Pandemi COVID-19 memiliki banyak peran dalam mengubah kehidupan sehari-hari, termasuk mempercepat transformasi digital. Karena vaksin sudah tersedia, apakah transformasi digital akan melambat dan perilaku masyarakat kembali seperti sebelum pandemi?
Menurut Director dan COO Indosat Ooredoo Vikram Sinha beberapa perubahan perilaku yang muncul di tengah pandemi - seperti WFH dan kegiatan serba online lainnya - akan tetap bertahan.
"Contohnya, setiap ada konferensi saya biasa terbang ke Doha untuk ikut rapat setiap dua bulan. Sekarang saya tidak perlu terbang lagi," kata Sinha dalam diskusi virtual, Kamis (14/1/2021).
"Sebagian besar perubahan perilaku akan bertahan dan yang encouraging ada banyak value yang dicari orang-orang dan menurut saya itu perlu dipercepat," sambungnya.
Sinha mengatakan transformasi digital ini tidak hanya dibawa Indosat untuk semua penggunanya di Indonesia, tapi juga diterapkan ke semua pegawainya.
Ia mengatakan Indosat telah menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau WFH sejak Maret 2020 dan semua pegawai Indosat telah dididik untuk melakukan semua pekerjaan lewat platform digital. Meski tidak bisa bertemu secara langsung pegawai Indosat justru bekerja lebih cepat untuk bisa membantu perubahan perilaku masyarakat.
"Orang-orang tidak terbiasa dengan tele-meeting, sekarang semuanya sudah berubah. Di saat bersamaan, kita memikirkan bagaimana menghadirkan lebih banyak produk. Ini semua di fast-track," jelas Sinha.
Dalam kesempatan yang sama Country Director Facebook Indonesia Pieter Lydian juga sepakat dengan pernyataan Sinha. Menurut Pieter, setelah pandemi berjalan selama satu tahun banyak orang mulai sadar bahwa banyak hal bisa diselesaikan dengan mudah dengan pindah ke digital.
Executive Director Head of Digital Bank PT Bank UOB Indonesia Fajar Septandri Maharjaya juga mencontohkan bagaimana perilaku belanja orang Indonesia yang sudah berubah di era pandemi mengindikasikan transformasi digital masih akan berjalan dengan cepat.
"Kita lihat transaksi e-commerce di pandemi ini tumbuhnya tidak bertahap tapi eksponensial. Ini tidak akan berubah dan sebagian besar orang akan tetap melakukan kebiasaan barunya," ucap Fajar dalam kesempatan yang sama.
https://trimay98.com/movies/exiled-3/
Asus ZenBeam Latte L1, Proyektor Seukuran Gelas Kopi
Selain laptop, Asus juga merilis sebuah produk unik di CES 2021, yaitu sebuah proyektor mini bernama ZenBeam Latte L1.
Proyektor ini ukurannya terbilang mini, yaitu sebesar gelas, dan bisa menembakkan gambar beresolusi 720p dengan tingkat kecerahan yang terbilang tinggi untuk produk seukurannya, yaitu 300 lumens.
Proyektor yang bodinya dilapisi kain berwarna abu-abu ini juga terintegrasi dengan speaker Harman Kardon 10W. Asus sendiri mengaku kalau desain Latte terinspirasi dari gelas kopi, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (14/1/2021).
Latte bisa berfungsi untuk memancarkan gambar dari ponsel, ataupun menggunakan port HDMI yang ada di bodinya. Lalu ada juga baterai 6.000 mAh yang terintegrasi di bodinya, yang diklaim Asus bisa bertahan selama tiga jam.
Menurut Asus, Latte bisa menghasilkan gambar berukuran 40 inch saat diposisikan 1 meter dari tembok, 80 inch saat jaraknya 2 meter, dan maksimal 120inch. Namun makin jauh, tentu tingkat kecerahannya akan semakin berkurang.
Proyektor ini disebut bakal dirilis pada Q2 2021, namun harganya untuk saat ini belum diungkap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar