Sabtu, 25 Januari 2020

Terbang Naik Garuda di Akhir Ramadhan Bisa Sambil Ngaji Alquran

Pada 10 hari terakhir Ramadhan, umat Islam semakin menggiatkan ibadah. Maskapai Garuda Indonesia menyediakan Alquran untuk para penumpang.

Dilihat dari situs resmi maskapai Garuda Indonesia, Minggu (26/5/2019) mereka menghadirkan program baru yaitu menghadirkan Alquran di penerbangan selama Ramadhan. Program ini hadir pada 10 terakhir Ramadhan menyambut juga momen mudik Lebaran 2019.

Alquran ini tersedia untuk periode terbang Minggu, 26 Mei-Rabu, 5 Juni 2019. Untuk mekanisme peminjaman, setiap penerbangan akan tersedia maksimal 4 Alquan.

Traveler silakan menghubungi awak kabin untuk melakukan peminjaman. Selain membaca Al Quran di dalam pesawat, penumpang juga dapat menikmati fasilitas bacaan Al Quran (Al Quran Recitation) yang tersedia di In-Flight Entertainment.

Layanan ini tersedia di 157 penerbangan domestik dari dan menuju ke Jakarta. Alquran ini juga tersedia dalam 22 penerbangan internasional antara lain ke Melbourne, Guangzhou, Tokyo Haneda, Hong Kong, Bangkok, Singapura dan Kuala Lumpur.

Tong Tong Fair di Belanda Jadi Ajang Tarik Wisman ke Indonesia

Di Belanda, ada festival tahunan bertema Indonesia, namanya Tong Tong Fair (TTF). Acara berumur 61 tahun ini jadi kesempatan mempromosikan pariwisata Indonesia.

Tong Tong Fair (TTF), festival budaya Asia dan Indonesia terbesar di Belanda, menjadi salah satu program yang ditunggu-tunggu jelang musim panas setiap tahunnya di Belanda. Tahun ini, KBRI Den Haag bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI kembali berpartisipasi pada TTF 2019 yang berlangsung pada tanggal 23 Mei - 2 Juni 2019. Pada partisipasi kali ini, KBRI Den Haag dan Kempar mengusung promosi terpadu pariwisata Indonesia.

"Saya mengharapkan momen partisipasi pada TTF ini memberikan nilai lebih pada upaya-upaya untuk menarik wisatawan Belanda ke Indonesia," kata Dubes RI Den Haag, I Gusti A. Wesaka Puja dalam rilis KBRI Den Haag kepada detikcom, Minggu (26/5/2019).

Ditambahkan oleh Dubes Puja, Belanda merupakan salah satu target pasar utama wisatawan ke Indonesia. Dia berharap makin banyak wisatawan Belanda yang berulang kali berkunjung ke Indonesia di masa mendatang. Mereka biasanya tinggal lebih lama di Indonesia.

"Karena itu, mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi pendapatan di sektor pariwisata," tambah Dubes Puja.

Untuk mengoptimalkan upaya promosi, Kempar RI pada TTF tahun ini juga mengisi panggung pentas wisata TTF dengan berbagai paparan mengenasi 10 unggulan destinasi wisata Indonesia. Promosi di pentas wisata ini menggandeng tour operator dan travel agent Belanda yang turut menjual paket-paket wisata ke Indonesia.

Stand KBRI Den Haag dan Kempar RI berada di Pavilion Indonesia. Pavilion Indonesia merupakan area khusus TTF yang mengetengahkan hal-hal terkait Indonesia, termasuk pasar ala Indonesia dengan berbagai jenis produk lokal Indonesia. Tahun ini terdapat sekitar 48 peserta yang mengisi paviliun Indonesia.

TTF 2019 dibuka secara resmi pada tanggal 23 Mei 2019 dengan dihadiri oleh Dubes RI Den Haag, Wakil Walikota Den Haag serta perwakilan dari beberapa Kedutaan negara Asia di Belanda. Selama 11 hari, pengunjung akan dapat menikmati berbagai ragam pertunjukan budaya, kuliner dan juga aneka produk Indonesia. Pertunjukan seni dan budaya Indonesia yang dihadirkan pada TTF tahun ini antara lain keroncong, kulintang, tari Betawi, tari daerah Sumatera Barat, pencak silat, workshop tari Jawa, workshop batik, dan aneka pertunjukan budaya Nusantara lainnya.

Pada tahun ini, beberapa daerah di Indonesia seperti DKI Jakarta, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Kepulauan Riau turut memeriahkan ajang TTF 2019 dengan pertunjukan budaya, musik, promosi pariwisata dan juga produk dari UKM-UKM di daerah masing-masing, seperti batik, kerajinan, dan kopi.

Tahun ini merupakan penyelenggaraan TTF yang ke-61 kalinya. TTF pertama kali diadakan pada tahun 1959 sebagai ajang reuni masyarakat Belanda yang pernah tinggal di Indonesia. TTF selanjutnya berkembang menjadi event budaya yang mengetengahkan budaya-budaya Asia lainnya dan juga Pasifik. Setiap tahunnya TTF dihadiri rata-rata lebih dari 80 ribu pengunjung, sebagian diantaranya memiliki keterkaitan dengan Indonesia. Karena itu, diharapkan dukungan partisipasi KBRI Den Haag dan Kempar RI dapat semakin memperkuat ikatan tersebut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar