Kamis, 05 Desember 2019

Perempuan-perempuan Ini Pernah Mengandung 'Mumi' Bayi

Seorang perempuan 60 tahun di Jambi kedapatan mengandung janin batu. Janin tersebut telah meninggal di dalam kandungan sejak 37 tahun lalu, lalu membatu atau mengalami mumifikasi.

'Mumi' yang sering disebut janin batu tersebut akhirnya diangkat di RSUD Raden Mattaher, Jambi pada Senin (6/3/2017). Dokter yang menangani pasien tersebut menyebutnya sebagai kasus langka, hanya tercatat 300 kasus serupa dalam 400 tahun terakhir.

"Dalam kasus yang kami tangani, janinnya tumbuh di luar rahim. Karena di luar rahim, dia tidak mendapatkan asupan makanan dari ibunya, akhirnya meninggal dunia," jelas dr Parianto, SpOG, dikutip dari detiknews.

Tidak banyak penelitian mengenai fenomena janin batu atau lithopedion dalam kehamilan. Dokter kandungan dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, dr M Nurhadi Rahman, SpOG menyebut kasus seperti ini biasanya terjadi pada kehamilan yang tidak disadari.

"Atau biasanya proses kehamilannya terhenti dan akhirnya janin yang ada di dalam tubuhnya mengalami proses pengapuran dan si ibu juga tidak menyadari hal tersebut," katanya.

Beberapa kasus yang pernah tercatat antara lain sebagai berikut:

Janin yang sudah membatu pernah ditemukan di dalam tubuh seorang nenek di Brasil. Nenek tersebut mengaku pernah hamil 44 tahun silam, dan mengalami keguguran di usia 20-28 pekan. Janin tersebut tidak keluar dari tubuhnya dan mengalami pengapuran selama puluhan tahun tanpa disadari oleh nenek tersebut.

Keluhan nyeri perut membuat seorang perempuan 82 tahun di Bogota, Kolombia datang ke dokter. Pemindaian menunjukkan ada janin membatu di dalam tubuhnya. Hasil penelusuran menyebut, perempuan tersebut pernah hamil 40 tahun silam. Karena kehamilan terjadi di rongga perut, janin tersebut tidak pernah keluar dari tubuhnya.

Nyeri perut menjadi titik awal penemuan janin batu dalam beberapa kasus. Seperti yang dialami seorang perempuan 59 tahun di Dominika. Ia mengalami sakit perut yang setelah diperiksa terjadi karena ada janin membatu di dalam perutnya. Keberadaan janin seberat 1,686 kg tersebut tak pernah disadarinya.

Mumi Janin Berdiam di Perut Wanita Selama 30 Tahun

Janin yang dikandung oleh seorang ibu harusnya dikeluarkan dari dalam tubuh. Tapi perempuan asal Dominika tidak mengetahui keberadaan janin di dalam perutnya, setelah 30 tahun janin tersebut sudah menjadi mumi.

Seorang perempuan berusia 59 tahun dari Republik Dominika telah menderita sakit perut yang parah selama beberapa dekade, tapi saat itu tidak ada yang tahu apa penyebab pastinya.

Setelah melakukan pemeriksaan X-ray ternyata diketahui bahwa tanpa sadar perempuan tersebut memiliki janin yang sudah mati dan membatu di dalam perutnya selama paling sedikit 30 tahun. Sisa-sisa mumi janin tersebut dikeluarkan dan diketahui memiliki berat 1,686 kg. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pejabat kesehatan Dominika.

"Perempuan tersebut mengungkapkan bahwa pengalamannya selama sakit panjang ini tidak pernah mendapat perhatian medis yang memadai," ujar Miladys Roman, kepala dokter kandungan dari Luis Eduardo Aybar Hospital di Santo Domingo, seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (1/4/2011).

Tapi minggu ini ia datang ke rumah sakit umum dengan keluhan rasa sakit yang hebat di daerah perutnya dan saat itulah diketahui ia memiliki janin yang membatu atau anak batu yang kemungkinan berasal dari usia kehamilan 3-5 bulan.

Perempuan tersebut mengaku terkejut dengan apa yang ditemukan dokter dalam perutnya. Ia mengaku kaget saat diberitahu mengalami kehamilan yang begitu lama dan ia tidak pernah menyadari bahwa perutnya membesar.

Sepuluh tahun sebelumnya di Meksiko ditemukan perempuan 86 tahun yang dirawat di rumah sakit karena memiliki keluhan pencernaan, ternyata diketahui mengandung mumi janin dalam perutnya selama kurang lebih 60 tahun. Selain itu pada tahun 1996 dokter juga menemukan janin yang sudah mati di dalam perut perempuan Brazil selama 15 tahun.

Mumi janin atau janin yang membatu ini memang jarang terjadi, tapi beberapa kasus ditemukan oleh dokter. Dalam istilah medis kondisi ini disebut dengan Lithopedion yang telah dikenal sejak tahun 1557.

Dalam laporan yang dimuat Illinois Medical Journal diketahui bahwa lithopedion adalah janin batu yang dihasilkan dari kehamilan usia 3-4 bulan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kehamilan ektopik atau hamil di luar rahim.

Pada kehamilan ektopik janin akan melekat di saluran telur dan kemudian tumbuh yang menyebakan beberapa bagian jatuh ke dalam rongga perut. Secara bertahap janin di dalam rongga perut ini akan mengalami pengerasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar