Selasa, 05 Januari 2021

Perlu Tahu, Ini Cara Penyembuhan Corona Tanpa Gejala

 Tidak semua yang terinfeksi COVID-19 mengalami gejala. Sebagian pasien bahkan ada yang tak menunjukkan gejala sama sekali atau biasa disebut asimptomatik saat terpapar Corona. Bagaimana cara penyembuhan Corona tanpa gejala?

Meski tanpa gejala, pasien asimptomatik tetap harus meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan virus yang ada dalam diri mereka.


Agak sulit mengidentifikasi kasus tanpa gejala karena pasien tidak mengetahui mereka tertular kecuali dites. Sayangnya prevalensi infeksi asimtomatik serta deteksi infeksi pra gejala belum dipahami dengan baik karena tidak dilakukan pemeriksaan secara rutin.


Pasien Corona tanpa gejala juga memiliki potensi penularan yang sama. Beberapa orang yang tertular dari pasien tanpa gejala bisa mengembangkan kondisi serius, terlebih jika mereka kelompok rentan.


Lalu bagaimana cara penyembuhan Corona tanpa gejala?


Dikutip dari Times on News, konsultan penyakit dalam Rumah Sakit Rujukan Columbia Asia, dr Tejas Suresh Rao, memberikan beberapa cara penyembuhan Corona tanpa gejala. Di antaranya:


1. Konsumsi makanan bergizi, perbanyak buah dan sayur.


2. Konsumsi zinc dan vitamin C setiap hari selama 10 hari.


3. Tetap memakai masker saat berada di rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer.


4. Cek kondisi tubuh dan rutin berjemur


5. Selama isolasi, usahakan kamar terpisah. Tetap jaga jarak 1-2 meter, tidak berbagi peralatan makan, mandi, dan tempat tidur bersama dengan anggota keluarga lain.


6. Rutin memantau suhu badan dan menginformasikannya dengan otoritas kesehatan jika memiliki saturasi rendah atau kurang dari 94 dan mengalami demam.


Cara penyembuhan corona tanpa gejala juga bisa dilakukan dengan menjaga mood tetap positif. Stres berlebih bisa menurunkan imunitas tubuh.

https://tendabiru21.net/movies/my-friends-wife-2/


Pegulat Sumo Top di Jepang Terinfeksi Corona!


 Atlet atau pegulat sumo peringkat teratas di Jepang, Hakuho, dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Asosiasi Sumo Jepang (JSA) mengumumkan hal ini pada Selasa (4/1/2020).

Dikutip dari Reuters, Hakuho adalah pria kelahiran Mongolia, yang merupakan yokozuna atau pegulat sumo profesional terlama, dan peringkat tertinggi di Jepang sejauh ini. Lewat situs resmi JSA, diumumkan jika dirinya mengalami gejala COVID-19 anosmia, seperti kehilangan kemampuan mencium dan merasakan sesuatu.


Tes positif COVID-19 Hakuho datang tepat lima hari sebelum turnamen besar tahun baru sumo akan dimulai pada 10 Januari.


"Hakuho sekarang akan meminta saran dari para spesialis dan pegulat lainnya terkait perlombaan yang akan datang, terkait kondisi dirinya terpapar COVID-19," menurut pernyataan tersebut.


Sejauh ini, JSA juga belum menyebutkan apakah turnamen akan ditunda. Kasus serupa terjadi pada Mei, pegulat sumo berusia 28 tahun, Shobushi, terpapar Corona, tetapi dirinya tak berhasil melawan COVID-19 dan meninggal karena kegagalan beberapa organ akibat terinfeksi.


Hingga Selasa, Jepang telah melaporkan 249.246 kasus virus Corona dan 3.693 kematian. Di sisi lain, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menyatakan keadaan darurat untuk Tokyo dan daerah sekitarnya terkait COVID-19 akan diputuskan pada hari Kamis, demikian laporan media lokal.

https://tendabiru21.net/movies/my-friends-wife-2018/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar