Gelap, buntu, dan berada di balik kebun kelapa. Inilah Goa Kamenanga, saksi bisu perjuangan Miangas mempertahankan diri dari penjajah.
Tempat wisata di Goa Kamenanga ini terbilang unik. detikcom bersama Bank BRI melakukan ekspedisi untuk melihat potensi dan kehidupan di garda terdepan Indonesia.
Kalau biasanya situs goa ada di pedalaman hutan, tidak dengan yang satu ini. Goa Kamenanga terletak di balik kebun kelapa, di pinggir landasan pacu Bandara Miangas.
Iya, situs ini ada di dekat bandara. Tapi tenang saja, aktivitas penerbangan di Pulau ini hanya ada seminggu sekali. Kamu bisa datang ke sini pada hari biasa.
Berada persis di depan pagar landasan, sebuah jalan setapak terlihat menuju Kamenanga. Jalan ini juga dijadikan warga sebagai jalur pintas menuju kebun kelapa.
Di balik tempatnya yang tak biasa, Goa Kamenanga menyimpan sebuah kisah pilu dari perjuangan melawan penjajah. Goa ini jadi tempat persembunyian penduduk dari kejaran lawan.
"Namanya Goa Kamenanga artinya kemenangan," ujar Yan Piter Lupa, Kepala Desa Pulau Miangas.
Zaman dulu, bagian depan goa adalah rumput ilalang dan pantai. Sehingga penjajah yang datang lewat pantai, bisa diintai dari balik goa.
Namun sayang, pada suatu ketika penjajah melihat bayangan orang yang bergerak melalui ilalang. Kemudian penjajah mencoba untuk mengikuti gerakan rumput.
Sampai akhirnya terlihatlah beberapa penduduk yang masuk ke dalam goa. Dengan segera, para penjajah mengambil daun kelapa kering dan diletakkan di mulut goa.
Mereka kemudian membakar daun kelapa dan memasukkannya ke goa. Penduduk yang berada di dalam goa kaget, mereka mulai berteriak kepanasan dan kehabisan napas.
Goa buntu, inilah kenyataan pahit Kamenanga. Penduduk yang berada di dalam harus terbakar sampai mati karena tak ada jalan keluar.
"Meski leluhur kami meninggal, tapi goa ini jadi saksi pertahanan kami dari penjajah," jelasnya.
Sampai sekarang, keadaan goa tetap dibiarkan seperti dulu. Jalan masuknya sangat sempit, kamu harus tiarap untuk bisa masuk.
Bagian dalam goa gelap dan dingin. Tetesan air membuat lubang-lubang air di bawahnya. Katanya masih ada sisa tulang di goa ini. Namun tim detikcom tidak menemukan apa-apa.
Meski gratis dan belum dikelola, kamu harus datang ke sini dengan seizin dan sepengetahuan warga ya. Selain keramat, goa ini juga jadi kebanggaan dari perjuangan rakyat Miangas.
detikcom bersama Bank BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan.
Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!
Dulu Kena Tsunami Aceh, Pantai Ini Jadi Tempat Nikmati Senja & Kopi
Terletak di ujung Pulau Sumatera, Aceh memiliki garis pantai yang sangat panjang. Hampir setiap pantai di Aceh ini memiliki pesona yang menawan. Salah satu yang sedang hangat dibicarakan adalah, Pantai Babah Kuala, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar.
Meski menjadi daerah dampak tsunami terparah 15 tahun lalu, Pantai Babah Kuala kini kembali bangkit menjadi objek wisata bagi para pecinta senja maupun penikmat kopi di pesisir pantai.
Menurut Perangkat Desa Mon Ikeun, Muchsin (46) sejak dulu daerah ini menjadi tempat menikmati akhir pekan bagi para wisatawan mancanegara maupun lokal. Keindahan sunset dan ombak besar menjadi daya tarik tersendiri.
"Potensi inilah yang menjadi dasar bagi kami bangkit mengelola kembali pantai ini menjadi tempat wisata. Itu untuk meningkatkan kembali perekonomian warga," ujarnya saat ditemui detikcom beberapa hari yang lalu.
Pascatsunami ini, dikatakannya, cara pandang masyarakat juga mengalami perubahan. Mereka mulai menilai pentingnya membangkitkan pembangunan desa untuk kesejahteraan bersama.
"Pada awal 2015 hingga 2016 kita mulai pengelolaan wisata pantai ini. Pertama yang kita buat adalah dari sisi parkir, BUMG (Badan Usaha Milik Gampong) ini hadir dalam mengelola parkir untuk kepentingan warga di pesisir pantai," sebutnya.
Muchsin selaku Bendahara Desa Mon Ikeun juga menuturkan di tahun 2020 desanya akan memfokuskan kembali dengan menghadirkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan potensi wisata ini.
"Kita rencanakan ke depan di tahun 2020 ini BUMG atau BUMDes akan menghadirkan toko serba ada. Nantinya toko ini akan hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pegiat wisata, atau pemilik kafe-safe yang ada di sekitar pantai," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar