Kamis, 20 Mei 2021

Kematian Corona India Kembali Cetak Rekor, Tertinggi di Dunia Selama Pandemi!

 Kasus kematian Corona India terus meningkat, mencatat rekor harian 4.529 kasus per Rabu (19/5/2021). Penambahan kasus kematian India juga menjadi rekor tertinggi di dunia sejak wabah COVID-19 merebak.

Sementara kasus baru Corona tercatat sebanyak 267.334 kasus, sehingga totalnya sudah melampaui 25 juta kasus. Para pakar India menilai, kasus Corona yang sebelumnya meningkat tajam mungkin sudah melewati puncaknya, hingga beberapa hari tampak menurun.


Namun, tetap saja, angka kematian COVID-19 masih dilaporkan terus meningkat dan rumah sakit masih penuh, sesak, dengan pasien. Selama sebulan terakhir, kematian akibat COVID-19 di India bahkan melonjak enam kali lipat.


Dikutip dari AFP, kota-kota besar India seperti Mumbai dan New Delhi tampak menunjukkan tanda-tanda perbaikan wabah Corona dalam beberapa hari terakhir. Tetapi, muncul kekhawatiran wabah COVID-19 kini menyebar ke pedesaan lain, yang padat penduduk, dan minim fasilitas kesehatan.


Situasi mengkhawatirkan akibat Corona juga terlihat di Uttar Pradesh, wilayah bagian terpadat di India dengan 200 juta orang. Meskipun kasus baru telah menurun selama seminggu terakhir, wilayah tersebut memiliki lebih dari 136 ribu kasus aktif yang terkonfirmasi.


Pakar kesehatan India menilai angka infeksi Corona di negaranya sebenarnya sulit untuk diukur, sebagian karena data di pedesaan menurutnya lemah, dan langkah pemerintah dalam penanganan Corona sudah jauh terlambat.


Banyak warga sekarat

Di Uttar Pradesh, banyak warga sekarat karena demam dan sesak napas bahkan sebelum dites virus Corona. Krematorium kehabisan kayu dan ratusan mayat terdampar di tepi Sungai Gangga.


"Penduduk desa sering mengabaikan demam dan sakit badan. Sebelum kerabat dapat memahami apa yang terjadi, pasiennya meninggal," kata Raja Bhaiya dari kelompok nirlaba Vidya Dham Samiti, yang bekerja untuk meningkatkan kesadaran tentang pandemi di distrik Banda.


Upaya vaksinasi Corona India juga terhenti saat permintaan cenderung tinggi. Jumlah dosis harian telah turun sekitar setengahnya selama enam minggu terakhir. Dari 4 juta sehari pada 2 April, menjadi sekitar 2 juta atau kurang pada minggu ini. Banyak wilayah India yang tidak memiliki cukup vaksin COVID-19 untuk diberikan.

https://movieon28.com/movies/sssssss/


Vaksin CanSino Juga Dipakai untuk Vaksinasi Gotong Royong, Sudah Ada Izin BPOM?


Vaksinasi gotong royong sudah dimulai, sudah ada 69.730 dosis vaksin Sinopharm yang diberikan ke semua perusahaan yang terlibat. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir berharap, 500 ribu dosis vaksin Corona sudah rampung diberikan hingga Juni 2021.

Adapun vaksin Corona yang dipakai adalah vaksin Sinopharm dengan teknologi seperti Sinovac, yaitu inactivated virus. Honesti menyebut, rencananya, pekan kedua Juni, ada supply tambahan vaksin Sinopharm sebanyak 1 juta dosis.


Selain Sinopharm, jenis vaksin COVID-19 CanSino juga masuk dalam program vaksinasi gotong royong. Berbeda dengan Sinopharm, vaksin tersebut dikembangkan dengan teknologi adenovirus.


"Di samping Sinopharm, ada kebutuhan vaksin lain untuk vaksin gotong royong ini yaitu, CanSino, dari China juga," kata Honesti dalam rapat kerja bersama DPR, Kamis (20/5/2021).


"Platformnya berbeda dengan Sinopharm, mereka menggunakan platform adenovirus, 3 juta dosis nanti akan dikirim antara bulan Juli sampai September, dan sisanya 2 juta akan dikirim Q-4 2021," bebernya.


Bagaimana proses izin Badan Pengawas Obat dan Makanan?

Honesti mengaku izin emergency use of authorization (EUA) vaksin CanSino tengah berproses di BPOM. Statusnya kini masih dalam tahap rolling submission.


"Status EUA, sudah ada rolling submission ke BPOM dan sebelum datang kita harapkan sudah ada EUA dari BPOM," pungkasnya.

https://movieon28.com/movies/secrets-of-the-king-cobra/

Positif Corona Sepulang Mudik? Ini yang Pertama Kali Harus Dilakukan

 Sejumlah pemudik Lebaran 2021 dilaporkan positif Corona. Para pemudik tersebut ketahuan positif COVID-19 melalui screening di beberapa lokasi penyekatan jalur mudik.

Apa yang harus dilakukan jika dinyatakan positif Corona?

Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dr Lia G Partakusuma, SpPK(K), MM, MARS, apabila seseorang dinyatakan positif Corona, dianjurkan untuk segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat, baik puskesmas atau rumah sakit. Terlebih jika mengalami gejala-gejala COVID-19, seperti batuk, demam, dan sesak napas.


"Apabila gejala ini sudah dirasakan, yang paling mudah itu gejalanya demam, batuk-batuk, pilek, sesak napas, diare, atau tidak merasakan rasa atau bau, itu segera saja datang ke rumah sakit," kata dr Lia dalam diskusi virtual, Kamis (20/5/2021).


"Nanti kami yang akan screening lebih lanjut, apakah ini pasien yang perlu dirawat, maka kami akan data untuk masuk dirawat. Tetapi, jika gejala ringan, kami inginnya bisa mendapatkan bantuan dari rumah sakit darurat, seperti Wisma Atlet," lanjutnya.


Oleh karena itu, dr Lia mengimbau agar masyarakat tidak perlu takut untuk melaporkan diri jika positif Corona. Masyarakat bisa melapor ke RT, RW, atau fasilitas kesehatan terdekat.


"Jadi masyarakat jangan takut, kalau positif jangan langsung menyembunyikan diri di rumah. Datanglah dulu, kadang kala ada yang merasa tidak apa-apa, tapi waktu difoto dadanya, atau di rontgen, ternyata ada gejala-gejala pneumonia," tuturnya.

https://movieon28.com/movies/the-purpose-of-an-x-rated-encounter/


Kematian Corona India Kembali Cetak Rekor, Tertinggi di Dunia Selama Pandemi!


Kasus kematian Corona India terus meningkat, mencatat rekor harian 4.529 kasus per Rabu (19/5/2021). Penambahan kasus kematian India juga menjadi rekor tertinggi di dunia sejak wabah COVID-19 merebak.

Sementara kasus baru Corona tercatat sebanyak 267.334 kasus, sehingga totalnya sudah melampaui 25 juta kasus. Para pakar India menilai, kasus Corona yang sebelumnya meningkat tajam mungkin sudah melewati puncaknya, hingga beberapa hari tampak menurun.


Namun, tetap saja, angka kematian COVID-19 masih dilaporkan terus meningkat dan rumah sakit masih penuh, sesak, dengan pasien. Selama sebulan terakhir, kematian akibat COVID-19 di India bahkan melonjak enam kali lipat.


Dikutip dari AFP, kota-kota besar India seperti Mumbai dan New Delhi tampak menunjukkan tanda-tanda perbaikan wabah Corona dalam beberapa hari terakhir. Tetapi, muncul kekhawatiran wabah COVID-19 kini menyebar ke pedesaan lain, yang padat penduduk, dan minim fasilitas kesehatan.


Situasi mengkhawatirkan akibat Corona juga terlihat di Uttar Pradesh, wilayah bagian terpadat di India dengan 200 juta orang. Meskipun kasus baru telah menurun selama seminggu terakhir, wilayah tersebut memiliki lebih dari 136 ribu kasus aktif yang terkonfirmasi.


Pakar kesehatan India menilai angka infeksi Corona di negaranya sebenarnya sulit untuk diukur, sebagian karena data di pedesaan menurutnya lemah, dan langkah pemerintah dalam penanganan Corona sudah jauh terlambat.

https://movieon28.com/movies/19-gold-swamp-of-sex/