Minggu, 09 Agustus 2020

DKI Lagi-lagi Tertinggi, Ini Sebaran 1.893 Kasus Baru Corona Per 9 Agustus

 Pemerintah melaporkan 1.893 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Minggu (9/8/2020). Total sudah 125.396 kasus terkonfirmasi semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 440 kasus, disusul Jawa Timur sebanyak 408 kasus baru per 9 Agustus.

Dikutip dari laman covid19.go.id, ada sebanyak 80.952 kasus sembuh hingga hari ini, sementara kasus kematian Corona totalnya mencapai 5.723 orang.

Berikut detail sebaran 1.893 kasus baru Corona di Indonesia pada Minggu (9/8/2020):

Aceh: 44 kasus

Bali: 59 kasus

Banten: 24 kasus

Bangka Belitung: 1 kasus

Bengkulu: 9 kasus

DI Yogyakarta: 8 kasus

DKI Jakarta: 440 kasus

Jawa Barat: 179 kasus

Jawa Tengah: 140 kasus

Jawa Timur: 408 kasus

Kalimantan Barat: 13 kasus

Kalimantan Timur: 53 kasus

Kalimantan Tengah: 30 kasus

Kalimantan Selatan: 98 kasus

Kalimantan Utara: 2 kasus

Kepulauan Riau: 8 kasus

Nusa Tenggara Barat: 27 kasus

Sumatera Selatan: 19 kasus

Sumatera Barat: 38 kasus

Sulawesi Utara: 44 kasus

Sumatera Utara: 25 kasus

Sulawesi Tenggara: 22 kasus

Sulawesi Selatan: 90 kasus

Riau: 26 kasus

Maluku Utara: 4 kasus

Maluku: 32 kasus

Papua Barat: 1 kasus

Papua: 42 kasus

Gorontalo: 7 kasus

Terpopuler Sepekan: Curhat Dokter Wisma Atlet Tangani Pasien Corona

Beberapa waktu lalu sempat viral sebuah video yang menunjukkan aktivitas para tenaga medis di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, saat bersiap hendak bertugas menangani pasien virus Corona COVID-19.
Video ini dibuat oleh Ayuni Rianty, dokter umum di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. Ayuni mengatakan, sebelum bertugas para tenaga medis wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan saling mengecek apakah APD yang dikenakan sudah tertutup rapat atau belum.

"(Selama) 15-20 menit pakai APD. Setelah itu ada tim yang membantu lakban," kata Ayuni saat dihubungi detikcom, Senin (3/8/2020).

Selain itu, Ayuni juga menceritakan bahwa ia harus menggunakan popok selama bertugas. Sebab, para tenaga medis tidak diperkenankan untuk membuka APD selama bertugas, yakni 8-9 jam per hari.

Hal ini membuat Ayuni dan tenaga medis lainnya tidak bisa makan, minum, dan buang air kecil atau besar saat bertugas. "Haus dan lapar masih bisa ditahan, tapi kalau buang air kecil walaupun sudah pakai diapers (popok) nggak bisa keluar. Rasanya nggak enak banget," jelasnya.

Meski begitu, Ayuni mengaku merasa bahagia bisa bertugas mengobati pasien. Terlebih ketika melihat raut wajah mereka ketika dinyatakan sembuh dari virus Corona.

"Pernah ada pasien yang teriak 'yes' kencang banget di lorong bangsal, ada juga yang sujud syukur di lantai. Pokoknya bahagia banget," ucapnya.

Namun, di sisi lain Ayuni merasa kecewa melihat kenyataan masih ada masyarakat yang menyepelekan COVID-19, sementara banyak orang yang harus kehilangan nyawanya akibat penyakit ini.

"Hati saya hancur, di sini saya dan rekan-rekan sejawat bertarung nyawa. Tidak sedikit nakes yang gugur dalam menjalankan tugas," pungkasnya.
https://kamumovie28.com/pinoy-kamasutra-2-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar