Kamis, 13 Agustus 2020

Nikita Duga Lucinta Pakai Narkoba Untuk Stamina, Memang Bisa?

Aktris cantik Lucinta Luna ditangkap terkait kasus narkoba. Rekannya sesama artis, Nikita Mirzani, berpendapat bahwa Lucinta tak sepenuhnya bisa disalahkan karena bisa saja ia menggunakan obat-obatan terlarang itu untuk menjaga stamina.

"Kita nggak bisa underestimate atau jadinya orang pakai narkoba, kita musuhin atau karena apa. Ada memang untuk stamina supaya nggak capek, ada juga kayak gitu. Jadi Niki nggak pernah nge-judge orang," Nikita Mirzani usai 'Brownis' di Gedung Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2020).

Narkoba memang terdapat berbagai macam jenis, dan tidak semua obat terlarang ini memiliki efek meningkatkan stamina.
Baca juga: Lucinta Luna Ditangkap, Ini 5 'Narkoba' yang Aslinya Butuh Resep Dokter

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah jenis-jenis narkoba yang dapat memberikan efek seperti meningkatkan stamina.

1. Sabu-sabu
Sabu-sabu atau metamfetamina merupakan obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Obat ini bila dikonsumsi akan memberikan efek meningkatnya agresivitas, dan juga hiperaktif.

Namun dalam kondisi serius, obat ini justru bisa menyebabkan seseorang menjadi kebingungan, halusinasi, cemas, bahkan beberapa kasus bisa membuat kejang dan berujung pada kematian.

2. Kokain
Kokain merupakan obat adiktif yang bisa meningkatkan energi dan juga tingkat kewaspadaan bila dikonsumsi. Namun obat ini bisa membuatmu menjadi ketergantungan.

Sehingga perlu dosis yang lebih banyak setiap kali ingin mengonsumsinya, dan akan membuatmu mengalami kesulitan dalam berpikir, tidur, bahkan mempengaruhi daya ingat. Mengonsumsi kokain juga dapat berisiko mengalami masalah jantung, stroke, dan juga penyakit paru-paru.

3. Ekstasi
Ekstasi merupakan narkoba dengan struktur kimia yang memberikan efek serupa dengan amfetamin, dan bersifat halusinogen. Ekstasi akan mulai bisa bereaksi setelah 20 menit hingga 1 jam setelah obat ini dikonsumsi, dan efeknya akan bertahan selama 6 jam.

Efek yang ditimbulkan pun seperti, meningkatnya rasa percaya diri, empati, agresif, detak jantung menjadi lebih cepat dan lain-lain.

Namun sama seperti jenis narkoba lainnya, ekstasi juga memiliki efek samping seperti, halusinasi, kejang, bahkan sampai terkena serangan jantung dan pendarahan di otak.

Mayat Bertumpuk Gemparkan Baturraden, Ini Tips Bercinta 'Ramah' Jantung

Sepasang pria dan wanita ditemukan meninggal di dalam kamar hotel di Baturraden, Banyumas. Setelah dilakukan autopsi di RS Margono Soekarjo Purwokerto, muncul dugaan kedua korban meninggal usai berhubungan badan. Diduga, serangan jantung berhubungan dengan minuman yang telah mereka konsumsi sebelumnya.
"Setelah autopsi, kita melaksanakan gelar dengan tim dokter yang melaksanakan (autopsi). Dimungkinkan, dari hasil autopsi, penyebab meninggalnya itu ada semacam serangan jantung yang dipicu oleh semacam zat kimia atau minuman yang sebelumnya dikonsumsi oleh keduanya," kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry kepada detikcom, Rabu (12/2/2020).

Beberapa orang memang memiliki risiko terkena serangan jantung ketika melakukan aktivitas seksual. Namun tak perlu khawatir, berikut ini adalah 4 tips bercinta bagi yang berisiko serangan jantung dikutip dari Johns Hopkins Medicine.

1. Ketahui kondisi diri
Melakukan hubungan seks memang dapat meningkatkan detak jantung, namun ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Secara umum, bila kamu tidak mengalami kendala ketika jalan sejauh satu kilometer, maka tidak ada masalah dengan kesehatan jantung.

"Kemungkinan mengalami serangan jantung saat memang ada namun sangat rendah. Selama tidak mengalami gejala atau kondisi tertentu, maka seharusnya tak perlu takut," kata direktur riset klinis di Johns Hopkins Ciccarone Center for the Prevention of Heart Disease Michael Blaha, MD, MPH.

2. Rajin kontrol
Walaupun kamu tidak memiliki riwayat penyakit jantung, ada baiknya juga untuk melakukan kontrol. Terlebih bila kamu pernah mengalami gejala sakit dada, napas pendek, detak jantung tidak teratur, mual, dan gangguan pencernaan.

"Jika mengalami kondisi tersebut, jangan lupa kontrol teratur untuk mengetahui kondisi jantung. Jika terbukti punya risiko, maka peluang terjadi serangan saat bercinta cenderung meningkat. Dokter akan memberi saran apa yang sebaiknya dilakukan," kata Blaha.

3. Aktif berkomunikasi
Komunikasi adalah hal yang penting dalam suatu hubungan. Tentu dengan komunikasi, pasanganmu akan menjadi lebih mudah memahami kondisimu saat ini. Terlebih bila kamu mempunyai risiko penyakit tertentu seperti jantung.

4. Mencari alternatif lain
Tidak perlu memaksakan diri apabila sedang merasa tak nyaman dan tak sanggup untuk berhubungan seks. Bercinta bisa menjadi menyenangkan, ketika dilakukan pada saat keduanya sedang mengalami mood yang sama.
https://nonton08.com/breast-enhancing-salon-treatments-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar