Anne Hathaway ditetapkan sebagai Wajah Wanita Paling Sempurna di Dunia. Titel itu dirilis oleh Sluis Painting, komunitas seniman visual asal Belanda.
Seperti dikutip dari Koreaboo, Sluis Painting mengumpulkan foto-foto selebriti dari 43 negara, untuk dianalisa wajahnya. Analisa tersebut dilakukan untuk mencari wajah pria dan wanita paling sempurna di dunia.
Sluis Painting menyatakan bahwa mereka menggunakan kombinasi antara teknik modern mapping wajah secara digital dan analisa matematika dengan metode Golden Ratio. Seperti diketahui, Golden Ratio merupakan rumus yang telah lama digunakan untuk memastikan kesempurnaan wajah seseorang berdasarkan jarak antara sejumlah fitur wajah seperti mata, dahi, hidung dan dagu.
Keputusan final dari hasil analisa menggunakan dua metode tersebut menunjukkan bahwa Anne Hathaway merupakan wanita dengan wajah paling sempurna di dunia.
Sebelumnya ada tiga kandidat yang diprediksi kuat meraih titel tersebut. Selain Anne Hathaway, ada aktris asal Jerman Laura Berlin dan aktris Amerika-Prancis Roxane Mesquida.
Pada Jumat (19/6/2020), Sluis Painting mengumumkan bahwa Anne Hathaway lah pemenangnya.
Penampakan Gym Era New Normal, Fitnes di Dalam Bilik Plastik
Menurut sejumlah dokter, gym termasuk salah satu tempat paling berisiko terhadap penularan virus Corona. Analisa dari situs Mlive memasukkan tempat fitnes di kategori kegiatan sehari-hari dengan tingkat risiko 8.
Sejumlah negara pun menempatkan gym dalam pelonggaran lockdown di fase keempat atau terakhir sebagai tempat umum yang diizinkan untuk beroperasi kembali. Hal ini dianggap cukup beralasan dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona.
Sebab, di gym orang akan mengeluarkan lebih banyak sekresi pernapasan. Belum lagi alat-alat fitnes yang biasanya digunakan secara bergantian bisa menjadi tempat menyebarkan bakteri serta virus dengan mudah.
Melihat kondisi itu, sebuah pusat fitnes di California sudah menyiapkan inovasi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan klien, saat tempat ini sudah kembali dibuka. Inspire South Bay Fitness di Redondo, California, membangun sejumlah bilik plastik di dalam gym, yang masing-masing hanya berkapasitas satu orang.
Setiap bilik dilengkapi perlengkapan fitnes seperti dumbell, bench dan produk sanitasi. Klien juga bisa mengikuti kelas olahraga dengan berada di biliknya masing-masing.
Peet Sapsin, pemilik tempat fitnes, mengaku ide ini tercetus setelah para kliennya kesulitan bernapas saat olahraga jika harus memakai masker. Lewat diskusi dan percobaan di Zoom, dia mengetahui para klien mengeluhkan sulit bernapas dengan bebas terlebih lagi apabila melakukan latihan cardio.
"Kami mencobanya di Zoom, dan tahu benar mereka tidak bisa bernapas. Kami merasa kasihan. Klien sudah seperti keluarga kami. Jadi kami memikirkan cara, bagaimana kami ingin keluarga kami merasa nyaman?" kata Peet, seperti dikutip dari CNN.
Setelah memutuskan bahwa aturan wajib menggunakan masker tidak bisa jadi opsi, dia dan istrinya memikirkan ide lain, dan muncullah inovasi ini. Istri Peet sendiri yang merancang desain bilik dan membuat prototipe bersamanya.
Bilik olahraga terbuat dari bahan tirai kamar mandi dan pipa PVC. Menurutnya bahan-bahan tersebut lebih efektif secara biaya dibandingkan gelas plastik karena hanya memakan biaya USD 400 atau sekitar Rp 5,6 juta.
https://cinemamovie28.com/godzilla-king-of-the-monsters/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar