Sabtu, 12 Juni 2021

Bill Gates Pernah Pacaran dengan Manajer di Microsoft

 Bill Gates ternyata pernah berpacaran dengan manajer Microsoft yang cantik jelita, Stefanie Reichel. Kisah percintaan mereka ini mendadak viral di berbagai media massa semenjak kabar perceraian Bill Gates dan Melinda Gates.

Mengutip Daily Mail, Selasa (18/5/2021) terlepas dari reputasinya sebagai seorang kutu buku yang sering canggung bersosialisasi, Gates menjalin hubungan asmara selama tujuh bulan dengan eksekutif Microsoft Stefanie Reichel pada tahun 1992. Di tahun tersebut, Gates sudah berpacaran namun belum memutuskan serius dengan Melinda.


Stefanie Reichel merupakan manajer penjualan Microsoft yang saat itu berusia 25 tahun dan berbasis di Jerman. Bill Gates dan Reichel bertemu di pertemuan bisnis di Monte Carlo dan pria filantropi ini mulai membombardir Reichel dengan email romantis. Selama tujuh bulan perselingkuhan mereka, mereka tinggal di hotel-hotel mewah di London.


Sampai akhirnya, Reichel memutuskan untuk mengakhiri perselingkuhan tersebut. Tapi tak berakhir begitu saja, Bill Gates ternyata sempat memohon agar Reichel bisa mempertimbangkan kembali perasaan Gates. Namun Reichel sudah bersikeras untuk menghentikan hubungan mereka.


Pada akhirnya, Melinda French lah yang berhasil memenangkan hati Bill Gates. Di tahun 1994, setelah proses panjang sampai Gates menuliskan pro dan kontra, Melinda resmi dipersunting oleh Bill Gates. Mereka dikaruniai dua orang anak perempuan dan satu anak laki-laki.


Salah satu teman Bill Gates sekaligus mantan petinggi Microsoft, Vern Raburn pernah mengatakan pada Daily Mail bahwa Gates memang senang berpesta sebelum terikat secara resmi dengan Melinda. Tapi setelah menikah, Bill Gates berubah drastis menjadi pria yang sayang keluarga.


"Pastinya sebelum pernikahan mereka, ya. Bill suka berpesta. Tapi aku tidak pernah melihat semua itu setelah menikah," kata Raburn.

https://trimay98.com/movies/bait-6/


Daftar Negara dengan Layanan 5G Paling Ngebut


 Seiring berjalannya waktu dan kebutuhan akses internet super ngebut, jaringan 5G terus dihadirkan di berbagai negara. Dan, Korea Selatan menjadi yang terdepan akan layanan jaringan generasi seluler kelima ini.

Opensignal dalam laporan belum lama ini mengungkapkan Korea Selatan menduduki peringkat teratas kecepatan internet download 5G mencapai 361 Mbps.


Lalu di belakangnya secara berurutan yang masuk negara top 10 kecepatan download 5G tercepat, ada Taiwan (309,9 Mbps), Uni Emirat Arab (269 Mbps), Australia (239,6 Mbps), Jepang (231,5 Mbps), Arab Saudi (229,8 Mbps), Finlandia (219,5 Mbps), Kuwait (212,9 Mbps), Swiss (173,3 Mbps), dan Austria (162,8 Mbps).


Kendati Korea Selatan ada di urutan teratas, namun bila urusan puncak kecepatan download 5G itu justru Uni Emirat Arab (863 Mbps) dan kecepatan upload 5G juaranya itu Taiwan (36,7 Mbps).


Opensignal memetakan perkembangan jaringan 5G di berbagai negara di seluruh dunia.Opensignal memetakan perkembangan jaringan 5G di berbagai negara di seluruh dunia. Foto: Opensignal

Jika lebih merucut ke area kota, maka Jeonju yang merupakan salah satu kota di Korea Selatan jadi yang paling memanjakan bagi pengguna layanan 5G. Di kota ini, masyarakat bisa merasakan pengalaman layanan 5G yang tembus sampai 415,6 Mbps dan upload 21,3 Mbps.


"Kecepatan download 5G di Jeonju sebesar 415,6 Mbps ini 15% lebih cepat dari hasil nasional Korea Selatan," kata Opensignal.


Opensignal menyebutkan hanya tiga kota di jajaran 10 besar yang merupakan ibu kota, yaitu Riyadh, Tokyo, dan Dublin. Sedangkan kota-kota lain beberapa di antaranya merupakan kota bisnis, sebut saja Dubai, Zurich, dan Barcelona.


Selain itu, Opensignal juga mengungkapkan 10 besar 5G global dilihat dari experience, upflit, dan extent, sebagai berikut:

https://trimay98.com/movies/men-in-black/

Surat Lama Albert Einstein Ungkap Burung Punya Kemampuan Super

  Beberapa dekade sebelum kita tahu burung bisa melihat medan magnet Bumi, Albert Einstein membahas kemungkinan kemampuan indra super yang belum ditemukan, yang dia tuliskan dalam sebuah surat.

Surat dari Einstein ini ditulis pada tahun 1949, berisi jawaban atas pertanyaan dari salah satu ilmuwan lainnya bernama Glyn Davys tentang kemampuan burung. Jawaban Einstein dalam surat ini memperlihatkan kemampuannya yang luar biasa dalam bidang biologi dan fisika.

https://trimay98.com/movies/night-in-paradise/


Adapun pertanyaan asli dari Davys yang memulai korespondensi tidak berhasil ditemukan. Namun jika menilai dari jawaban Einstein, pertanyaan Davys berkaitan dengan persepsi hewan dan apa yang dapat dikatakannya terkait fisik.


"Dapat diperkirakan bahwa penyelidikan tingkah laku burung migran dan merpati pos suatu hari nanti dapat mengarah pada pemahaman tentang beberapa proses fisik yang belum diketahui," tulis Einstein dalam jawabannya.


Dikutip dari Science Alert, Senin (17/5/2021) lebih dari 70 tahun kemudian, kita sekarang tahu perkiraan Einstein benar. Bukti-bukti yang ada sekarang menunjukkan bahwa burung dapat merasakan medan magnet Bumi menggunakan fotoreseptor khusus di mata.


Burung memiliki mata yang sangat sensitif terhadap pergeseran halus medan magnet planet. Kemampuan inilah yang memungkinkan mereka bermigrasi ribuan kilometer tanpa tersesat. Hewan lain, seperti penyu, anjing, dan lebah, juga menunjukkan kemampuan luar biasa untuk merasakan medan magnet planet, meski tidak selalu melalui mata.


"Sungguh menakjubkan bahwa Einstein memahami kemungkinan ini beberapa dekade sebelum bukti empiris mengungkapkan beberapa hewan memang dapat melihat medan magnet dan menggunakan informasi tersebut untuk navigasi," tulis para peneliti di The Hebrew University of Jerusalem.


Einstein memiliki beberapa petunjuk untuk memandu pemikirannya. Pada saat surat itu ditulis, ilmu biologi dan ilmu fisika mulai menyatu, tidak seperti sebelumnya. Ekolokasi kelelawar baru-baru ini ditemukan, dan teknologi radar mulai mengakar.


Faktanya, Davys sendiri adalah seorang peneliti di bidang ini. Hal tersebut mungkin menjadi alasan mengapa Davys tertarik pada indera hewan aneh lainnya, seperti yang ditunjukkan oleh lebah.


Pada Einstein, dia menemukan sosok yang berpikiran sama. Tampaknya Davys menilai fisikawan terkenal itu juga terpesona pada ilmu biologi sebagai jendela kekuatan fisik yang tak terlihat.


Meski telah dilakukan penelitian selama beberapa dekade, masih banyak misteri yang tersisa. Mekanisme pasti yang digunakan hewan untuk merasakan cahaya atau merasakan medan magnet Bumi masih dipisahkan, dan mungkin tidak sama untuk setiap spesies.


Lebah, misalnya, tampaknya merasakan medan magnet di perut mereka, sementara burung dan anjing tampaknya melakukannya terutama melalui fotoreseptor khusus di mata mereka yang disebut kriptokrom. Bahkan sel manusia membuat kriptokrom, dan penelitian terbaru mengungkapkan sel-sel ini merespons secara dinamis terhadap perubahan medan magnet.

https://trimay98.com/movies/lone-survivor/