Jumat, 13 Maret 2020

Gerbang Wisata Gorontalo Kian Bersolek Manjakan Wisatawan

 Bandara Djalaluddin di Gorontalo ibarat gerbang menuju pariwisata lokal. Peningkatan terus dilakukan untuk memanjakan wisatawan.
Kepala Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) Kelas I Djalaluddin, Ben Adi Surya mengatakan, bahwa bandar udara yang resmi beroperasi tahun 2016 ini diharap dapat menarik minat masyarakat untuk berwisata menikmati keindahan alam dari Gorontalo.

"Saat ini untuk satu hari ada 14 penerbangan mendarat dan terbang dengan dengan maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. Waktu operasional bandara dari Jam 05.00 sampai 19.00 dengan penerbangan pertama dari Bandara Gorontalo Wings Air dan yang mendarat pertama Batik Air pukul 06.00 dan diakhiri Wings air," kata Ben sesuai press release yang diterima detikcom, Kamis (12/3/2020).

Ia menambahkan, berbagai pilihan penerbangan tersebut bisa mengantar traveler menikmati keindahan destinasi yang ada di Gorontalo. Di antaranya Pulau Cinta yang terletak di Teluk Tomini yang seperti Maldives hingga Taman Wisata Laut Olele yang memiliki segudang destinasi untuk pecinta diving.

Ada juga tiga lokasi yang wajib dikunjungi di Taman Wisata Olele, yakni Gua Jin, Salvador Dali dan Coral Pole. Tidak hanya itu, Gorontalo juga memiliki Pantai Dunu, Pulau Saronde dan Pantai Kurenai yang bisa dinikmati oleh wisatawan.

Ben dan pihaknya pun telah menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata Gorontalo untuk menyediakan Tourism Information Center yang langsung tepat di depan Terminal Kedatangan. Di mana wisatawan bisa bertanya tentang destinasi wisata unggulan di Gorontalo.

"Kami sebagai pihak bandara siap bekerjasama dengan Dinas Pariwisata mendukung kemajuan pariwisata di Gorontalo. Ke depan kami juga akan mendorong maskapai untuk membuka rute-rute baru," ujar Ben.

Sementara itu, Station Manager Garuda Indonesia di Gorontalo, Herman Laksono mengatakan, saat ini maskapai milik negara itu melayani penerbangan ke Gorontalo dari dan ke Jakarta sekali melalui Makassar. Untuk frekuensi Januari-Maret ini seminggu empat kali, Selasa, Rabu, Jumat dan Minggu. Namun, setelah ini diharapkan bisa sehari sekali.

"Tingkat isian 70 hingga 80 persen, sedangkan profilnya masih dari penumpang untuk urusan bisnis atau pegawai negeri sipil. Diharapkan ke depan sektor pariwisata di Gorontalo dapat bergeliat sehingga bisa mendorong peningkatan jumlah penumpang yang akan mengunjungi Gorontalo," tutup Herman.

Imbas Corona, Pariwisata Indonesia Rugi Rp 21,8 Triliun

 Virus Corona yang masih menjangkiti dunia termasuk Indonesia telah membuat sektor pariwisata terpukul. Imbasnya, kerugian ditaksir mencapai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 21,8 triliun (kurs 1 USD= Rp 14.510).

Hal ini disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Hariyadi Sukamdani dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

"Untuk sementara waktu untuk sektor pariwisata kami menghitung sudah mengalami kerugian USD 1,5 miliar. Itu dari turis Tiongkok sendiri saja sudah USD 1,1 miliar. Dan ditambah dengan ikutan-ikutan yang lain paling sedikit ada USD 400 miliar," kata Hariyadi.
Baca juga: Live Report: Efek Virus Corona ke Wisata


Kerugian ini menurut Hariyadi akan terus berlanjut bila masyarakat tidak melakukan aktivitas. Selain itu, kerugian yang telah ia sebutkan tersebut juga belum dihitung berdasarkan supply chain baik untuk perhotelan maupun restoran.

"Supply chain-nya untuk hotel lebih dari 500 jenis untuk operasional hari-hari. Ini menyangkut UKM. Sehingga permasalahan ini tidak se-simple apa yang dibayangkan tapi betul-betul menghentikan ekonomi masyarakat, " Heriyadi menerangkan.

Sebelumnya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga memprediksi ada potensi kehilangan devisa dari sektor pariwisata senilai USD 530 juta akibat virus Corona ini.

Sementara itu dari banyaknya kerugian yang diderita sektor pariwisata, Hariyadi menjelaskan bahwa kerugian ini tak hanya terpusat di satu destinasi wisata tetapi telah menjalar ke seluruh Indonesia. "Waktu pertengahan Januari itu daerah-daerah tertentu seperti Manado, Bali, dan di Batam. Tapi sekarang yang terjadi adalah semuanya sudah mulai terdampak," ujarnya.

Denmark, Negara Kedua di Eropa yang 'Dikunci' Gegara Corona

 Denmark jadi negara kedua di benua Eropa yang dikunci gara-gara virus Corona. Denmark menyusul Italia yang sudah terlebih dahulu diisolasi.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen secara resmi mengumumkan 'lockdown' terkait mewabahnya virus Corona. Semua TK, sekolah dan universitas di Denmark tutup selama 2 minggu.

Dirangkum detikTravel dari beberapa sumber, Kamis (12/3/2020), pemerintah Denmark juga menganjurkan warganya yang bekerja di sektor publik maupun swasta untuk bekerja dari rumah.

Keputusan tersebut diambil setelah dilaporkan 442 kasus positif virus Corona baru di Denmark selama pekan ini. Keputusan tersebut juga mengikuti ketetapan World Health Organization (WHO) yang menyebut Corona sebagai pandemi global.

Pemerintah Denmark melarang kegiatan mengumpulkan massa dengan jumlah lebih dari 100 orang. PM Frederiksen menyadari keputusan ini akan berdampak besar, tapi mau tidak mau harus diambil guna mencegah menyebarnya virus Corona di negaranya.

"Keputusan ini mempunyai konsekuensi yang sangat besar, tapi alternatifnya jauh lebih buruk. Kami tidak akan bisa melewati ini sebagai sebuah negara tanpa ada yang harus dikorbankan. Bisnis akan tutup. Sebagian orang akan kehilangan pekerjaan. Kami akan melakukan apa yang kami bisa untuk memitigasi konsekuensi yang dialami para karyawan," ungkap PM Frederiksen seperti dikutip dari media The Local.

Denmark menyusul Italia yang sudah terlebih dulu mengumumkan 'lockdown' terkait virus Corona. Dengan status 'lockdown' ini, traveler sebaiknya tidak berkunjung dulu ke Denmark, pun Italia.

Traveler Tak Perlu Khawatir Terbang, Perdospi Berjaga di Bandara

Di tengah wabah virus Corona, banyak masyarakat yang takut bepergian, terutama ke luar negeri. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Indonesia mengimbau masyarakat agar tak perlu khawatir.

Focus Group Discussion diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (Perdospi) beserta beberapa asosiasi seperti Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri), Angkasa Pura I dan II beserta pemegang kepentingan lainnya untuk meyakinkan masyarakat bahwa transportasi udara sangat aman. Masyarakat diimbau untuk tidak terlalu khawatir untuk menaiki pesawat.

"Kita sama-sama membuat program yang bisa membuat trust pada masyarakat bahwa bepergian dengan pesawat terbang itu sekarang masih aman tidak perlu takut menjadi sakit," kata Ketua Perdospi dr Wawan Muliawan, Kamis (12/03/2020) di PT. Angkasa Pura II.

Nantinya, dokter dan calon dokter dari perhimpunan dokter spesialis kedokteran penerbangan Indonesia akan dikerahkan membantu masyarakat di Bandara. Mereka disebut sebagai petugas pemantau infeksi.

"Nanti akan ada dokter-dokter dari Perdospi yang terdiri dari anggota Perdospi maupun calon dokter kedokteran penerbangan karena saat ini ada program pendidikan dokter penerbangan di Fakultas Kedokteran UI di sana. Jadi total dengan semua orang itu kita kurang lebih dengan semua orang itu kita kurang lebih hampir mencapai 100 orang anggota muda," katanya.

Dokter-dokter yang bertugas akan memakai pakaian yang mudah dikenali. Sehingga masyarakat dengan mudah dapat bertanya dokter jika ada hal yang dikhawatirkan. Para dokter juga akan mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan dengan benar.

"(Para dokter) akan menolong dan mengingatkan masyarakat, misalnya yang setelah dari toilet apakah sudah mencuci tangan dengan benar," kata Wawan.

Program ini akan dimulai di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang. Jadi, untuk traveler yang mau berpergian, jangan khawatir dan jaga kesehatan ya.

Gerbang Wisata Gorontalo Kian Bersolek Manjakan Wisatawan

 Bandara Djalaluddin di Gorontalo ibarat gerbang menuju pariwisata lokal. Peningkatan terus dilakukan untuk memanjakan wisatawan.
Kepala Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) Kelas I Djalaluddin, Ben Adi Surya mengatakan, bahwa bandar udara yang resmi beroperasi tahun 2016 ini diharap dapat menarik minat masyarakat untuk berwisata menikmati keindahan alam dari Gorontalo.

"Saat ini untuk satu hari ada 14 penerbangan mendarat dan terbang dengan dengan maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. Waktu operasional bandara dari Jam 05.00 sampai 19.00 dengan penerbangan pertama dari Bandara Gorontalo Wings Air dan yang mendarat pertama Batik Air pukul 06.00 dan diakhiri Wings air," kata Ben sesuai press release yang diterima detikcom, Kamis (12/3/2020).

Ia menambahkan, berbagai pilihan penerbangan tersebut bisa mengantar traveler menikmati keindahan destinasi yang ada di Gorontalo. Di antaranya Pulau Cinta yang terletak di Teluk Tomini yang seperti Maldives hingga Taman Wisata Laut Olele yang memiliki segudang destinasi untuk pecinta diving.