Telur menjadi salah satu makanan yang banyak dikonsumsi karena mengandung protein bergizi untuk kesehatan. Kebanyakan orang mengonsumsi telur ayam, namun tak sedikit juga yang mengonsumsi telur bebek karena penasaran dengan rasa dan kandungan gizinya.
Secara penampilan, ukuran telur bebek sedikit lebih besar dibandingkan telur ayam. Selain itu, cangkang telur bebek juga lebih tebal dibandingkan telur ayam sehingga masa penyimpanan telur bebek bisa lebih lama daripada telur ayam.
Dikutip dari berbagai sumber, telur bebek mengandung jumlah nutrisi yang lebih banyak daripada telur ayam, seperti protein, lemak sehat, dan vitamin D. Telur bebek mengandung 13 gram protein, sedangkan telur ayam mengandung 12 gram protein.
Sementara untuk lemak telur bebek mengandung 14 gram lemak sehat, lebih tinggi dari telur ayam yang mengandung 12 gram lemak sehat. Kandungan vitamin D pada telur bebek juga lebih tinggi dibandingkan telur ayam, di mana telur bebek bisa memenuhi 17 persen kebutuhan harian vitamin D dan telur ayam memenuhi 12 persen vitamin D.
Kuning telur pada keduanya mengandung banyak vitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan asam amino serta meningkatkan nilai protein dalam tubuh. Kuning telur bebek yang disebut karotenoid dapat melindungi sel dan DNA dari penyakit.
Kuning telur juga kaya akan kolin, nutrisi mirip vitamin yang penting untuk membran sel otak yang sehat dan sistem saraf.
Secara keseluruhan, mengonsumsi telur bebek maupun telur ayam sama-sama baik untuk kesehatan tubuh.
https://movieon28.com/movies/second-chance/
Capai 95,35%, Testing COVID-19 RI di Desember Dekati Standar WHO
Kapasitas testing atau pemeriksaan COVID-19 di Indonesia terus meningkat hingga pekan ini. Dilihat secara grafiknya, sejak Desember jumlah testing yang dilakukan sudah mencapai 95,35%.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut dari hasil data tersebut merupakan pencapaian tertinggi testing selama pandemi COVID-19 di Indonesia.
"Tentunya jumlah ini mendekati standar yang ditentukan oleh WHO," ungkap Wiku dikutip dari covid19.go.id, Jumat (11/12/2020).
Ia mengatakan pada prinsipnya, testing dan tracing (pelacakan kasus) adalah dua upaya yang tidak terpisahkan. Keduanya harus dilakukan secara linier dengan treatment (perawatan pasien) lanjuta, jika diperlukan.
Oleh karena itu, upaya 3T (testing, tracing dan treatment) yang dilakukan pemerintah harus dilakukan secara masif untuk dapat menekan angka kasus dan kematian serta meningkatkan angka kesembuhan nasional. Satgas COVID-19 mengapresiasi peran laboran yang telah bekerja keras dalam melakukan pemeriksaan spesimen tanpa kenal lelah.
"Satgas juga meminta capaian ini tidak membuat kita lengah. Terus tingkatkan pemeriksaan spesimen, sehingga deteksi dini kepada mereka yang positif dapat dilakukan dengan baik," ujarnya.
Menurut Wiku, capaian testing ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaring lebih banyak kasus, agar upaya deteksi dini bisa dilakukan demi menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan. Namun ia mengingatkan capaian ini perlu diikuti peningkatan disiplin protokol kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar