Sabtu, 12 Desember 2020

Tes Corona Rp 15 Ribu Bakal Tersedia di Stasiun hingga Sekolah

 Alat tes COVID-19 yang bisa bikin biaya tes Corona jadi lebih terjangkau nantinya bisa ditemui di tempat-tempat umum seperti bandara hingga kampus dan sekolah. Demikian disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro.

"(Akan disediakan) Ke tempat-tempat umum yang banyak pergerakan manusia seperti bandara, stasiun KA, kantor, kampus/sekolah," ujar Bambang kepada detikcom, Sabtu (12/12/2020).


Nama alat itu adalah GeNose, alat deteksi Corona dengan embusan napas. Selain murah, alat ini disebut lebih efektif dari rapid dan swab test. Waktu tes yang dibutuhkan cuma 3 menit dan akurasinya sudah mencapai 90% lebih. Demikian hasil dari validasi di beberapa rumah sakit yang sudah dilakukan para inovator alat ini.


Saat ini, alat ini masih menunggu izin edar dari Kementerian Kesehatan. Rencananya alat ini akan didistribusikan ke beberapa daerah paling banyak kasus COVID-19 sebagai bakti inovasi dari Kemristekbrin.


"Kemristekbrin memasukkan GeNose sebagai salah satu alkes yang diberikan ke beberapa daerah dalam bakti inovasi," imbuhnya.


Barulah setelah itu, alat ini bisa dibagikan ke seluruh daerah di Indonesia dan ke tempat-tempat umum tadi. Kemristekbrin juga mempersilahkan pihak swasta atau perseorangan yang tertarik dengan alat itu untuk memesan dan membelinya, lalu menggunakan sesuai kebutuhan masing-masing.


"Kalau untuk keperluan instansi pemerintah bisa dengan APBN, tetapi swasta dan perorangan juga bisa membeli," katanya.


Swasta dan perorangan perlu menyiapkan dana Rp 60 juta untuk mendapatkan satu alat tes COVID-19 ini. Meski begitu, menurut Bambang harga segitu termasuk murah karena untuk 1 alat tersebut bisa digunakan sampai 100 ribu kali pemeriksaan. Jika sudah melewati batas maksimal, alat ini bisa dibetulkan dan digunakan kembali.


"Rp 60 juta untuk 100 ribu kali pemakaian, sangat murah," tegasnya.

https://kamumovie28.com/movies/the-purpose-of-clubs-2/


Ini Syarat Tes Corona Rp 15 Ribu Bisa Beredar di Masyarakat


Alat GeNose yang diproduksi oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) bisa bikin biaya tes Corona cuma Rp 15 ribu. Alat tersebut bekerja dengan cara mendeteksi embusan napas.

Selain murah, alat ini disebut lebih efektif dari rapid dan swab test. Waktu tes yang dibutuhkan cuma 3 menit dan akurasinya sudah mencapai 90% lebih. Demikian hasil dari validasi di beberapa rumah sakit yang sudah dilakukan para inovator alat ini.


Menurut Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, alat itu sebenarnya sudah siap didistribusikan ke masyarakat karena sudah diproduksi sebelum proses uji coba berjalan.


"Bisa langsung (didistribusikan ke masyarakat) karena sudah diproduksi awal," ujar Bambang kepada detikcom, Sabtu (12/12/2020).


Namun, sayangnya saat ini alat itu belum bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat karena masih ada beberapa laporan yang harus disiapkan untuk mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. Laporan yang dimaksud adalah hasil uji validasi alat tersebut dari 1.000 sampel di sekitar 10 rumah sakit. Saat ini, laporan itu sedang disiapkan dan akan segera diberikan ke Kemenkes.


"Hasil lengkap uji validasi lebih dari 1.000 sampel di sekitar 10 RS," ungkapnya.


Diharapkan izin edar dari Kemenkes tadi bisa keluar akhir Desember 2020 ini agar bisa segera didistribusikan ke masyarakat. Untuk tahap awal, alat ini rencananya akan diberikan ke beberapa daerah paling banyak kasus COVID-19 sebagai bakti inovasi dari Kemristekbrin.


"Kemristekbrin memasukkan GeNose sebagai salah satu alkes yang diberikan ke beberapa daerah dalam bakti inovasi," imbuhnya.


Barulah setelah itu, alat ini bisa dibagikan ke seluruh daerah di Indonesia. Kemristekbrin juga mempersilahkan pihak swasta atau perseorangan yang tertarik dengan alat itu untuk memesan dan membelinya, lalu menggunakan sesuai kebutuhan masing-masing.

https://kamumovie28.com/movies/the-purpose-of-clubs/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar