Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyebutkan masih banyak warga yang melanggar protokol kesehatan. Bahkan beberapa warga masih menilai virus Corona COVID-19 bukan sebagai ancaman.
"Masalah utama yang kami hadapi saat ini kami berkolaborasi dengan berbagai pihak di luar kesehatan juga membuat semacam survei-survei, nah yang menarik adalah ternyata masih ada persepsi dari masyarakat yang belum memahami dengan benar bahwa COVID-19 itu sebagai ancaman," kata dr Widyastuti, MKM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dalam siaran pers BNPB, Rabu (5/8/2020).
dr Widyastuti menyebut tidak sedikit masyarakat yang menganggap bahwa virus Corona COVID-19 akan hilang dengan sendirinya. Hal ini menjadi salah satu tantangan bagi Dinkes DKI Jakarta dalam menangani wabah Corona.
Bahkan, hingga kini dr Widyastuti menyebut total denda yang sudah terkumpul akibat pelanggaran tersebut mencapai lebih dari 2 miliar rupiah yaitu totalnya Rp 2.470.710.000 yang dilaporkan per 5 Agustus. Sanksi ini ditentukan dalam peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 51 tahun 2020 tentang Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif.
"Bagaimana ketaatan memakai memakai masker, itu saja pelanggarannya luar biasa, sampai sekarang kami mempunyai data bahwa sampai saat ini, dendanya ada 2 punish-nya ada dua. Pertama bentuk uang kita sudah mengumpulkan lebih dari 2 miliar, dari pelanggaran tadi, kami tentunya bukan mengejar uangnya, tapi bagaimana mendisiplinkan masyarakat," lanjut dr Widyastuti.
"Yang kedua juga sanksi sosial dengan membersihkan tempat-tempat tertentu yang sudah ditetapkan dengan memakai rompi melanggar PSBB," pungkasnya.
5 Wilayah DKI Jakarta Catatkan Kematian Terbanyak Akibat Virus Corona
Tim Pakar Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Dr Dewi Nur Aisyah memaparkan kondisi kematian pasien Corona di Indonesia. Disebutkan oleh Dewi, jumlah kematian kumulatif terbanyak masih ditempati oleh provinsi Jawa Timur dengan 1.719 kematian, disusul DKI Jakarta dengan total 844 kematian pasien COVID-19.
"Ini adalah alert untuk kita semua untuk melihat daerah-daerah mana yang memang perlu ada penanganan dan pengendalian kasus COVID-19 agar mengurangi angka kematian yang ada di sana," kata Dewi dalam siaran pers BNPB dan dilihat detikcom, Rabu (5/8/2020).
Sementara itu, dari paparan angka kematian dari kasus positif Corona di Indonesia oleh Satgas COVID-19, terlihat bahwa 5 wilayah di DKI Jakarta masuk ke dalam 10 besar kab/kota dengan total kematian COVID-19 terbanyak.
Berikut 10 kab/kota dengan angka kumulatif kematian terbanyak per 4 Agustus 2020:
1. Kota Surabaya: 790 kematian
2. Kota Semarang: 329 kematian
3. Kota Makassar: 226 kematian
4. Jakarta Pusat: 207 kematian
5. Jakarta Timur: 177 kematian
6. Jakarta Barat: 162 kematian
7. Jakarta Selatan: 156 kematian
8. Kab Sidoarjo: 140 kematian
9. Jakarta Utara: 127 kematian
10. Kota Banjarmasin: 125 kematian
Persentase fatalitas atau jumlah kematian pasien COVID-19 di Indonesia masih lebih tinggi dari angka rata-rata dunia. Per 4 Agustus 2020, fatality rate di Indonesia berada di kisaran 4,68 persen sementara persentase kematian global ada di angka 3,79 persen.
"Kita ada tren menurun tapi masih punya PR untuk menurunkan angka kematian," pungkas Dewi.
https://cinemamovie28.com/resident-evil-the-final-chapter-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar