Kamis, 19 November 2020

Rekor 5.444 Kasus Baru Corona 13 November, Jateng Lampaui DKI!

 Pemerintah melaporkan 5.444 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Jumat (13/11/2020). Total kasus terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 457.735 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.362 kasus, disusul DKI Jakarta sebanyak 1.033 kasus baru per 13 November.


Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 3.010 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona sebanyak 104 orang.


Jawa Tengah: 1.362 kasus

DKI Jakarta: 1.033 kasus

Jawa Barat: 801 kasus

Kalimantan Timur: 277 kasus

Jawa Timur: 239 kasus

Sumatera Barat: 189 kasus

Papua: 147 kasus

Riau: 146 kasus

Lampung: 137 kasus

Sulawesi Selatan: 131 kasus

Banten: 111 kasus

Kalimantan Tengah: 89 kasus

Sulawesi Tenggara: 86 kasus

Sumatera Utara: 80 kasus

Kepulauan Riau: 74 kasus

Sumatera Selatan 68 12 2

Bali: 64 kasus

Bengkulu: 61 kasus

DI Yogyakarta: 61 kasus

Nusa Tenggara Barat: 48 kasus

Aceh: 45 kasus

Kalimantan Selatan: 31 kasus

Papua Barat: 25 kasus

Sulawesi Tengah: 22 kasus

Jambi: 20 kasus

Sulawesi Utara: 19 kasus

Nusa Tenggara Timur: 18 kasus

Maluku: 17 kasus

Kalimantan Barat: 13 kasus

Bangka Belitung: 11 kasus

Maluku Utara: 9 kasus

Kalimantan Utara: 6 kasus

Sulawesi Barat: 4

https://tendabiru21.net/movies/the-daughter-in-law/


Kasus Harian COVID-19 Pecah Rekor 5 Ribu Lebih, Efek Libur Panjang?


Kasus positif harian COVID-19 di Indonesia kembali ngegas. Per Jumat (13/11), tercatat ada 5.444 kasus baru yang menjadikan total kasus COVID-19 457.735 kasus.

Angka ini tentu cukup mengkhawatirkan. Terlebih pada sepekan terakhir, beberapa kali kasus baru berada di kisaran angka 3 ribu.


Meski telah diakui oleh Satgas COVID-19 bahwa kasus harian cenderung menurun diakibatkan jumlah testing yang rendah, apakah kasus baru yang terkonfirmasi hari ini disebabkan efek libur panjang?


"Testingnya ya, saya sih lebih bilangnya ke testing kalau dia masif. Artinya gini, tingginya testing kan mempengaruhi jumlah positif. 42 ribu testing kan sudah mencapai target," kata Kepala Bidang Pengambangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, dr Masdalina Pane, saat dihubungi detikcom, Jumat (13/11/2020).


Dalam data dari Satgas COVID-19, terlihat penambahan yang cukup signifikan berada di Provinsi Jawa Tengah, yakni 1.362 kasus melampaui DKI di peringkat kedua sebanyak 1.033 kasus. Namun menurut dr Pane, kenaikan ini bukan disebabkan Jateng menjadi 'tempat wisata', kemungkinan terbesar adalah testing di sana sudah lebih banyak dari sebelumnya.


"Itu kan balap-balapan aja. Jateng, Jabar, DKI, Jatim. Bolak-balik aja," tambahnya.


"Kalau iya (akibat libur panjang) harusnya kenaikan yang paling tinggi di Jakarta, kan massanya dari Jakarta," pungkasnya.


Rekor 5.444 Kasus Baru 13 November, Berapa Spesimen COVID-19 yang Diperiksa?


 Kasus positif Corona di Indonesia kembali mencatat rekor. Per Jumat (13/11/2020), tercatat ada 5.444 kasus baru yang menjadikan total kasus COVID-19 457.735 kasus.

Peningkatan kasus Corona di Indonesia tergantung pada spesimen yang diperiksa. Per hari ini Jumat (13/11/2020) spesimen yang diperiksa mencapai 40 ribu, yaitu 42.333 spesimen.


Sebelumnya, kasus harian Corona di Indonesia beberapa waktu lalu mengalami penurunan. Hal ini pun diakui oleh Satgas COVID-19 bahwa jumlah testing rendah.


Meski demikian, apakah penambahan kasus Corona di Indonesia per hari ini ngegas akibat dari efek libur panjang pada akhir Oktober lalu?


"Testingnya ya, saya sih lebih bilangnya ke testing kalau dia masif. Artinya gini, tingginya testing kan mempengaruhi jumlah positif. 42 ribu testing kan sudah mencapai target," kata Kepala Bidang Pengambangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, dr Masdalina Pane, saat dihubungi detikcom, Jumat (13/11/2020).


Dikutip dari laman covid19.go.id, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.362 kasus, disusul DKI Jakarta sebanyak 1.033 kasus baru per 13 November.


Riwayat spesimen seminggu terakhir


13 November: 42.333 spesimen

12 November: 42.165 spesimen

11 November: 39.341 spesimen

10 November: 33.063 spesimen

9 November: 34.365 spesimen

8 November: 35.558 spesimen

7 November: 38.249 spesimen

https://tendabiru21.net/movies/arahan/

Rabu, 18 November 2020

Sebut Seks Bebas Penyebab COVID-19, Pendeta Ini Meninggal Terinfeksi Corona

  Seorang pendeta dan televangelis di Amerika Serikat meninggal dunia terinfeksi virus Corona COVID-19, beberapa bulan setelah menyebut pandemi COVID-19 disebabkan oleh mereka yang melakukan hubungan seksual di luar nikah dan kelompok LGBT.

Dikutip dari laman Independent, Irvin Baxter, pembawa acara Kristen di televisi berjudul 'End of the Age', mengembuskan napas terakhir pada Selasa (11/11/2020) lalu, usai menjalani perawatan COVID-19.


Irvin menjalani perawatan di rumah sakit selama satu minggu sebelum ia meninggal. Pada usia 75 tahun, Irvin dinyatakan meninggal dunia.


"Irvin pergi dengan meninggalkan hadiah yang besar. Kami merayakan hidupnya, tetapi di saat yang sama, ada kesedihan," ujar Dave Robbins, pembawa acara 'End of the Age'.


Irvin pada Maret lalu, menyatakan bahwa pandemi virus Corona muncul sebagai buntut dari "gaya hidup bebas". Perilaku yang mengakibatkan COVID-19 ini, seperti hubungan seksual pranikah dan hubungan sesama jenis.


Pendeta itu mengatakan bahwa orang-orang dengan gaya-gaya hidup "bebas" seperti yang ia maksud, tidak akan mendapatkan berkah dari Tuhan.


"Tuhan mungkin menggunakan COVID-19 ini sebagai panggilan peringatan. Virus Corona mungkin hak istimewa, saya akan memberi tahu anda sekarang, ada penghakiman yang jauh lebih besar," katanya.


Sebelumnya, pendeta tersebut yang dilaporkan mendukung Presiden AS Donald Trump itu mengatakan, kritik terhadap presiden adalah perbuatan setan, sebagaimana dilaporkan Right Wing Watch.


Pendeta tersebut meninggal dunia di hari ketika Amerika Serikat mencatatkan hampir 240.000 warganya meninggal dunia akibat virus Corona.

https://cinemamovie28.com/movies/the-perfect-host/


Bahan Apa Saja yang Ada di Dalam Vaksin? Ini Penjelasan WHO


Perkembangan vaksin COVID-19 di dunia menjadi topik perbincangan yang hangat. Kabar terbaru dari kandidat vaksin yang dikembangkan perusahaan BioNTech-Pfizer misalnya dalam laporan disebut efektif sampai dengan 90 persen, sementara vaksin buatan Rusia "Sputnik V" diklaim efektif 92 persen.

Terkait hal tersebut, mungkin tidak semua paham sebetulnya bahan atau komponen apa saja yang ada di dalam vaksin. Ini terlihat dari beberapa survei yang melihat masih ada orang-orang yang ragu menerima vaksin.


Dikutip dari halaman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut penjelasan komponen yang umumnya ada pada vaksin:


1. Antigen

Semua vaksin mengandung komponen aktif (antigen) yang berfungsi memicu respons imun, atau bahan lainnya yang dirancang untuk membuat komponen aktif tersebut.


Antigen ini terbuat dari bagian-bagian kecil organisme penyebab penyakit, misalnya protein atau gulanya. Selain itu antigen bisa juga terbuat dari organisme penyebab penyakit yang utuh, namun dalam bentuk yang sudah dilemahkan.


2. Pengawet

Bahan pengawet dibutuhkan agar vaksin tidak mudah terkontaminasi begitu wadahnya dibuka bila akan dipakai untuk vaksinasi lebih dari satu orang. Sementara vaksin dalam wadah satu dosis pakai biasanya tidak mengandung pengawet.


Pengawet yang umum digunakan untuk vaksin adalah 2-phenoxyethanol. Senyawa ini sudah lama digunakan dalam berbagai produk bayi karena tidak terlalu beracun bagi manusia.


3. Stabilizer

Stabilizer adalah senyawa yang dipakai untuk mencegah terjadinya reaksi kimia antar komponen dan mencegah vaksin menempel pada wadah. Stabilizer yang biasa dipakai mulai dari gula (laktosa, sukrosa), asam amino (glisina), dan protein (rekombinan albumin manusia dari ragi).


4. Surfaktan

Surfaktan adalah senyawa yang menjaga bahan-bahan di dalam vaksin tercampur dengan baik, tidak menggumpal. Senyawa ini juga umum dipakai untuk membuat makanan, seperti misalnya es krim.


5. Senyawa pengencer

Air steril umum digunakan di dalam vaksin sebagai pengencer. Tujuannya agar konsentrasi bahan yang ada di dalam vaksin sesuai sebelum digunakan.


6. Senyawa pembantu

Beberapa vaksin dibuat dengan tambahan senyawa pembantu, seperti aluminium fosfat, aluminium hidroksida, atau aluminium sulfat dalam dosis kecil. Tujuannya agar respons imuns yang dihasilkan di dalam tubuh jadi lebih baik.


"Aluminium ini sudah terbukti tidak menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang. Manusia juga sudah terbiasa mengonsumsi aluminium setiap makan atau minum," tulis WHO.

https://cinemamovie28.com/movies/the-uninvited-guest-2/