Senin, 10 Agustus 2020

Miris, Pebisnis Depresi Ingin Mati Sewa Pembunuh karena Takut Bunuh Diri

 Virus Corona mematikan banyak bisnis dari berbagai sektor industri di seluruh dunia. Dari banyaknya PHK karyawan, pengusaha pun ikut terkena imbas dari aturan lockdown yang ditetapkan pemerintah, untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Seorang pebisnis di Delhi, India, termasuk yang mengalami dampaknya. Lockdown membuat usahanya yang membuka toko ransum tak berjalan hingga kesulitan ekonomi dan ingin mengakhiri hidupnya.

Namun alih-alih bunuh diri, pria bernama Gaurav Bansal ini justru minta dibunuh. Ia sangat putus asa tapi terlalu takut untuk bunuh diri sehingga menyewa empat pembunuh bayaran.

Seperti dikutip dari Oddity Central, pria berusia 40 tahun ini meminjam uang sebesar 6 lakh rupee atau sekitar Rp 112 juta untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Selain karena takut, dia juga berniat meninggalkan uang asuransi jiwa untuk keluarganya, dengan cara dibunuh.

Jenazah Gaurav ditemukan oleh polisi pada 10 Juni 2020 dalam kondisi tergantung di pohon. Awalnya polisi menduga ia meninggal bunuh diri, namun tangan Gaurav terikat, sehingga dicurigai dia adalah korban pembunuhan dan investigasi pun dilakukan.

Menurut keterangan polisi, salah satu tersangka pelaku pembunuhan tertangkap dari pelacakan rekaman telepon dan aktivitas di media sosial. Tersangka yang diketahui masih remaja itu kemudian mengajak tiga teman lainnya. Seorang pelajar, pemasok sayuran dan penjahit.

Saat diinterogasi para tersangka mengakui perbuatan mereka. Namun mereka berdalih bahwa pembunuhan itu dilakukan karena Gaurav yang memintanya. Gaurav meyakinkan mereka untuk membunuhnya karena memang dia ingin meninggal dan agar keluarga bisa menerima uang asuransi dari kematiannya.

Rencananya pembunuhan Gaurav dilakukan dengan cara ditembak, namun pemasok senjata menolak menjual senjata, karena mereka terhitung masih berusia remaja. Mereka mengklaim bahwa Gaurav akhirnya membeli tali dan menyarankan untuk menggantungnya saja. Keempat pembunuh bayaran ini mengaku diberi 90 ribu rupee atau sekitar Rp 17 juta untuk dibagi bersama.

"Bansal telah menyewa anak remaja untuk membunuhnya. Bocah tersebut mengajak temannya, Manoj Kumar Yadav, yang kemudian mengajak Suraj dan Sumir Kumar untuk mengeksekusi pekerjaan itu," kata polisi yang diwakili A Koan, kepada media lokal ANI News Agency.

Gaurav dan remaja tersebut berkenalan lewat media sosial. Di hari eksekusi, Gaurav pergi dari ke sebuah kawasan real estate Mohan Garden untuk bertemu para calon pembunhnya. Bahkan dia sendiri yang memilih tempat di mana dia akan digantung.

Saat eksekusi, dia meminta empat pembunuhnya mengikat tangannya, menaruh KTP di kantong celananya untuk memastikan tubuhnya bisa mudah diidentifikasi. Gaurav juga mengalihkan panggilan telepon ke nomor adik iparnya.

Saat ini investigasi masih berlangsung untuk memastikan kebenaran cerita dari para pembunuh yang mengaku disewa oleh Gaurav sendiri.

Sinopsis The Tuxedo, Film Jackie Chan di Bioskop Trans TV 20 Juni

Film The Tuxedo akan menghiasi layar Bioskop Trans TV malam ini, Sabtu (20/6/2020). Film yang dibintangi Jackie Chan ini tayang pada pukul 19.00 WIB.

The Tuxedo digarap oleh sutradara Kevin Donovan. Adapun Michael J. Wilson, Phil Hay, dan Matt Manfredi menulis bersama film bergenre laga-komedi ini.

The Tuxedo diproduksi oleh Dreamworks, menjadikannya sebagai salah satu film Hollywood dalam karier Jackie Chan. Lahir di Hong Kong, Jackie Chan lebih dulu terkenal sebagai aktor laga di negara asalnya.

Di film The Tuxedo, Jackie Chan dipasangkan dengan Jennifer Love Hewitt. Aktor Jason Isaacs, Ritchie Costar dan Debi Mazar turut memperkuat film ini.

Sinopsis The Tuxedo

Di Tuxedo, Jackie Chan berperan sebagai Jimmy Tong, seorang supir taxi berpengalaman. Suatu ketika, ia mendapat penumpang orang kaya yang bernama Clark Devlin.

Terpukau dengan kemampuan Jimmy, Clark lantas mempekerjakannya sebagai sopir pribadi. Selama bekerja untuk Clark, haram hukumnya bagi Jimmy untuk menyentuh barang-barang milik bosnya.

Salah satu barang yang 'haram' dipegang itu adalah sebuah tuksedo hitam yang ada di ruangan Clark. Jimmy mematuhi perintah tersebut sampai akhirnya sang majikan terlibat dalam sebuah kecelakaan.

Kejadian tersebut lantas mengungkap identitas Clark sebenarnya bahwa dia adalah seorang mata-mata. Diketahui, kecelakaan yang menimpa bosnya ternyata adalah ulang sekelompok teroris.
https://cinemamovie28.com/crayon-shin-chan-fast-asleep-dreaming-world-big-assault/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar