Sabtu, 22 Mei 2021

Facebook Minta Pengguna Aktifkan Pelacakan di iOS

 Dengan dirilisnya iOS 14.5 Apple telah memperkenalkan fitur Tracking Transparency atau Tranparansi Pelacakan yang akan memberi pengguna pilihan untuk menentukan apakah mereka ingin aplikasi yang mereka unduh dapat melacaknya atau tidak.

Meski pilihan tersebut tidak menghentikan pelacakan sepenuhnya namun dengan pengguna dapat memilih pengaturan tersebut merupakan langkah yang dinilai baik bagi apple terkait privasi pengguna.


Di sisi lain Facebook pun berharap pengguna iOS mengizinkan layanannya dapat melacak mereka. Hal ini diungkapkan oleh peneliti Ashkan Soltani yang melihat Facebook dan Instagram menampilkan pesan pop-up kepada pengguna yang telah menginstall iOS 14.5 di perangkat mereka.


Dalam pesan pop-up tersebut Facebook dan Instagram mendorong pengguna untuk mengaktifkan pelacakan aplikasi untuk aplikasi mereka.


Pada dasarnya, Facebook dan Instagram meminta agar pengguna tetap mengaktifkan pelacakan aplikasi untuk menjaga layanan mereka tetap gratis. Hal ini seolah Facbeook menyiratkan bahwa jika pengguna iOS tetap menonaktifkan pelacakan kemungkinan di masa mendatang pengguna yang menggunakan layanan Facebook akan berbayar.


Dilansir detikINET dari Ubergizmo, Senin (3/5/2021) Apple sebelumnya telah menyatakan bahwa mereka akan melarang aplikasi yang mencoba memberi penghargaan kepada pengguna yang mengaktifkan pelacakan aplikasi.

https://indomovie28.net/movies/motley-crue-xxx-30-years-of-girls-girls-girls/


Penjelasan Ilmiah Soal Ramadhan 2 Kali Setahun Tahun 2030 Nanti


Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan bahwa fenomena Ramadhan dua kali dalam satu tahun masehi bukan yang pertama terjadi.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengungkapkan kejadian dua kali Ramadhan dalam satu tahun masehi pernah berlangsung saat menjelang memasuki tahun milenium.


- Tahun 1998 Ramadhan 1418 dan 1419

- Tahun 1999 Ramadhan 1419 dan 1420

- Tahun 2000 Ramadhan 1420 dan 1421


Bahkan khusus tahun 2000, tak bulan puasa saja yang muncul dua kali dalam satu tahun masehi. Hari Raya Idul Fitri juga terjadi di tahun itu dua kali.


Fenomena langka Ramadhan ini akan kembali datang di 2030, yang kemudian berlanjut di tahun-tahun berikutnya.


- Tahun 2030 Ramadhan 1451 dan 1452

- Tahun 2031 Ramadhan 1452 dan 1453

- Tahun 2032 Ramadhan 1453 dan 1454


"Itu berulang sekitar 33 tahun, karena kalender Hijriyah dan kalender (ada selisih-Red) 10,9 hari (33 x 10,9 = 359 hari)," ujar Thomas kepada detikINET melalui pesan singkatnya, Senin (3/5/2021).


Terkait Ramadhan dua kali dalam satu tahun masehi ini, LAPAN menyebutkan bahwa itu merupakan hal yang biasa, sebab bagian dari siklus tahunan sekitar 30 tahunan sekali.


"Ini hal yang biasa, tidak ada yang istimewa," ungkap Thomas.


Bareskrim Wanti-wanti Pembajakan WhatsApp, Begini Modusnya!


Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Dittipidsiber Bareskrim) Mabes Polri memperingatkan warga Indonesia atas aksi pembajakan WhatsApp yang dilakukan lewat pesan singkat (short message service - SMS).

Peringatan itu disampaikan Bareskrim lewat akun Instagram mereka di @ccicpolri, yang menyebut modus penipuan itu dilakukan dengan mengirimkan pesan yang mengatasnamakan WhatsApp, dan menyebut calon korbannya mendapat hadiah ratusan juta rupiah.


Untuk mencairkan hadiah tersebut, calon korban diminta untuk mengklik link yang ada dalam SMS tersebut. Nah, SMS ini menurut Bareskrim kemungkinan adalah jebakan phishing yang bertujuan untuk mencuri akun milik calon korbannya.


Sebagai informasi, phishing adalah aksi penipuan yang dilakukan dengan menyaru sebagai (biasanya) perusahaan besar agar calon korban mudah percaya pada bujukannya. Salah satunya seperti yang dilakukan dalam penipuan yang mengatasnamakan WhatsApp tersebut.

https://indomovie28.net/movies/kung-fu-panda-2/

Ini Wakil Indonesia di Mobile Legend MSC 2021

 Gelaran MPL ID Season 7 telah berakhir. Turnamen Mobile Legends berikutnya yang akan hadir yakni MSC (MLBB Southeast Asia Cup) 2021.

Pertandingan grand final MPL ID Season 7, menyajikan pertarungan hebat dari dua tim papan atas yaitu Evos Legends dan Bigetron Alpha. Setelah melakukan serangkai game, Evos Legends berhasil menjadi juara di MPL ID Season 7.


Kedua finalis yang bertanding pun berhak mewakili Indonesia di turnamen Mobile Legends berikutnya. Evos Legends dan Bigetron Alpha akan bertanding di MSC (MLBB Southeast Asia Cup) 2021.


MSC 2021 akan diselenggarakan mulai dari penyisihan grup pada tanggal 7 - 10 Juni. Kemudian dilanjut ke babak playoff pada 11 - 13 Juni 2021, dikutip detikINET dari website resmi MSC 2021, Senin (3/5/2021).


Sebanyak 12 tim dari delapan negara akan berpartisipasi di MSC 2021, dan memperebutkan total hadiah sebesar USD 150.000 (sekitar 2,1 miliar rupiah). Melalui informasi yang tertera di website resmi MSC, delapan negara tersebut, yakni Filipina, Indonesia, Thailand, Laos, Kamboja, Malaysia, Singapura dan Vietnam.


Mengingat masih berkembangnya virus corona, demi keamanan pemain dan seluruh kru, MSC 2021 akan digelar untuk pertama kalinya secara online. Setelah sebelumnya di tahun 2020, MSC terpaksa harus dibatalkan karena Covid-19.


"Kami sangat senang dapat membawa kembali MSC tahun ini untuk menyatukan kembali penggemar Asia Tenggara, dan mendukung tim nasional mereka," kata Han Ziwei, Kepala MSC Moonton Games.


Sebagai juara MPL ID Season 7, perjalanan Evos Legends masih panjang untuk mendapatkan predikat tim terkuat. Mereka masih harus bertanding dengan dengan tim dari negara lain di MSC 2021.


Sebelumnya, Evos Legends berhasil mengalahkan Bigetron Alpha di grand final dengan skor 4 -2 dan menjadi juara MPL ID Season 7. Untuk pemain yang mendapatkan gelar MVP pada season ini jatuh kepada Luminaire.

https://indomovie28.net/movies/como-filmar-una-xxx/


Facebook Minta Pengguna Aktifkan Pelacakan di iOS


Dengan dirilisnya iOS 14.5 Apple telah memperkenalkan fitur Tracking Transparency atau Tranparansi Pelacakan yang akan memberi pengguna pilihan untuk menentukan apakah mereka ingin aplikasi yang mereka unduh dapat melacaknya atau tidak.

Meski pilihan tersebut tidak menghentikan pelacakan sepenuhnya namun dengan pengguna dapat memilih pengaturan tersebut merupakan langkah yang dinilai baik bagi apple terkait privasi pengguna.


Di sisi lain Facebook pun berharap pengguna iOS mengizinkan layanannya dapat melacak mereka. Hal ini diungkapkan oleh peneliti Ashkan Soltani yang melihat Facebook dan Instagram menampilkan pesan pop-up kepada pengguna yang telah menginstall iOS 14.5 di perangkat mereka.


Dalam pesan pop-up tersebut Facebook dan Instagram mendorong pengguna untuk mengaktifkan pelacakan aplikasi untuk aplikasi mereka.


Pada dasarnya, Facebook dan Instagram meminta agar pengguna tetap mengaktifkan pelacakan aplikasi untuk menjaga layanan mereka tetap gratis. Hal ini seolah Facbeook menyiratkan bahwa jika pengguna iOS tetap menonaktifkan pelacakan kemungkinan di masa mendatang pengguna yang menggunakan layanan Facebook akan berbayar.


Dilansir detikINET dari Ubergizmo, Senin (3/5/2021) Apple sebelumnya telah menyatakan bahwa mereka akan melarang aplikasi yang mencoba memberi penghargaan kepada pengguna yang mengaktifkan pelacakan aplikasi.

https://indomovie28.net/movies/kung-fu-panda/