Liverpool kokoh di pucuk tertinggi klasemen Liga Primer Inggris berkat gol Georginio Wijnaldum. Pahlawan The Reds itu sendiri tak asing buat urusan yang "tinggi-tinggi". Tahukah kamu kota tempat Wijnaldum lahir dan tumbuh punya gedung-gedung tertinggi Belanda sebagai salah satu daya tarik wisata?
Berkat sebiji gol Wijnaldum, Sabtu (28/9/2019), Liverpool menang 1-0 atas Sheffield United. The Reds pun mengokohkan posisinya di peringkat teratas klasemen Liga Inggris dengan hasil sempurna berkat tujuh kemenangan dalam tujuh laga awal.
Nah, Wijnaldum si jagoan Liverpool di laga ini lahir dan tumbuh di Rotterdam, Belanda. Pesepakbola 28 tahun itu pun sempat membela tim junior Sparta Rotterdam (1997-2004) sebelum pindah ke Feyenoord yang jadi tempatnya memulai karier profesional.
Salah satu yang menonjol dari Rotterdam kampung halaman Wijnaldum ini sendiri adalah deretan gedung pencakar langit yang menjulang ke angkasa. Dari lima besar gedung tertinggi di Belanda, empat di antaranya ada di Rotterdam.
Ada gedung residensial De Rotterdam yang punya 45 lantai setinggi 151 meter. Dengan ketinggian yang sama, ada pula Gebouw Delftse Poort (Delft Gate Building) yang merupakan gedung pencakar langit "kembar".
Setelah itu ada gedung New Orleans dengan tinggi 158,3 meter dan merupakan gedung hunian tertinggi di Belanda sekaligus gedung tertinggi kedua di negara itu. Sedangkan predikat gedung tertinggi Belanda dipegang oleh Maastoren (Meuse Tower), sebuah gedung perkantoran yang menjulang sampai ketinggian 165 meter dengan jumlah lantai tak kurang dari 44.
Keempat gedung yang berada di Rotterdam itu sekaligus menempati empat besar gedung tertinggi di Belanda. Menariknya lagi, kampung halaman Wijnaldum ini juga akan memiliki tambahan pencakar langit, yang sekaligus menjadi calon gedung tertinggi Belanda.
Nama gedung itu adalah De Zalmhaven (Zalmhaven Toren), yang salah satu menaranya diplot sebagai gedung hunian setinggi 215 meter berisikan 295 apartemen dan garasi parkir. Proyek itu dimulai Oktober 2018 dan direncanakan rampung 2021, untuk menjadi salah satu daya tarik destinasi wisata baru di sana.
Ini 4 Pulau Cagar Budaya Sarat Sejarah di Kepulauan Seribu
Kepulauan Seribu di Utara Jakarta tak cuma punya pantai indah, tapi juga pulau yang sarat sejarah. Ini empat di antaranya.
Bicara Kepulauan Seribu, atau biasa disebut orang sebagai Pulau Seribu, yang berada di bawah provinsi DKI Jakarta tak terlepas dari perannya saat zaman Batavia. Namanya pun telah disebut sejak ketika VOC lalu lalang di Batavia.
Dilihat detikcom dalam buku The Hidden Treasury of The Thousand Islands atau Harta Rahasia Kepulauan Seribu karangan Thomas B. Ataladjar, Sabtu (28/9/2019) tertulis kalau penjajah Belanda telah singgah ke Pulau Onrust sejak abad ke-17 silam lewat VOC.
Bahkan dalam perkembangannya, tak sedikit nama pulau di Kepulauan Seribu yang bernama kolonial. Sebut saja Pulau Amsterdam (Untung Jawa), Middbur (Pulau Rambut), Rotterdam (Pulau Ubi Besar), Schiedam (Pulau Ubi Kecil), Purmerend (Pulau Bidadari), Kherkof (Pulau Kelor), Pulau Kuiper (Pulau Cipir) hingga Pulau Onrust atau Pulau Sibuk.
Adapun sejumlah nama dari pulau tersebut telah diubah kini, tapi sejumlah jejak peninggalan penjajah Belanda juga masih dapat ditemui di sejumlah pulau tersebut. Antara lain:
1. Pulau Onrust
Pemerintah telah menetapkan adanya Taman Arkeologi Onrust atau pulau yang memiliki arti sibuk dalam bahasa Belanda. Secara teknis, taman tersebut meliputi empat pulau yang saling berdekatan seperti Onrust, Cipir, Kelor dan Bidadari.
Dalam prosesnya, keempat pulau termasuk Onrust turut berperan penting sebagai pusat perniagaan antara Eropa dan Indonesia pada zaman VOC. Di tahun 1618, Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterzoon Coen bahkan sempat menjadikan Pulau Onrust sebagai tempat pertahanan.
Malah, Pulau Onrust juga sempat menjadi pulau tahanan hingga tempat karantina penderita penyakit menular. Setelah itu, pernah juga difungsikan sebagai asrama haji.
Pasca VOC, Pulau Onrust pun sempat terlantar dan dijarah warga pada tahun 1968. Melihat kondisi tersebut, Gubernur Ali Sadikin pun akhirnya menyematkan status suaka sejarah untuk menjaga Pulau Onrust.
Traveler yang berwisata ke Pulau Onrust pun masih dapat menjumpai bekas bangunan pertahanan Belanda sekaligus bekas pelabuhan yang kini telah tenggelam akibat abrasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar