Rabu, 19 Agustus 2020

Amit-amit! Begini Jadinya Kalau RI Resesi

 Indonesia salah satu negara yang terancam akan masuk jurang resesi akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Ancaman itu tidak boleh disepelekan, karena dampaknya akan sangat nyata menimpa masyarakat.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad mengatakan saat resesi akan banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Kemungkinan bagi pekerja yang memiliki kontrak jangka pendek, tidak akan diperpanjang.

"Tentu saja perusahaan-perusahaan yang punya kontrak jangka pendek atau kontraknya terbatas misalnya, dia tidak akan dilanjutkan untuk perpanjangan kontrak. Kemungkinan itu terutama bagi industri-industri yang terpengaruh sampai akhir tahun bahkan sampai tahun depan seperti industri penerbangan dan sebagainya itu yang saya kira masih relatif terkendala," kata Tauhid kepada detikcom, Selasa (18/8/2020).

Hal yang sama juga dikatakan oleh Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal. PHK banyak terjadi saat resesi karena permintaan atau konsumsi dari masyarakat akan menurun sehingga para pengusaha terpaksa harus melakukan efisiensi terhadap karyawannya.

"Masyarakat bawah daya belinya turun, masyarakat atas punya uang tapi dia berhati-hati dalam spending sehingga pelaku usaha itu kan bergantung kepada pembelian konsumen. Kalau yang beli sepi maka pelaku usaha, produsen-produsen, pabrik-pabrik yang jualan pasti akan turun dari sisi penjualan, kalau turun terpaksa dia melakukan efisiensi salah satunya PHK karyawan," jelasnya.

Dampak dari itu tentu akan berkesinambungan. Saat banyak PHK terjadi, otomatis pengangguran di Indonesia akan semakin meningkat dan begitu juga dengan jumlah masyarakat miskin akan semakin bertambah.

"Kalau banyak karyawan di PHK berarti pengangguran meningkat, kalau meningkat daya beli masyarakat turun dan kemiskinan bisa meningkat dan itu yang dirasakan," terangnya.

Meskipun tanpa disadari dampak itu sudah mulai dirasakan saat ini. Pemerintah diharapkan dapat cepat menangani pandemi agar dampak krisis yang dirasakan tidak terlalu lama. Sebab jika itu berlangsung lama, dampaknya akan lebih panjang seperti muncul masalah sosial dan masalah kriminalitas yang meningkat.

"Kalau tidak ditangani cepat oleh pemerintah berarti akan bertambah orang yang di-PHK, akan bertambah perusahaan yang merugi, kemudian akan lebih banyak masyarakat yang menganggur, akan meningkat kemiskinan. Kalau makin panjang krisisnya, itu makin banyak dan bisa menambah ke masalah sosial, meningkatkan kriminalitas bahkan bisa sampai ke instabilitas politik," tandasnya.

Perlakukan Bayi seperti Monyet, Influencer Ini Dikecam & Ditangkap

Seorang pria bernama Igor Kravtasov yang berasal dari Moscow dikabarkan ditahan oleh pihak kepolisian di Rusia setelah videonya di media sosial menjadi viral. Dalam video tersebut, Igor terlihat mengangkat anaknya yang masih bayi secara terbalik dengan hanya memegang salah satu kaki dari anaknya tersebut.
Tak hanya itu saja, pria yang juga menjadi influencer di media sosial itu juga mengatakan bahwa dia percaya jika bayi harus diperlakukan seperti monyet. Karena aksinya itu, sang istri pun terpaksa ikut terseret dan ditahan selama 10 hari oleh pihak kepolisian. Bahkan kini pihak layanan sosial tengah mempertimbangkan untuk mencabut hak asuh dari pasangan tersebut.

Seperti dikutip dari Daily Mail, dalam video yang viral terlihat bahwa pria berusia 35 tahun itu mengangkat bayinya yang baru berusia 6 bulan secara terbalik dengan hanya memegang salah satu kakinya, lalu mengguncangkan sang bayi. Hal itu tentu mengundang banyak kecaman, termasuk dari ahli pengasuhan anak.

Mereka mengatakan bahwa memiringkan bayi dengan posisi terbalik berisiko merusak kesehatannya. Hal itu juga dapat menyebabkan leher bayi menjadi patah. Walaupun demikian, beberapa pendukung Igor terlihat membelanya dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Igor itu mirip dengan yoga atau senam bayi.
https://indomovie28.net/lupin-the-third-alcatraz-connection/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar