara itu untuk KIPI non-serius tercatat ada 10.627 kasus. Sebanyak 9.738 laporan terkait penggunaan vaksin Corona Sinovac dan 889 laporan terkait vaksin AstraZeneca.


Kasus KIPI non-serius meliputi keluhan-keluhan ringan yang tidak membutuhkan perawatan dan bisa sembuh sendiri. Ini meliputi masalah demam, nyeri, mual, dan kelelahan usai divaksinasi.

https://movieon28.com/movies/thats-money/

Kematian Corona India Kembali Cetak Rekor, Tertinggi di Dunia Selama Pandemi!

 Kasus kematian Corona India terus meningkat, mencatat rekor harian 4.529 kasus per Rabu (19/5/2021). Penambahan kasus kematian India juga menjadi rekor tertinggi di dunia sejak wabah COVID-19 merebak.

Sementara kasus baru Corona tercatat sebanyak 267.334 kasus, sehingga totalnya sudah melampaui 25 juta kasus. Para pakar India menilai, kasus Corona yang sebelumnya meningkat tajam mungkin sudah melewati puncaknya, hingga beberapa hari tampak menurun.


Namun, tetap saja, angka kematian COVID-19 masih dilaporkan terus meningkat dan rumah sakit masih penuh, sesak, dengan pasien. Selama sebulan terakhir, kematian akibat COVID-19 di India bahkan melonjak enam kali lipat.


Dikutip dari AFP, kota-kota besar India seperti Mumbai dan New Delhi tampak menunjukkan tanda-tanda perbaikan wabah Corona dalam beberapa hari terakhir. Tetapi, muncul kekhawatiran wabah COVID-19 kini menyebar ke pedesaan lain, yang padat penduduk, dan minim fasilitas kesehatan.


Situasi mengkhawatirkan akibat Corona juga terlihat di Uttar Pradesh, wilayah bagian terpadat di India dengan 200 juta orang. Meskipun kasus baru telah menurun selama seminggu terakhir, wilayah tersebut memiliki lebih dari 136 ribu kasus aktif yang terkonfirmasi.


Pakar kesehatan India menilai angka infeksi Corona di negaranya sebenarnya sulit untuk diukur, sebagian karena data di pedesaan menurutnya lemah, dan langkah pemerintah dalam penanganan Corona sudah jauh terlambat.


Banyak warga sekarat

Di Uttar Pradesh, banyak warga sekarat karena demam dan sesak napas bahkan sebelum dites virus Corona. Krematorium kehabisan kayu dan ratusan mayat terdampar di tepi Sungai Gangga.


"Penduduk desa sering mengabaikan demam dan sakit badan. Sebelum kerabat dapat memahami apa yang terjadi, pasiennya meninggal," kata Raja Bhaiya dari kelompok nirlaba Vidya Dham Samiti, yang bekerja untuk meningkatkan kesadaran tentang pandemi di distrik Banda.


Upaya vaksinasi Corona India juga terhenti saat permintaan cenderung tinggi. Jumlah dosis harian telah turun sekitar setengahnya selama enam minggu terakhir. Dari 4 juta sehari pada 2 April, menjadi sekitar 2 juta atau kurang pada minggu ini. Banyak wilayah India yang tidak memiliki cukup vaksin COVID-19 untuk diberikan.

https://movieon28.com/movies/sssssss/


Vaksin CanSino Juga Dipakai untuk Vaksinasi Gotong Royong, Sudah Ada Izin BPOM?


Vaksinasi gotong royong sudah dimulai, sudah ada 69.730 dosis vaksin Sinopharm yang diberikan ke semua perusahaan yang terlibat. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir berharap, 500 ribu dosis vaksin Corona sudah rampung diberikan hingga Juni 2021.

Adapun vaksin Corona yang dipakai adalah vaksin Sinopharm dengan teknologi seperti Sinovac, yaitu inactivated virus. Honesti menyebut, rencananya, pekan kedua Juni, ada supply tambahan vaksin Sinopharm sebanyak 1 juta dosis.


Selain Sinopharm, jenis vaksin COVID-19 CanSino juga masuk dalam program vaksinasi gotong royong. Berbeda dengan Sinopharm, vaksin tersebut dikembangkan dengan teknologi adenovirus.


"Di samping Sinopharm, ada kebutuhan vaksin lain untuk vaksin gotong royong ini yaitu, CanSino, dari China juga," kata Honesti dalam rapat kerja bersama DPR, Kamis (20/5/2021).


"Platformnya berbeda dengan Sinopharm, mereka menggunakan platform adenovirus, 3 juta dosis nanti akan dikirim antara bulan Juli sampai September, dan sisanya 2 juta akan dikirim Q-4 2021," bebernya.


Bagaimana proses izin Badan Pengawas Obat dan Makanan?

Honesti mengaku izin emergency use of authorization (EUA) vaksin CanSino tengah berproses di BPOM. Statusnya kini masih dalam tahap rolling submission.


"Status EUA, sudah ada rolling submission ke BPOM dan sebelum datang kita harapkan sudah ada EUA dari BPOM," pungkasnya.

https://movieon28.com/movies/secrets-of-the-king-cobra/