Presiden Joko Widido (Jokowi) mengatakan Indonesia mendapatkan komitmen vaksin Corona sebanyak 20-30 juta pada akhir 2020. Jokowi menyebut vaksin itu sudah dalam bentuk barang jadi.
"Saya ingin menyampaikan upaya kita dalam percepatan pengujian dan pengadaan vaksin. Untuk jangka pendek kita berebutan, berlomba-lomba dengan negara lain dalam mendapatkan akses vaksin secepat-cepatnya," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9/2020).
"Alhamdulillah kita sudah mendapatkan komitmen 20 sampai 30 juta vaksin di akhir tahun 2020 ini dalam bentuk barang jadi," imbuhnya.
Jokowi mengatakan Indonesia juga akan mendapatkan komitmen vaksin sekitar 290 juta. Total vaksin itu akan didapatkan hingga akhir 2021.
"Kemudian sampai akhir tahun 2021 kita juga sudah mendapatkan komitmen kira-kira 290 juta vaksin. Karena jangkanya masih sampai akhir 2021," tuturnya.
Kepada kepala daerah, Jokowi meminta agar senantiasa fokus menangani kasus Corona. Jokowi ingin memastikan masyarakat aman sebelum vaksin tersedia secara menyeluruh.
"Saya minta kepada para gubernur untuk pengendalian COVID ini betul menjadi fokus dan konsentrasi kita. Karena memang ini kita perlu memperkuat ketahanan kita agar sampai betul-betul pada seluruh rakyat kita, kita vaksin semuanya," katanya.
Dialami Pasien COVID-19, Happy Hypoxia Ditemukan Merata di Jawa Tengah
Hapyy Hypoxia pada pasien COVID-19 ternyata sudah terjadi merata di semua rumah sakit yang menangani pasien Corona di Jawa Tengah. Gejala atau kasus Happy Hypoxia cukup berbahaya dan bisa berakibat fatal.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, mengatakan Happy Hypoxia merupakan fenomena di dunia termasuk di Jawa Tengah. Termasuk yang sebelumnya ramai diberitakan warga Banyumas yang mengalami gejala tersebut.
"Happy Hypoxia itu fenomena di mana-mana, di dunia termasuk Indonesia. Di Jawa tengah juga ada. Yang laporan ke kami itu Banyumas dan Solo dan daerah lain. Pada prinsipnya rumah sakit yang merawat (pasien COVID), itu ada. Jadi ada yang ringan, ada yang selamat tapi ada juga yang tidak," kata Yulianto di kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (7/9/2020).
Pasien yang mengalami Happy Hypoxia, lanjut Yulianto, tidak mengalami sesak napas bahkan terlihat sehat padahal saturasi oksigen di tubuhnya di bawah 90 persen. Padahal pada umumnya sesak napas akan dialami. Hal ituah yang berbahaya karena bisa tiba-tiba kondisinya fatal.
"Jadi ketahuannya setelah diukur saturasi oksigennya, kalau orang biasa kalau saturasi di bawah 90 sudah sesek dan butuh ventilator, tapi mereka ini walau saturasi di bawah 90 terlihat kuat dan tidak sesek," jelasnya.
Maka kepada orang yang terpapar COVID-19 bisa dilakukan ronsen dan jika terlihat tanda pneumonia meski terlihat sehat maka harus dilakukan pengawasan rutin.
"Kalau sudah foto ronsen ada gambaran pnemonia maka dilakukan pengawsan rutin," tandasnya.
Untuk pencegahan di masyarakat, Yulianto mengatakan tetap sama dengan pencegahan COVID-19 pada umumnya yaitu menjalankan protokol kesehatan.
"Ya, dengan menjalankan protokol kesehatan," tegasnya.
https://indomovie28.net/creative-control/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar