Selasa, 22 Juni 2021

Tips Tingkatkan Kesehatan Lansia di Masa Pandemi

  Lansia menjadi kelompok yang rentan terpapar COVID-19. Pasalnya, kekebalan tubuh yang dimiliki para lansia menurun seiring bertambahnya usia.

Berdasarkan data Satgas COVID-19, terdapat sekitar 10,7% kasus terkonfirmasi positif COVID-19 berasal dari lansia. Dan sebesar 48,3% dari kasus pasien meninggal COVID-19 adalah kelompok lansia.


Untuk itu, lansia menjadi prioritas dalam program vaksinasi COVID-19. Namun, di samping melakukan vaksinasi, lansia tetap perlu meningkatkan kesehatan tubuhnya.


Berikut tips sederhana meningkatkan kesehatan bagi para lansia.


1. Tetap Aktif


Para lansia harus tetap aktif dalam menjalani keseharian. Aktif bisa dengan melakukan olahraga ringan seperti senam atau berjemur di pagi hari. Selain berolahraga, aktivitas lainnya yang bisa meningkatkan kesehatan adalah dengan berkebun atau membuat kerajinan.

2. Konsumsi Makanan Sehat


Mengonsumsi makanan bergizi menjadi cara sederhana dalam meningkatkan kesehatan bagi para lansia. Cara ini dapat dilakukan dengan menjaga pola makan melalui kebutuhan nutrisi yang seimbang. Lansia juga diperlukan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, E dan Zinc, serta mengonsumsi multivitamin.


3. Istirahat yang Cukup


Kegiatan para lansia biasanya memang tidak terlalu banyak. Meski demikian, lansia tetap perlu menjaga pola tidur dengan durasi 7-8 dalam sehari. Dalam mendukung langkah istirahat yang cukup, lansia disarankan untuk mengurangi minum air banyak-banyak di malam hari. Bagaimana pun, hal itu dapat membuat lansia terbangung untuk ke kamar mandi sehingga mengganggu waktu tidur.


Cara terakhir adalah rutin mengecek kesehatan. Dengan mengecek kesehatan secara rutin, lansia bisa tahu mengenai kondisi tubuhnya. Adapun ketika kondisi kesehatannya menurun. Lansia dapat segera melakukan antisipasi.


4. Rutin Cek Kesehatan dan Minum Obat


Cara terakhir adalah rutin mengecek kesehatan. Dengan mengecek kesehatan secara rutin, lansia bisa tahu mengenai kondisi tubuhnya. Adapun ketika kondisi kesehatannya menurun. Lansia dapat segera melakukan antisipasi.

https://movieon28.com/movies/cat-people-2/


Satu Lagi Negara yang Menyusul Cabut Aturan Wajib Masker


Satu lagi negara menyusul penerapan aturan bebas masker karena kasus COVID-19 dinilai sudah teratasi. Adalah Italia, per tanggal 28 Juni tak lagi mewajibkan warganya memakai masker di luar ruangan.

Hal ini diutarakan Menteri Kesehatan Roberto Speranza dalam cuitannya di Twitter Senin malam. Ia menjelaskan beberapa syarat untuk menerapkan aturan bebas masker.


Wilayah yang bisa menerapkan aturan bebas masker harus sudah berada di 'white zone' COVID-19. White zone Corona di Italia menandakan kasus infeksi COVID-19 amat rendah dan jumlah pasien ICU harian rumah sakit tercatat di bawah ambang batas berisiko.


Sementara saat ini semua wilayah di sana masuk white zone, kecuali satu daerah kecil di Italia bagian barat. Meski begitu, masker tetap dibutuhkan di transportasi umum dan juga di dalam ruangan.


Perlu dicatat, penerapan bebas masker di Italia juga menyusul cakupan vaksinasi. Hampir 30 persen warga di Italia, berusia 12 tahun ke atas, sudah mendapat dua dosis vaksin COVID-19.


Seperti Italia, beberapa negara ini sudah lebih dulu menerapkan aturan bebas masker.


Israel

Amerka Serikat

Bhutan

Selandia Baru

China

https://movieon28.com/movies/cat-people/

5 Makanan Sumber Vitamin D, Penting karena Berjemur Saja Nggak Cukup

 Makan makanan bergizi, berolahraga, dan istirahat cukup adalah kunci untuk tetap sehat di tengah pandemi COVID-19. Namun yang tak boleh ketinggalan adalah berjemur untuk mencukupi kebutuhan vitamin D. Apa sih fungsinya?

Dokter spesialis kulit dan staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNPAD/RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr R.M. Rendy Ariezal Effendi, SpDV, menjelaskan bahwa berjemur berfungsi membantu tubuh mendapatkan vitamin D yang baik untuk daya tahan tubuh.


"Untuk di negara tropis seperti Indonesia, berjemur sekitar pukul 9 pagi sudah cukup untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh. Berjemur cukup dilakukan sebanyak 3 kali seminggu, agar proses metabolisme vitamin D juga menjadi lebih efektif. Selain itu, sinar UVA memiliki gelombang yang lebih panjang dan dapat menembus lapisan kulit lebih dalam," terangnya pada detikcom.


Dikutip dari Medical News Today, vitamin D berfungsi mengatur kalsium dan pemeliharaan kadar fosfor dalam darah. Faktor-faktor ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang.


Pada anak-anak, kekurangan vitamin D bisa menyebabkan rakhitis yang menyebabkan pembengkakan kaki karena pelunakan tulang. Sedangkan pada dewasa, kekurangan vitamin D bermanifestasi sebagai osteomalasia yang juga bisa melemahkan otot.


Selain sinar matahari, kebutuhan vitamin D rupanya bisa juga dicukupi dari makanan. Tak perlu pusing, daftar makanan ini super mudah ditemukan dan bisa jadi menu makan lezat sehari-hari:


1. Ikan salmon

Dikutip dari Healthline, Basis Data Komposisi Makanan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyatakan, satu porsi salmon seberat 3,5 ons (100 gram) mengandung 526 IU vitamin D. Kadar ini bisa memenuhi kebutuhan vitamin D harian dalam tubuh hingga 200 persen.


2. Ikan sarden dan tuna kaleng

Selain salmon, ikan kalengan seperti sarden dan tuna bisa jadi pilihan untuk mencukupi kebutuhan vitamin D. Satu kaleng ikan sarden (3,8 ons) mengandung 177 IU vitamin D. Begitu juga ikan tuna kaleng mengandung 268 IU vitamin D per 3,5 ons (100 gram) yang bisa mencukupi kebutuhan vitamin D harian hingga 34 persen.


3. Susu sapi

Susu sapi sudah menjadi andalan banyak orang karena dipercaya bisa mencukupi kebutuhan akan vitamin D. Bukan sekedar mitos, susu sapi memang sumber nutrisi yang amat baik. Susu sapi mengandung kalsium, fosfor, dan riboflavin. Umumnya, 1 cangkir susu sapi (237 ml) mengandung sekitar 115-130 IU vitamin D.


4. Kuning telur

Selain susu, telur juga dipercaya sebagai sumber vitamin D. Satu kuning telur biasanya mengandung 37 IU vitamin D dan sebagian besar mineral. Sedangkan putih telur mengandung protein.


5. Jamur

Untuk yang alergi terhadap susu sapi atau telur, jamur bisa diandalkan untuk mencukupi kebutuhan vitamin D. Jamur mengandung 2.300 IU per porsi 3,5 ons (100 gram) yang baik untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam darah.

https://movieon28.com/movies/four-sisters-before-the-wedding/


Tips Tingkatkan Kesehatan Lansia di Masa Pandemi


 Lansia menjadi kelompok yang rentan terpapar COVID-19. Pasalnya, kekebalan tubuh yang dimiliki para lansia menurun seiring bertambahnya usia.

Berdasarkan data Satgas COVID-19, terdapat sekitar 10,7% kasus terkonfirmasi positif COVID-19 berasal dari lansia. Dan sebesar 48,3% dari kasus pasien meninggal COVID-19 adalah kelompok lansia.


Untuk itu, lansia menjadi prioritas dalam program vaksinasi COVID-19. Namun, di samping melakukan vaksinasi, lansia tetap perlu meningkatkan kesehatan tubuhnya.


Berikut tips sederhana meningkatkan kesehatan bagi para lansia.


1. Tetap Aktif


Para lansia harus tetap aktif dalam menjalani keseharian. Aktif bisa dengan melakukan olahraga ringan seperti senam atau berjemur di pagi hari. Selain berolahraga, aktivitas lainnya yang bisa meningkatkan kesehatan adalah dengan berkebun atau membuat kerajinan.

https://movieon28.com/movies/four-sisters-and-a-wedding/