Rabu, 19 Mei 2021

Apple Watch Patenkan Pantau Tekanan Darah Tanpa Manset

 Kalau kalian tertarik dengan Apple Watch Series 6 dan Apple Watch SE, tetapi masih sayang kalau harus membelinya dengan harga penuh, ada kabar gembira. Apple kini mulai menjual versi refurbished atau rekondisi dari dua model Apple Watch yang diperkenalkan September 2020 lalu itu di websitenya minggu ini.

Langkah ini sebenarnya bukan hal aneh. Sebelumnya, Apple juga sudah lama menjual unit iPhone, iPad, Mac, dan Apple TV yang diperbarui. Apple Watch terbaru ini bergabung dengan daftar gadget refurbished tersebut hanya tujuh bulan setelah peluncuran.


Dikutip dari BGR, melalui websitenya, Apple menawarkan model refurbished termurah yakni Apple Watch SE 44mm dengan casing aluminium Space Grey dan Black Sport Band seharga USD 259 (Rp 3,7 juta). Harga ini didiskon USD 50 (sekitar Rp 700 ribuan) dari harga barunya.


Apple juga menjual model GPS Apple Watch Series 6 40mm refurbished dengan casing aluminium Gold dan Pink Sand Sport Band seharga USD 339 (Rp 4,8 juta), lebih murah USD 60 (Rp sekitar 860 ribuan) dari harga retail.


Seperti semua unit gadget versi rekondisi yang dijual Apple, semua jam tangan pintar refurbished ini dilengkapi dengan garansi satu tahun, pengiriman dan pengembalian gratis, pengujian fungsional penuh, pembersihan menyeluruh, versi asli watchOS atau yang lebih baru, dan kotak baru dengan semua kabel dan aksesorinya yang relevan. Selain itu, jika mau, kalian dapat menambahkan perpanjangan garansi dengan mendaftar AppleCare + dengan harga mulai dari USD 69 (Rp 900 ribuan).

Untuk diketahui, persediaan Apple Watch refurbished ini terbatas, dan sulit untuk memprediksi seberapa cepat Apple akan kehabisan stok atau mengisi stoknya kembali. Konon, ada juga website lain yang menawarkan Apple Watch refurbished dengan harga lebih murah lagi. Tapi kalian tidak akan mendapatkan semua fasilitas yang ditawarkan Apple jika membeli lewat websitenya.


Foto meme 'Disaster Girl' laku terjual dalam bentuk non fungible token (NFT) dan dibeli menggunakan mata uang kripto Ether senilai USD 500 ribu atau Rp 7,2 miliar.

Zoe Roth, mahasiswa 21 tahun, yang ada dalam foto tersebut mengaku akan menggunakan uang hasil penjualan meme itu untuk biaya kuliah dan sebagian lagi akan disumbangkan, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Jumat (30/4/2021).

https://maymovie98.com/movies/the-gruesome-twosome/


Kisah Nyata di Balik Meme Gadis Senyum Saat Rumah Kebakaran


Foto yang menjadi meme terkenal itu dipotret pada 2005 oleh ayahnya, yaitu David Roth, saat Zoe masih kecil. Saat ada rumah tetangganya yang terbakar, atau tepatnya memang dibakar untuk keperluan latihan pemadam kebakaran.


Foto tersebut kemudian diikutkan dalam kontes -- yang juga dimenangkannya dengan hadiah USD 100 -- dan kemudian mulai beredar di forum-forum internet serta media sosial.


David sendiri awalnya tak menyadari ekspresi Zoe yang menjadi 'nilai jual' dari foto tersebut. Pasalnya menurut David, ia sudah mengetahui latar belakang cerita dari foto tersebut.


Lain halnya jika orang yang tak mengetahui cerita sebenarnya. Yaitu dengan ekspresi Zoe yang cenderung menyeramkan, dan difoto di depan rumah yang sedang terbakar.


Ini bukan pertama kalinya sebuah meme jadul terjual dalam bentuk NFT. Sebelumnya pembuat meme 'Nyan Cat' juga menjual klip video meme viral tersebut senilai USD 605 ribu.


Bahkan CEO Twitter Jack Dorsey pun menjual kicauan pertamanya dalam bentuk NFT dan terjual senilai hampir USD 3 juta. Dorsey mengunggah cuitan pertamanya di Twitter pada 21 Maret 2006 bertuliskan, "Just setting up my twttr." Cuitan itu ia lelang lewat platform Valuables by Cent pada 5 Maret.


Begitu diumumkan, penawaran terhadap cuitan Dorsey langsung melonjak dengan cepat. Ia pun mengatakan akan menutup penawaran pada 21 Maret, sering dengan peringatan 15 tahun cuitan tersebut.


Penawar tertinggi cuitan tersebut adalah Sina Estavi, CEO perusahaan blockchain Bridge Oracle. Estavi awalnya menawar cuitan tersebut dengan harga USD 2,5 juta dan menjadi penawar tertinggi sejak 6 Maret, tapi ia menaikkan tawarannya di saat-saat terakhir.

https://maymovie98.com/movies/starry-eyes/

Selasa, 18 Mei 2021

Pelanggaran Diviralkan, Bikin Jera atau Mentok Jadi Guyonan?

 Belakangan banyak sekali video viral aksi memaki petugas di titik penyekatan mudik. Banyak kalangan menilai, pelanggaran seperti itu perlu diberi efek jera dengan cara dipermalukan dan diviralkan di media sosial.

Bukan hanya bikin pelaku jera, tapi diharapkan menjadi edukasi bagi yang lain untuk tidak ikut-ikutan melanggar. Tapi faktanya, aksi pelanggaran disertai memaki-maki petugas kok ada terus? Padahal semuanya juga viral lho.


Psikolog Anastasia Sari Dewi, founder pusat konsultasi Anastasia and Associate, menjelaskan bahwa larangan mudik ini memang bukan perkara mudah. Pasalnya, bermudik di kala lebaran sudah bertahun-tahun menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia.


"Tingkat pendidikan juga perlu diperhatikan, dipertimbangkan sehingga sulit sekali untuk diatur karena mereka lebih, atau kemampuan untuk menganalisa sebab-akibat dan risiko khususnya terkait pandem itu tidak terlalu tinggi. Mereka kurang mengerti, kurang bisa menangkap esensi terkait ini. Jadi hanya kalangan tertentu yang bisa paham bahayanya pandemi dan kerumunan," terang Sari pada detikcom, Senin (17/5/2021).

Video viral tersebut memang berpotensi menciptakan jera bagi pelaku, serta bikin publik yang menonton berpikir ulang untuk melanggar, lalu terpengaruh untuk mematuhi larangan mudik.



Ia tak heran video-video viral ini menjadi bahan tertawaan pengguna media sosial. Sederhananya, disebabkan tingkah pelaku dalam video yang berbeda dari sikap masyarakat lazimnya.


Akan tetapi ia mengingatkan, tontonan ini harus disikapi dengan bijak karena bisa jadi, yang dipertontonkan hanyalah potongan dari apa yang sebenarnya terjadi di balik video.


"Sebenarnya tentu saja ada tertawanya, tapi apakah yang kita pikirkan semua bisa diambil nilai edukasinya? Tentu saja hanya sebagian orang, kembali lagi ke orang-orang dengan tingkat pendidikannya seperti apa, kemampuan analisa masalah seperti apa," terang Sari.


"Media sosial menampilkannya lengkap atau tidak, justru terpotong-potong infonya. Itu juga perlu diperhatikan. Di saat tidak lengkap, tidak ada keterangan lengkap atau justru lebih fokus pada 1 pihak tertentu saja. Itu dampaknya buruk untuk publik. Publik menjadi dibuat rancu, bias. Informasinya berat sebelah, atau di-set," lanjutnya.

https://indomovie28.net/movies/body-bags/


Vaksinasi COVID-19 Tahap Ketiga Dimulai, Orang dengan Gangguan Jiwa Masuk Prioritas


 Vaksinasi COVID-19 gelombang 3 sudah dijalankan. Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, tahap ini menyasar masyarakat di daerah tinggi kasus COVID-19, atau dengan kecenderungan angka kasus yang tak kunjung menurun.

Tahap ini juga menyasar kelompok masyarakat tertentu, dilihat dari segi aspek ekonomi dan sosial. Masyarakat dengan tingkat kerentanan tinggi akan diprioritaskan menerima vaksin dalam gelombang ini.


"Karena kebutuhan, ini kita dahulukan termasuk tadi kelompok-kelompok orang dengan disabilitas, orang dengan gangguan jiwa ini juga termasuk kelompok rentan," ujar dr Nadia dalam diskusi daring, Selasa (18/5/2021).


Ia menyebut, vaksinasi gelombang 3 ini sudah mulai diberlangsungkan di DKI Jakarta. Pertimbangannya, DKI Jakarta adalah wilayah dengan kasus COVID-19 cenderung tinggi, dengan kelompok masyarakat yang beragam dan rentan terkena COVID-19 karena aktivitas sosial dan ekonomi.


"Di beberapa tempat khususnya tadi pada masyarakat rentan pada daerah dengan aspek ekonomi sosial ini sudah berlaku. Salah satu contohnya ini adalah apa yang dilaksanakan oleh teman-teman provinsi DKI Jakarta karena kita lihat, DKI Jakarta juga kasus COVID cenderung tinggi, meningkat dan banyak," ujarnya.


"ini adalah daerah urban yang kita ketahui variansi masyarakatnya sangat beragam, diversitas dari status sosial dan ekonomi. Kemarin DKI sudah memulai dan ini pilot project sebelum kita melakukan secara nasional," lanjut dr Nadia.


Ia menambahkan, masyarakat tak perlu pilih-pilih soal jenis vaksin COVID-19. Pasalnya, semua jenis vaksin Corona sama kualitas dan keamanannya selama sudah lolos uji klinis tahap 3 dan diizinkan beredar oleh WHO.

https://indomovie28.net/movies/hair/