Jumat, 20 Desember 2019

Pulihkan Bali Pascaerupsi, Kemenpar Ajak Wisman India Famtrip

Dalam rangka mendukung program Bali Recovery, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Familiarization Trip (Fam Trip) pada 26-30 September 2019. Kegiatan ini telah melibatkan 22 travel agent dan tour operator, serta 2 media dari India

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional III Kemenpar Sigit Witjaksono mengatakan dengan adanya kegiatan fam trip Ini, menjadi sinergi Kemenpar bersama Bali Tourism Board (BTB), untuk memulihkan citra Bali sebagai destinasi pariwisata yang aman pascaerupsi Gunung Agung.

"Dengan adanya fam trip ini, kita berharap Indonesia mendapat exposure yang lebih baik lagi mengenai Bali. Sehingga, wisman India tidak ragu untuk mengunjungi Bali dan target kunjungan wisman dapat tercapai," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2019).

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya mengatakan, pascabencana erupsi Gunung Agung pada 2017 lalu geliat pariwisata di Bali menjadi lesu.

Ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) saat ini tercatat pada 2017 sebanyak 14,09 juta dari target 15 juta wisman. Pada 2018 jumlah kunjungan juga belum mencapai target yaitu di angka 15,8 juta, dari target 17 juta wisman.

"Jumlah kunjungan wisman dalam waktu dua tahun berturut-turut tersebut membuat Kemenpar harus ekstra dalam melakukan upaya-upaya pemulihan mengingat target capaian wisman pada 2019 adalah 20 juta," jelas Nia Niscaya

Menteri Pariwisata Arief Yahya turut menjelaskan, Indonesia khususnya Bali, masih menjadi daerah tujuan favorit bagi wisman India. Terutama pada masa libur sekolah periode Mei-Juni 2019, walaupun tidak ada direct flight yang menghubungkan India ke Indonesia.

"Memang tidak ada direct flight, namun ada maskapai-maskapai yang memiliki banyak koneksi ke kota-kota di India. Tidak hanya di tier-1 cities, namun juga tier-2 dan tier-3 berkontribusi cukup signifikan dalam mendatangkan wisman India ke Indonesia," tambah Arief.

Arief pun menegaskan, pihaknya telah memiliki langkah yang akan dilakukan pihaknya untuk mendongkrak kunjungan wisman India ke Indonesia. Antara lain memperkuat kerjasama promosi dengan Tour Agent dan Tour Operation India dan wholesaler India.

Kemudian pihaknya juga mempromosikan rute penerbangan langsung Air India yang direncanakan akan dibuka pada akhir Oktober 2019.

"Selain mengadakan fam trip, kita juga menggelar sesi networking dan table top dengan travel agent di Bali. Saya rasa langkah ini tetap harus dijalankan, mengingat Bali memiliki banyak atraksi yang perlu dieksplor seperti Samsara Living Museum, Tirta Gangga, Saba Bay Winery, GWK, dan Uluwatu Temple," tutup Arief.

Wacana Lama Muncul Lagi: Bayar Mahal Masuk ke Pulau Komodo

Berakhirnya polemik wacana penutupan Pulau Komodo memunculkan wacana baru. Tak benar-benar anyar karena wacana ini sudah lama: tiket masuk dengan harga selangit.

Baru-baru ini, polemik penutupan Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, NTT sudah selesai. Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHLK) menegaskan tidak menutup Pulau Komodo, melainkan menatanya lebih maksimal.

"Yang akan dilakukan ialah penataan dalam kewenangan konkuren, bersama antara pemerintah/KLHK dan Pemda NTT. Tujuannya untuk kepastian usaha, livelihood masyarakat, konservasi satwa komodo, world class wisata serta investasi," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kepada detikcom, Senin (30/9) kemarin.

Dalam catatan detikcom, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap lebih jauh jauh terkait wacana lain seputar Pulau Komodo. Dia berujar, Pulau Komodo akan dibuat eksklusif dan ini berimbas pada kenaikan tarif masuk.

"Pulau Komodo itu tidak ditutup, kita mau kelola dengan baik, (pulau) yang lain kita atur dan tata jadi wisata eksklusif. Yang penting Komodo kita atur terlindungi," kata Luhut.

Luhut menjelaskan, dengan konsep eksklusif nantinya harga tiket masuk ke Pulau Komodo seharga Rp 14 juta per orang dalam bentuk membership tahunan yang bersifat premium. Sehingga hanya orang-orang khusus saja yang bisa berkunjung ke sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar