Keputusan Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kembali PSBB total salah satunya didasari oleh tingginya angka penularan COVID-19 yang berdampak pada kapasitas pelayanan rumah sakit. Terlebih beberapa rumah sakit rujukan Corona di DKI Jakarta disebut sudah hampir penuh.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Prof Abdul Kadir menyebut per 11 September, tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan COVID-19 sudah terisi 72 persen.
"Khususnya di DKI Jakarta, dari data itu terlihat kenaikan jumlah pasien yang signifikan. Dari jumlah pasein, jumlah tempat tidur yang tersedia, memang saat ini sudah mencapai 72 persen yang terisi di seluruh RS di DKI," katanya dalam webinar yang diselenggarakan Kemenkes, Jumat (11/9/2020).
Prof Kadir menambahkan saat ini ada beberapa rumah sakit di DKI Jakarta yang ruang isolasinya sudah mencapai 100 persen dan tak ada lagi tempat tidur yang tersedia. Hanya saja, menurutnya, masih ada beberapa rumah sakit yang kapasitas bednya masih mencukupi.
"Tidak berarti semua rumah sakit kondisinya seperti itu. Ada beberapa rumah sakit yang kondisinya justru masih ada yang kosong," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri memprediksi, jika pembatasan atau PSBB tak diberlakukan, dikhawatirkan pada 17 September 2020, 4.052 tempat tidur isolasi di wilayah tersebut akan terisi penuh sampai 100 persen.
Satgas COVID-19: 64,18 Persen Kasus Ada di Jawa-Bali, PSBB DKI Berpengaruh
Kasus Corona di Indonesia terus meningkat setiap harinya. Bahkan, per Kamis (10/9/2020), penambahan kasus Corona nyaris 4 ribu kasus, yaitu sebanyak 3.861 kasus.
Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan pulau Jawa dan Bali per tanggal 10 September, berkontribusi pada kasus Corona nasional 64,18 persen. Disampaikan mobilitas penduduk berpengaruh terhadap peningkatan jumlah kasus.
"Kita lihat dari kasus-kasusnya, kasus di pulau Jawa dan Bali per tanggal 10 september itu kontribusi terhadap kasus nasional 64,18 persen. Kita lihat dari zonasi yang ada, dari 65 kabupaten/kota naik menjadi 70 kab/kota yang menjadi zona merah. Jadi pertambahan zona merah ada 5 kab/kota, zona orange dari 230 kab/kota menjadi 267 kab/kota. Sementara zona kuning menurun dari 151 menjadi 114 kab/kota, hal ini bisa saja berpindah jadi zona orange," bebernya dalam siaran pers BNPB Jumat (11/9/2020).
Mobilitas penduduk dijelaskan Prof Wiku berkontribusi pada peningkatan jumlah kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia.
"Jadi kita lihat bahwa mobilitas penduduk itu berkontribusi pada peningkatan jumlah kasus. Inilah gunanya kita mengamati mobilitas penduduk agar kita tahu bahwa mobilitas penduduk berkontribusi pada peningkatan kasus," tambahnya.
Selain itu Prof Wiku mengatakan jika masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan, ketika adanya mobilitas yang tidak bisa dicegah, terutama pada kegiatan-kegiatan esensial harusnya tidak meningkatkan kasus. Jadi kalau mobilitas meningkatkan kasus, artinya protokol kesehatan tidak dijalankan.
"Ini adalah pelajaran besar untuk kita, kalau kita tidak disiplin nanti akan terjadi PSBB tidak ada gunanya. Yang penting adalah disiplin, mau PSBB atau tidak kalau kita disiplin kasusnya akan terkendali," pungkasnya.
https://cinemamovie28.com/the-unthinkable/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar