Jumat, 20 Desember 2019

Dulu Kena Tsunami Aceh, Pantai Ini Jadi Tempat Nikmati Senja & Kopi

Terletak di ujung Pulau Sumatera, Aceh memiliki garis pantai yang sangat panjang. Hampir setiap pantai di Aceh ini memiliki pesona yang menawan. Salah satu yang sedang hangat dibicarakan adalah, Pantai Babah Kuala, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar.

Meski menjadi daerah dampak tsunami terparah 15 tahun lalu, Pantai Babah Kuala kini kembali bangkit menjadi objek wisata bagi para pecinta senja maupun penikmat kopi di pesisir pantai.

Menurut Perangkat Desa Mon Ikeun, Muchsin (46) sejak dulu daerah ini menjadi tempat menikmati akhir pekan bagi para wisatawan mancanegara maupun lokal. Keindahan sunset dan ombak besar menjadi daya tarik tersendiri.

"Potensi inilah yang menjadi dasar bagi kami bangkit mengelola kembali pantai ini menjadi tempat wisata. Itu untuk meningkatkan kembali perekonomian warga," ujarnya saat ditemui detikcom beberapa hari yang lalu.

Pascatsunami ini, dikatakannya, cara pandang masyarakat juga mengalami perubahan. Mereka mulai menilai pentingnya membangkitkan pembangunan desa untuk kesejahteraan bersama.

"Pada awal 2015 hingga 2016 kita mulai pengelolaan wisata pantai ini. Pertama yang kita buat adalah dari sisi parkir, BUMG (Badan Usaha Milik Gampong) ini hadir dalam mengelola parkir untuk kepentingan warga di pesisir pantai," sebutnya.

Muchsin selaku Bendahara Desa Mon Ikeun juga menuturkan di tahun 2020 desanya akan memfokuskan kembali dengan menghadirkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan potensi wisata ini.

"Kita rencanakan ke depan di tahun 2020 ini BUMG atau BUMDes akan menghadirkan toko serba ada. Nantinya toko ini akan hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pegiat wisata, atau pemilik kafe-safe yang ada di sekitar pantai," jelasnya.

Sebagai informasi, Pantai Babah Kuala ini memiliki pasir putih yang terbentang luas. Pantai ini juga sangat bersih dan alami. Saat sore hari kita bisa melihat matahari terbenam dengan mata telanjang. Keindahan inilah yang menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.

Apalagi tepat di pesisir pantai itu juga terdapat penyedia kuliner hingga coffeshop. Sehingga keindahan senja sore hari dengan wangi khas kopi aceh akan terpadu sangat baik. Tak hanya itu, untuk menikmati kehidupan khas Aceh tersedia juga penginapan sejenis homestay yang di kelola oleh masyarakat dengan berkonsep wisata sosial dan budaya.

Ultah Seabad, Maskapai Ini Hadirkan 'Kapsul Waktu' di Jakarta

Merayakan ulang tahun ke-100, maskapai Belanda KLM Royal Dutch Airlines menggelar pameran di Jakarta. Pengunjung dibawa masuk ke terowongan kapsul waktu.

Di Indonesia sendiri, maskapai asal Belanda ini telah hadir selama 95 tahun dari seabad usianya. Penerbangan pertama KLM di Indonesia tercatat pada tahun 1940.

"Ini merupakan kehormatan besar. Karena kita menyelenggarakan ulang tahun KLM. KLM juga merayakan 95 tahun di Indonesia dengan penerbangan pertama pada tahun 1940, 21 jam non stop dari Amsterdam ke Jakarta," kata Duta Besar Belanda, Lambert Girjns, Jumat (4/10/2019) di Eramus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Pameran ini sendiri menghadirkan cerita sejarah KLM mulai dari awal berdiri hingga sekarang. Uniknya, ada terowongan kapsul waktu yang akan membawa traveler masuk ke lorong pesawat. Suasananya juga membawa traveler merasakan berada di dalam pesawat sungguhan.

Di dalam terowongan ini, ada cerita sejarah KLM dalam sebuah timeline, mulai didirikan pada tahun 1919. Cerita ini digambarkan melalui video yang terdapat pada jendela pesawat.

Di bagian lain, ada juga cerita KLM saat mulai menjelajahi penerbangan antarbenua mulai Oktober tahun 1924. Perjalanan KLM ini diakhiri dengan tujuan ke Jakarta pada 24 November 1924 setelah 55 hari.

Keluar dari lorong pesawat, ada beberapa informasi tentang beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh KLM, yaitu fly responsibility. Tujuannya adalah mewujudkan penerbangan yang sustainability dan ramah lingkungan.

Salah satu kegiatannya adalah CO2 Zero, yaitu penanaman hutan kembali dengan melibatkan passenger yang ingin berkontribusi. Pesawat pasti akan membuat polusi udara, untuk itu program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah CO2 yang dikeluarkan.

Melangkah ke tengah, traveler akan menemukan beberapa gambar rumah belanda yang disusun. Ada 100 rumah khas belanda yang memiliki nomor masing-masing. Rumah paling atas bernomor 100 masih tertutup dan diikat pita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar