Kamis, 05 Desember 2019

Jaksa Agung: Presiden Perintahkan Saya Urus 'Jaksa Nakal'

Saat ditanyai bagaimana pola pembinannya 'jaksa nakal', Burhanuddin enggan menjelaskan lebih rinci. Dia masih merahasikan pola pembinaan tersebut.

"Polanya ya rahasia, saya tidak akan buka. Nanti malah...ya," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan aparat penegak hukum untuk mendahulukan tindakan preventif dalam mengatasi dugaan pelanggaran hukum. Jokowi meminta jajarannya tidak mencari-cari kesalahan.

"Saya titip kalau ada persoalan hukum dan itu sudah kelihatan di awal-awal. Preventif dulu, diingatkan dulu. Jangan ditunggu kemudian peristiwa terjadi baru di... Setuju semuanya?" kata Jokowi di Rakornas Forkompida di Sentul, Bogor, Rabu (13/11).

Soal Jaksa Terjerat Pidana, ST Burhanuddin: Biarlah Jadi Seleksi Alam

 Jaksa Agung ST Burhanuddin menyambut baik jika makin banyak pihak yang melakukan pengawasan terhadap kejaksaan. Ia menganggap bila masih ada jaksa yang terjerat pidana sebagai bagian dari seleksi alam.

"Jujur saja kalau banyak mengawasi saya lebih suka. Dan kalau ada yang kena, ini pendapat pribadi saya biarlah sebagai seleksi alam yang memunculkan terbaik nanti," kata ST Burhanuddin di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).

Namun, dia memastikan akan tetap memberikan pembinaan terhadap jaksa-jaksa yang lain. Hal itu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kita juga membina apa yang sudah terjadi memberikan contoh jadi pelajaran yang lain," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif meluruskan soal anggapan bila ada kasus yang menjerat jaksa penanganannya akan diambil alih oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Laode mengatakan tidak ada istilah ambil alih dalam penanganan kasus-kasus di KPK.

"Bahwa memang ada beberapa kasus, yang bukan diambil alih, sebenarnya kita koordinasi kita menyerahkan ke kejaksaan," kata Syarif.

Syarif mengatakan koordinasi itu dilakukan karena KPK percaya terhadap Kejagung dalam menangani perkara. Selain itu, agar kepercayaan publik terhadap Kejagung semakin meningkat.

"Ini yang sering kurang dipahami bahwa dengan kita menyerahkan itu juga kita ingin membuat bahwa tingkat kepercayaan kepada kejaksaan meningkat, kecuali didiamkan itu akan bisa lihat," tuturnya.

Bertemu KPK, Jaksa Agung: untuk Tingkatkan Sinergitas

 Jaksa Agung ST Burhanuddin bertemu dengan pimpinan KPK. Pertemuan itu bertujuan meningkatkan koordinasi dan supervisi antara Kejaksaan Agung dan KPK.

"Saya datang dalam rangka untuk silahturahmi dan lebih meningkatkan sinergitas. Kerja sama kami sudah berjalan lama," kata Burhanuddin di KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).

Burhanuddi mengaku sebagai pejabat baru wajib menindaklanjuti program-program yang sudah ada. Salah satunya dengan bertemu KPK.

"Saya dari awal saya sebagai orang baru wajib hukumnya saya memperkenalkan diri dan menindaklanjuti yang lalu-lalu," ujarnya.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif berharap koordinasi dan supervisi KPK dan Kejaksaan Agung makin ditingkatkan sehingga ke depan program-program koordinasi KPK dan Kejaksaan lebih baik.

"Tujuan kunjungan ini mengenalkan diri dan meningkatkan silaturahmi tentunya agar supervisi koordinasi lebih baik di masa yang akan datang," tutur Laode.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar