Jumat, 06 Desember 2019

Profil Irjen Listyo Sigit, Mantan Ajudan Jokowi yang Kini Jadi Kabareskrim

Posisi Kabareskrim Polri bakal diisi Irjen Listyo Sigit Prabowo. Bagaimana rekam jejak Irjen Listyo Sigit yang merupakan mantan ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini?

Penunjukan Irjen Listyo Sigit menjadi Kabareskrim tertuang dalam telegram nomor ST/3229/XII/KEP./2019 yang diterbitkan pada Jumat (6/12/2019). Telegram itu dikonfirmasi oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono.

Merunut dari tahun 2011, Listyo Sigit pernah menjabat sebagai Kapolres Solo. Dia menyandang pangkat Komisaris Besar Polisi saat itu. Listyo Sigit saat menjabat Kapolres Solo pernah menangani kasus bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah.

Loncat ke tahun 2014, Listyo Sigit dipercaya menjadi ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu memerintah bersama dengan Jusuf Kalla. Kombes Listyo Sigit mulai bertugas menjadi ajudan Jokowi dari kalangan polisi pada Senin (27/10/2014).

Dua tahun berselang, Listyo Sigit kembali mendapat promosi. Dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi, Listyo Sigit dipercaya menduduki posisi Kapolda Banten. Sebagai Kapolda Banten, Listyo Sigit sempat mengamankan Pilgub Banten 2017 dan Pilkada serentak 2018. Listyo Sigit bertugas sekitar 2 tahunan sebagai Kapolda Banten.

Pada 2018, Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo menjadi salah satu anggota yang mendapatkan promosi jabatan di lingkungan Polri. Dia diangkat menjadi Kadiv Propam menggantikan Irjen Martuani Sormin, yang ditugaskan sebagai Kapolda Papua. Dia juga mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi.

Kini, Irjen Listyo Sigit dipercaya menjadi Kabareskrim yang baru. Posisi Kabareskrim sebelumnya dijabat Idham Azis yang kini diangkat Jokowi menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian. Tito sebelumnya ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Dalam Negeri.

Irjen Listyo Eks Ajudan Jokowi Jadi Kabareskrim, Komisi III Yakin Profesional

 Irjen Listyo Sigit Prabowo ditunjuk oleh Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai Kabareskrim. Komisi III DPR yakin eks ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu akan profesional menjalankan tugasnya dan tidak mudah diintervensi.

"Menurut saya yang bersangkutan cukup memiliki profesionalisme dalam tugas sebagai Kabareskrim, sehingga beliau sangat paham dalam mengelola hal-hal yang berbau intervensi dari pihak manapun," kata Ketua Komisi III Herman Herry kepada wartawan, Jumat (6/12/2019).

Herman meminta Irjen Listyo membuktikan kemampuannya untuk mengungkap kasus-kasus besar. Politikus PDIP itu juga Irjen Listyo melalukan penataan di internal Bareskrim agar lebih profesional.

"Sebagai jenderal bintang 2 yang masih muda tentunya yang bersangkutan harus membuktikan kepada semua pihak bahwa yang bersangkutan memiliki kemampuan yang mumpuni sebagai Kabareskrim baru dan dapat mengungkap kasus-kasus besar serta menata kerja Bareskrim untuk lebih profesional dan mampu melakukan sinergi antarlembaga penegak hukum," ujar Herman.

Herman juga menyoroti sejumlah kasus besar yang menjadi pekerjaan rumah bagi Kabareskrim baru. Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dan kasus Trans Pasific Petrocemichal Indotama (TPPI) pun didesak untuk segera diselesaikan.

"Pada saat raker dengan Komisi lll, sudah disampaikan oleh Kapolri bahwa kasus Novel menjadi prioritas Kapolri baru, sementara Komisi lll juga mendesak kasus TPPI Pertamina harus dituntaskan sampai P21 di Kejaksaan," ucap Herman.

Seperti diketahui, Irjen Listyo Sigit Prabowo ditunjuk menjadi Kabareskrim baru. Penunjukan itu tertuang dalam telegram nomor ST/3229/XII/KEP./2019 yang diterbitkan pada Jumat (6/12).

Listyo juga dipercaya menjadi ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu memerintah bersama dengan Jusuf Kalla. Sebelumnya, Listyo juga pernah menjabat Kapolres Solo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar