Steffi Mulic kecanduan suntik filler sejak usia 17 tahun. Obsesinya adalah menjadi seperti boneka Bratz yang khas dengan tampilan mata besar dan bibir tebal bervolume.
Sudah tiga tahun terakhir wanita asal Stockholm, Swedia, ini rutin suntik filler pada bibirnya, dan menghabiskan total biaya 43,200 pound sterling atau sekitar Rp 832 juta. Steffi berniat terus melanjutkan rutinitas suntik filler untuk mempertahankan bentuk bibirnya, namun semuanya harus berubah karena virus Corona.
Pandemi virus Corona membuat banyak tempat harus ditutup termasuk klinik kecantikan. Wanita 20 tahun ini pun tidak bisa lagi rutin suntik filler bibir seperti biasanya.
Tak kehilangan akal, wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai terapis ekstensi bulu mata ini, melakukan tindakan ekstrem. Ia mengambil kursus untuk mendapatkan sertifikasi suntik filler demi bisa menyuntikkan cairan hyaluronic acid sendiri ke bibirnya.
Setelah mendapat sertifikat pada Maret 2020, ia pun mulai suntik filler sendiri. Steffi melakukannya rutin satu kali seminggu.
"Aku tidak akan pernah membiarkan pandemi (atau apapun) memengaruhi tujuan atau menghentikan transformasiku. Aku suntik bibir di rumah," kata Steffi, seperti dikutip dari Metro.co.uk.
Targetnya adalah menjadi semirip mungkin dengan boneka Bratz. Sebab boneka itu adalah mainan favoritnya sejak kecil.
"Aku bermain dengan boneka-boneka Bratz sejak umurku lima tahun, jadi aku selalu menganggap kalau mereka keren dan cantik, tidak murahan seperti Barbie," ujarnya.
Selain suntik filler, Steffi juga melalukan rekonstruksi pada beberapa bagian tubuh lainnya, lewat prosedur operasi plastik. Salah satunya rhinoplasty untuk membuat hidungnya sekecil dan seruncing mungkin.
Suntik filler dan operasi hidung sempat membuat dirinya tak bisa bernapas saat tidur. Pasalnya suntik filler membuat bibirnya bengkak dan lubang hidungnya jadi sangat kecil akibat operasi plastik. Tapi Steffi justru suka sensasi yang dirasakan ketika kesulitan bernapas.
"Aku suka ketika aku sulit bernapas karena itu menandakan kalau aku sudah sejauh ini. Apakah ini sepadan dengan nyawaku? Jawabanku, ini adalah seluruh hidupku," tutur Steffi.
Setelah pandemi virus Corona berakhir, Steffi berniat melakukan beberapa operasi plastik lagi. Mulai dari pengencangan bokong, pemasangan implan payudara, pengangkatan tulang rusuk, filler pipi hingga operasi untuk mengubah warna mata jadi ungu secara permanen.
'Disarankan' Trump, Seorang Wanita Semprot Makanan dengan Sabun Antiseptik
Beberapa waktu lalu Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan yang dianggap menyesatkan mengenai pencegahan virus Corona. Trump 'menyarankan' orang-orang meminum disinfektan yang kemudian dianggapnya hanya sebagai sarkasme. Meski begitu, banyak orang mengikuti saran Trump tanpa berpikir lebih jauh. Tak hanya diminum, ada pula yang menyemprotkannya ke makanan.
Hal tersebut dilaporkan oleh seorang komentator politik bernama Kevin Maguire di Twitter. Dikatakan jika ada seorang wanita di Inggris yang menyemprotkan sabun antiseptik Dettol setelah menonton pernyataan Trump. Presiden AS itu pun dianggap menginfeksi kebodohan.
"Wanita Inggris menyemprotkan makanan dengan Dettol lalu memakannya setelah menonton Trump, berpikir itu akan menyelamatkannya dari virus Corona, seorang kenalan petugas kesehatan mengatakan padaku. Aku terganggu dengan Donald menginfeksi Inggris dengan kebodohannya," tulis Kevin.
Pernyataan Trump yang terdengar tidak masuk akal memang dianggap sebagai ide manjur untuk sebagian. Sebelumnya muncul pula sebuah laporan mengenai seorang pencuri yang minum hand sanitizer dan diduga karena mengikuti saran Trump. Sejumlah orang juga mengalami keracunan karena pernyataan kontroversial tersebut.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) bahkan telah memperingatkan agar warga tidak meminum cairan disinfektan karena tentunya berbahaya untuk tubuh daripada bisa menyembuhkan apapun. FDA juga meminta brand disinfektan untuk menyampaikannya kepada masyarakat.
Hal ini berawal ketika pejabat AS menjabarkan hasil riset pemerintah yang mengindikasikan virus Corona melemah saat terpapar cahaya matahari dan suhu udara yang hangat. Penelitian itu juga menunjukkan cairan pemutih dapat membunuh virus dalam ludah atau cairan pernafasan lainnya dalam waktu lima menit. Adapun pernyataan emngenai alkohol isopropyl dapat mematikannya dengan lebih cepat.
"Aku lihat dari hasil riset cairan disinfektan dapat membunuh virus dalam waktu satu menit. Satu menit. Ada carakah supaya kita bisa mengujinya, seperti menyuntik cairan disinfektan atau membersihkan tubuh kita? Aku tertarik melihatnya," kata Trump ketika itu.
https://nonton08.com/xx/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar